Jadi keingetan juga sama si Schummy, yang pindah ke Ferari, padahal Ferari bukan mesin yang terbaik.
Jadi keingetan juga kisah yang saya terima di email dulu. Singkatnya, ketika ada sepasang suami istri, sang suami adalah seorang direktur eksekutif sebuah perusahaan papan atas di AS, melakukan perjalanan ke daerah asal sang istri. Ketika mereka mengisi bensin, ternyata petugas di pombensin itu adalah "mantannya" sang istri. Selesai isi bensin, sang suami bilang sama istrinya, "Untung kamu nikah sama saya, kalo nggak, cuman jadi istri pegawai pombensin." Tapi, dijawab sang istri, "Oh, tidak. Kalau aku menikahi dia, dialah yang akan menjadi direktur eksekutif, sementara kamu mungkin cuma akan menjadi pegawai pombensin!!" :) Ternyata, sebelum menjadi "The man behind the machine", ada seorang wanita yang selalu mendukungnya. Ucapkanlah terima kasih kepada ibu dan istri kita :) Salam, Luthfie Akmal --- Ary Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > the man behind the machine > > Siapa yang tak kenal Valentino Rossi? Ia seorang > pembalap motor asal Italia > yang sangat jagoan. Membalap serius sejak 1996, kini > ia sudah meraih 3 kali > juara dunia balap motor mulai dari kelas 125 cc > bersama Aprilia, 250 cc > bersama Aprilia, 500 cc bersama Honda, dan akhirnya > menyabet pula 4 kali > juara dunia MotoGP (dua bersama tim Honda dan dua > bersama tim Yamaha). > > Pada tahun 2003, Rossi yang baru saja > merebut juara dunia MotoGP > kedua kalinya bersama tim Honda, memutuskan keluar > dan pindah ke tim Yamaha. > Suatu pilihan yang dianggap tidak logis, karena? Tim > Honda adalah tim yang > sangat efisien dengan kualitas mesin motor terbaik. > Kebalikan dengan hal > tersebut, tim Yamaha hampir tak pernah memenangi > satu balapan pun karena > motor mereka memang kalah cepat dibandingkan tim-tim > lainnya, apalagi Honda. > > > Mengapa Rossi pindah? Alasannya terdengar > sangat spektakuler: > Ingin membuktikan bahwa mesin hebat bukan yang > segalanya. Tetap dibutuhkan > manusia di belakang atau diatasnya, yang menjadi > pengendara. Sebab, setelah > menjadi juara dunia, seluruh tim Honda (termasuk bos > perusahaan dan > mekaniknya), mulai beranggapan bahwa siapapun > pembalapnya, asal membalap > dengan mesin Honda, mereka pasti akan menang. Rossi > ingin membuktikan bahwa > manusia tetap lebih penting dari mesin! Dan, impian > tersebut tercapai. Dalam > lomba di Welkom, Afsel 2004, Rossi menjadi juara > pertama bersama tim Yamaha. > > > Hal yang sama terbukti pada Perang Dunia > II, dimana Jepang > sebetulnya mempunyai kualitas senjata yang kalah > baik dibanding sekutu, > namun mempunyai semangat Bushido yang menyala seakan > mampu menembus baja, > sehingga Amerika terpaksa mengeluarkan The Little > Boy dan The Fat Man, dua > bom atom Uranium-235. > > Bagaimana di perusahaan? Sama saja. Biar > Pentium IV diapakai > untuk komputer karyawan, tetapi lebih sering > digunakan untuk asah otak main > Minesweeper, Solitaire atau Chatting, the machine > takkan menghasilkan suatu > karya kerja spektakuler apapun. PT Phapros di > Semarang pada tahun 1995-an > kalau tak salah masih memakai mesin buatan jaman Oei > Thiong Ham Concern yang > ternyata tetap produktif dan bersaing dengan jaman > sekarang, karena > dijalankan oleh karyawan yang bermutu! > > Tentu saja, cerita ini bukan berarti mau > menafikan perkembangan > kecanggihan teknologi. Namun, ingin membuktikan > ungkapan Man Behind the Gun, > seperti yang dilakukan oleh Rossi, bahwa yang lebih > penting adalah manusia > yang mengoperasikan mesin yang digunakannya. > Ketertinggalan kualitas > mesin/alat/sistem dengan perusahaan masih bisa > dikejar dengan meningkatkan > kualitas manusianya. Apalagi, jika mempunyai > kualitas mesin yang hebat plus > dengan kualitas manusianya yang juga hebat, > lengkaplah > sudah.................. > > Salam menjadi Man Behind your Machine, Whatever its > Like > > regards > [EMAIL PROTECTED] > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
