Dear milis, Saya baru khatam membaca buku "52 Brilliant Ideas" karangan Penny Ferguson. Isinya bagus! Berikut ini saya cuplikkan issue yang menarik dengan tambahan penjelasan dan contoh yang saya buat sendiri. Mohon dikomentari! Semoga bermanfaat
Empat Model Komunikasi Penny Ferguson mendefinisikan bahwa apapun peran seseorang, jika pada suatu saat tertentu ia mampu mempengaruhi orang lain, maka pada saat itu ia sedang memimpin. Dan nampaknya setiap kita pernah mendapatkan pengalaman itu. Hal ini juga dikuatkan dengan bahasa agama berikut, "setiap kalian adalah pemimpin...." (hadits). Lebih lanjut Fergusson menskalakan empat model komunikasi yang mungkin dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari yang otokratis sampai yang demokratis. Yang pertama adalah model komunikasi 'tells'. Tipe komunikasi seperti ini digandrungi para pemimpin otokrat, yang memulai instruksi dengan kata-kata semisal, "Ini yang harus Anda lakukan.", dan mengakhirinya dengan, "Saya ingin Anda melakukannya seperti ini." Pemimpin yang menggunakan gaya komunikasi seperti ini lebih suka merinci pekerjaan yang harus dilakukan bawahannya secara detail sehingga tugas bawahan hanyalah mengikuti alur yang sudah dibuatkan untuknya. Pada suatu saat, atasan saya meminta dibuatkan daftar perbandingan antara Laporan Kas Posisi (dari KPKN dulu) dengan Laporan P6/P7 (dari KTUA dulu). Atasan saya menjelaskan dari mana inputnya berasal, bagaimana memasukkan angka-angkanya sampai format output pekerjaan tersebut. Sudah barang tentu ini sangat memudahkan bawahan! Model komunikasi yang kedua adalah 'sells'. Pengguna model komunikasi ini akan mengarahkan orang dalam pengaruhnya dengan ungkapan pembuka yang sama dengan model sebelumnya, "Ini yang harus Anda lakukan.", dan mengakhirinya dengan, "Ini alasan kenapa Anda harus melakukan itu.". Seorang ayah yang 'semi demokratis' akan melarang anaknya bermain api dengan memberikan alasan karena api itu panas, dapat membakar, dst, dst. Yang ketiga adalah model komunikasi 'tests'. Orang yang menggunakan model ini bersifat lebih demokratis lagi dengan mengatakan persis seperti yang dikatakan dalam model komikasi kedua seraya menambahkan, "Bagaimana menurut pendapat Anda?" Orang dengan model komunikasi seperti ini, mengajak orang yang ada di bawah komandonya untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Dengan menggunakan model ini juga, pemimpin dapat menguji sejauh mana bawahannya menguasai permasalahan. Maka sudah barang tentu akan memunculkan kecurigaan dari para bawahan jika seorang pemimpin yang biasa menggunakan model komunikasi pertama dan kedua, tiba-tiba mengimplementasikan model ini. Yang terakhir adalah model 'consults'. Melalui komunikasi model ini, seorang pemimpin dapat memulai pembicaraa dengan kata-kata berikut, "Kita mendapatkan amanat untuk menyelesaikan suatu permasalahan.", kemudian menawarkan kepada bawahannya, "Bagaimana menurut Anda cara untuk menyelesaikannya?" Ini adalah model komunikasi paling demokratis karena melibatkan seluruh anggota tim untuk merancang langkah mulai permulaan hingga akhirnya. Sebagian orang menyalahartikan bahwa komunikasi seperti ini menyebabkan lemahnya kontrol seorang pemimpin terhadap keputusan yang dihasilkan. Namun, melalui model ini, kreativitas bawahan akan terasah sehinga memungkinkan peluang untuk mendapatkan kepuasan kerja pengembangan diri yang lebih besar. "Bukankah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mencetak pemimpin-pemimpin baru setelahnya?". Para orang tua bisa mencoba mengembangkan keterlibatan anak dalam penugasan-penugasan di dalam rumah, seperti mencuci piring, menyapu, dsb. Dengan cara ini diharapkan memunculkan komitmen dari diri anak untuk melaksanakannya. Terlepas dari baik dan buruknya model komunikasi yang kita kembangkan, waktu dan keadaan juga menjadi faktor yang layak menjadi pertimbangan untuk mengimplementasikan keempat model komunikasi tersebut. Sangatlah bodoh seorang striker yang sedang menguasai bola di depan gawang lawan yang sudah tidak terkawal menanyakan anggota tim lainnya ke arah mana bola harus ditendang. Pun sangatlah arogan seorang kiper yang men-drible bola sendirian untuk menembus pertahanan lawan dan mencetak goal. Responses adress: Wahyu Musukhal +61 432145143 [EMAIL PROTECTED]
