Sahabat Indonesia yang kualitas hatinya menentukan kualitas rejekinya, berikut 
adalah resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 29 Agustus 
2010, 
dengan Topik “Yang Menjadikan Doa Terjawab “. Banyak diantara kita didalam 
berdoa tidak mengeti logika bahwa yang kita minta itu sering sebagai akibat.  
Kalau kita mngerti bahwa doa itu harus sebab, kita tidak banyak mudah marah, 
gusar, atau kesal karena yang kita minta belum datang. Mintalah untuk diberikan 
ijin untuk aktif, produktif didalam hal2 yang menyebabkan doa kita terjawab.
Orang baik rejekinya akan baik, karena rejeki adalah tanggung jawab pribadi. 
Maka jika rejekinya belum baik maka yang harus diperbaiki adalah membangun 
pribadi jadi orang baik.
Jadi orang yang baik  akan berupaya untuk memperbaiki diri dan yang 
dikerjakannya rahmat bagi sesama, maka logis sekali kalau rejekinya baik.
Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, maka 
pekerjaan dan dirinya haruslah bermanfaat bagi orang lain.
Kalau kita merasa belum pantas untuk meminta yang besar, maka pantaskanlah diri 
anda bagi permintaan besar. Tetapi ingat Tuhan itu Maha Berkuasa, orang tidak 
pantaspun kalau disayangi akan diberi.
Orang2 yang disayangi Tuhan akan diberikan kewenangan untuk meminpin, untuk 
membaikkan kehidupan, untuk merapikan sikap masyarakat.
Jadi jangan ukur kita akan pantas atau tidak, jadikanlah diri kita untuk 
mengkekasihkan diri kepada Tuhan.
Datang sebagai kekasih Tuhan, bicara kepada sesama sebagai orang yang disayangi 
Tuhan. Karena tanda2 yang yang disayangi Tuhan, dia menyayangi sesama.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata terbukti yang berdo’a lebih 
penting 
dari do’anya.
Seseorang yang hatinya tidak bersih, harinya penuh dugaan buruk, prilakunya 
tidak mengindahkan kehidupannya sendiri, sekalipun membaca do’anya Rasulallah 
tidak akan berdampak. Tetapi seseorang yang berprilaku
seperti Rasulallah, tidak bero’apun akan diberi; karena dia membuktikan semua 
yang diraskan, diucapkan dan dilakukanya sebagi bukti dia berdo’a.
Dan dia yang ingin betul2 dikasihi Tuhan, dia menjadikan kehidupannya sebagai 
do’anya, agar dia menjadi pelayan bagi pemuliaan kehidupan sesamanya dan 
sebagai 
pelestari bagi semua ciptaan Tuhan dialam.
Orang yang berdoa ingin menjadi orang pandai, maka pikirannya diisi dengan 
ilmu, 
hatinya diisi dengan penghormatan kepada guru.
Orang yang ingin pribadinya dihormati, yang dilakukannya adalah menghormati 
dulu; maka ikhlaslah menghormati orang, jangan ukur orang itu harus besar untuk 
dihormati.
Menghormati orang besar itu wajar, karena dia orang besar; tapi dibutuhkan hati 
yang besar, untuk meghormati orang kecil.
Berarti orang yang telah menjadikan kehidupannya sebagai doanya, seperti tidak 
perlu berdoa lagi. Karena pikirannya selalu dipenuhi dengan pikiran baik, 
hatinya selalu dipenuhi dengan kasih sayang.
Setiap orang punya masalah, setiap orang punya stress seindiri, keraguan dan 
ketakutan. Bagaimana kalau kita menjadi yang mensahabati dia, dan membantu dia 
sehingga dia merasa tidak sendiri.
Orang seperti ini akan dipelihara oleh Tuahn sebagai pembahagia sesama.
Orang2 yang dipercaya Tuhan sebagai pembahagia sesama, dia tidak mintapun 
diberi, apalagi kalau minta.
Tidak ada rejeki selain dari Tuhan, maka kita hanya berharapa rejeki kepada 
Tuhan. Maka yang menjadikan doa terjawab itu, salah satunya adalah ikhlas 
ber-Tuhan.
Karena dalam meminta kepada Yang Maha Berkuasa, kita membatalkan kekuasaan 
Tuhan 
dengan mempercayai selain Tuhan.
Marilah kita didikkan kepada anak2 kita bahwa kesederhanaan yang jujur itu jauh 
lebih terhormat daripada kebangsawanan yang tidak amanah.
Maksudnya janganlah sampai anak itu menginginkan jadi orang kaya, tetapi 
memulainya sebagai anak muda yang tidak jujur.
Kalau kita bicara mengenai kejujuran, yang sulit sekali kita anjurkan kepada 
orang yang sudah jadi, anjurkanlah kepad anak2 kita; teladankanlah kejujuran 
itu.
Marilah ikhlaskan diri kita untuk menjadikan pikiran kita hanya dengan yang 
baik2. Kalau anda memikirkan sesuatu harus yang baik2, yaitu membaikkan saya 
dan 
orang lain; kalau selain dari ini maka hindari.
Marilah kita muliakan hati kita hanya dengan yang baik2, memuliakan hati 
diawali 
dengan memikirkan yang baik dan berprasangka baik kepada orang lain.
Marilah kita indahkan prilaku, karena prilaku yang cantik ini adalah bukti 
bahwa 
pikiran dan hati kita baik.
Semua ini yang menjadikan anda disahabati banyak orang, karena kecintaan Tuha 
kepada kita itu dicerminkan melaui kecintaan orang kepada kita. Karena orang 
yang dicintai banyak orang itu dicintai Tuhan.
Kesimpulannya, mudah2an dengan pikiran, hari dan prilaku yang baik, kita 
menjadi 
pribadi yang tidak harus meminta untuk diberi, karena keseluruhan kehidupan 
kita 
sudah doa.
Lalu kita tutup dengan keikhlasan yang sangat dalam dengan satu kata yang 
sangat 
penting sekali, yaitu Amin…
Demikian resume singkat dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Yang 
Menjadikan Doa Terjawab“.
Jika sekiranya didapati kekurangan – suatu kehormatan bagi kami, apabila 
sahabat 
sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.
 Salam

Maxwel Kapitan

<<send from BerryBerry Pinjaman, Pulsa Baru Minjam dan sinyal timbul tenggelam, 
meski dekat BTS TELKOMSEL>> 


Kirim email ke