Mantap

I like this

Tq so much!
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Maxwel Kapitan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 29 Aug 2010 22:44:12 
To: <[email protected]>; Konferens<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Advent Indonesia<[email protected]>; Pemuda 
Advent<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [PemudaAdvent] Kursi VIP

Jangan bayangkan kursi VIP ini sebagai sebuah kursi istimewa. Semua  orang tahu 
bahwa dalam sebuah acara, maka kursi VIP adalah kursi  kehormatan yang hanya 
boleh diduduki oleh tamu khusus. Tidak sembarang  orang boleh duduk di kursi 
VIP. Tapi kursi VIP yang ini sama sekali  berbeda. Hanya namanya saja kursi 
VIP, 
tapi kenyataannya sama sekali  bertolak berlakang.

Anda mungkin penasaran, kursi VIP apa yang saya maksudkan? Oke,  baiklah saya 
ceritakan kisah kursi VIP ini. Ketika belum punya motor,  saya selalu berangkat 
ke kantor naik angkot. Naik angkot di Manado  sebenarnya sangat nyaman. Tidak 
ada penumpang yang mengejar-ngejar  angkot seperti yang terjadi di Jakarta. 
Sebaliknya, angkot akan berhenti  tepat di tempat penumpang berdiri dan baru 
akan berjalan lagi setelah  penumpang benar-benar bisa duduk dengan nyaman. 
Bahkan sering terjadi,  penumpang menolak naik angkot yg sudah dicegatnya hanya 
gara-gara angkot  berhenti lewat 2-3 meter dari depannya. 


Satu angkot hanya akan  memuat 9 penumpang. Dua di depan samping sopir, dua 
tepat di belakang  sopir, dua ditengah, dan tiga paling belakang. Tempat 
duduknya menghadap  ke depan dengan busa yang empuk dan sandaran yg nyaman. 
Tidak ada  cerita duduk berdesakan dalam angkot sambil berhadap-hadapan seperti 
 
yang sering saya lihat di Jakarta. Pokoknya, penumpang benar-benar  dimanjakan.

Selain tempat duduk yang nyaman, angkot di Manado  juga full music. Hampir 
setiap angkot selalu dilengkapi dengan tape.  Lagu-lagu yang diputar pun adalah 
lagu-lagu top fourty yang sedang  ngetrend. Walaupun kadang angkot full music 
itu bikin susah karena sopir  angkot memutar lagu keras-keras sehingga angkot 
terdengar seperti  diskotik berjalan dengan musik yang hingar bingar, 
kenyataannya angkot  yg dilengkapi dengan musik lebih disukai daripada yang 
tidak punya musik  sama sekali. Terutama bagi anak-anak sekolahan. Apalagi, 
sound  systemnya benar-benar heboh.

Tapi belakangan, angkot semakin  banyak. Semakin banyak angkot berarti 
penumpang 
semakin terbagi-bagi.  Ujung-ujungnya, pendapatan menurun. Maka, para sopir dan 
pemilik angkot  mulai mencari cara agar bisa meraup penumpang 
sebanyak-banyaknya. Ada  yang bersedia masuk hingga ke lorong-lorong demi 
memanjakan penumpang.  Ada yang mempercantik angkotnya dengan beragam aksesoris 
agar semakin  nyaman bagi penumpang. Ada pula yang melengkapi angkotnya dengan 
DVD  player lengkap dengan sebuah LCD kecil sehingga penumpang bisa menonton  
film atau videoklip selama perjalanan.

Tapi semua itu rupanya  belum cukup memuaskan. Belakangan, para sopir berusaha 
agar jumlah  penumpang tidak hanya 9 orang. Mereka kemudian menambahkan sebuah  
kursi—atau lebih tepat, sebuah papan—di deretan kursi tengah yang  biasanya 
hanya menampung dua penumpang, sehingga kini bisa menampung  tiga orang. Papan 
itulah yang kemudian menjadi sangat terkenal dengan  istilah 'kursi VIP'.

Jadi, kursi VIP ini sebenarnya sebuah  olok-olokan dari kondisi yang 
sebenarnya. 
Penumpang kesepuluh yang akan  naik terpaksa harus duduk di kursi VIP ini. 
Kursi 
ini sangat kontras  kondisinya dengan kursi lain di dalam angkot. Hanya sebuah 
papan tanpa  busa dan tanpa sandaran. Sama sekali tidak nyaman. Kadang ada 
penumpang  yang akhirnya menolak naik angkot gara-gara hanya tersisa kursi VIP.

Ketika  kita menjadi percaya dan menerima Yesus menjadi Juruselamat pribadi,  
Roh Kudus akan segera masuk dan mendiami hati kita. Dia akan menguasai  hidup 
kita, dan mengubah karakter-karakter kita yang tidak sesuai dengan  kehendakNya.

Namun seringkali orang lain melihat tidak melihat  perubahan karakter dalam 
hidup kita. Sebagai orang yang sudah mengenal  Yesus, kita seharusnya menjadi 
surat yang terbuka yang bisa dibaca semua  orang. Sayangnya, itu tidak terjadi. 
Karakter kita masihlah karakter  yang lama. Sepertinya Roh Kudus tidak mampu 
mengubah hidup kita.

Ketika  menghadapi masalah seperti ini, saya sering bertanya kepada TUHAN dalam 
 
meditasi pribadi: "TUHAN, mengapa saya tidak bisa diubahkan? Mengapa  karakter 
saya masih saja seperti dulu? Mengapa saya tidak bisa menjadi  terang bagi 
orang 
di sekitar saya?"

Dan suatu hari, TUHAN  mengingatkan saya dengan kursi VIP ini. Roh Kudus 
sebenarnya rindu saya  diubahkan. Roh Kudus mau dan mampu mengubah karakter 
saya 
hanya jika  saya menyerahkan seluruh hidup saya kepadaNya. 


Kalau Dia hanya  penumpang, bagaimana mungkin Dia bisa mengontrol saya? Kalau 
Dia hanya  memperoleh tempat 'sisa' dalam hidup saya, mengapa saya mengeluh 
ketika  menghadapi pergumulan dan sepertinya tidak ada yang menolong saya?

Memang  benar, selama ini Roh Kudus hanya menumpang di hati saya. Dia sama  
sekali tidak menguasai hidup saya. Saya sendirilah yang menguasai hidup  saya. 
Tidak heran jika segala sesuatu yang saya lakukan adalah kehendak  saya 
sendiri, 
bukan kehendak Roh Kudus. Saya memang menerima Roh Kudus  dalam hidup saya, 
tapi 
Dia hanya saya beri sebuah 'kursi VIP'.

Saya  kini sadar bahwa saya tidak memperoleh apa yang saya rindukan karena  Roh 
Kudus tidak bisa bekerja dengan leluasa dalam hidup saya. Ya Roh  Kudus, ampuni 
saya. Kuasailah hidup saya sepenuhnya mulai sekarang  sampai seterusnya. (Irlan 
G)
 
 Salam

Maxwel Kapitan

<<send from BerryBerry Pinjaman, Pulsa Baru Minjam dan sinyal timbul tenggelam, 
meski dekat BTS TELKOMSEL>>



Kirim email ke