Alkisah seorang otorisator membubuhkan tanda TANGAN pada sebuah SK Mutasi, kemudian dengan cepat SK tersebut berpindah TANGAN dari sekretariat menyebar ke seantero tempat (bak TANGAN gurita) dalam bentuk salinan/tindasan/Fax/ PDF/SMS. Bagi yang berkenan dengan SK tersebut tersenyum gembira sambil menerima jabat TANGAN dari kolega, tapi seterunya bilang ah itu pasti ada campur TANGAN dari sohibinya. Perbincangan di kalangan pegawai semakin ramai menyangkut garis TANGAN segala. Ada yang bilang si Badu karena sering nyuci garis TANGANnya jadi jelek dan yang lain berargumentasi berdasarkan pengalaman empiris teman sekost nya sehari nyuci dua kali malahan promo. Sementara di ujung tempat kost2an yang merasa sudah waktunya ikut mutasi hanya berpangku TANGAN, ketika ditanya hanya angkat TANGAN sembari mencibir mutasi apaan tuh, beruntung emosinya masih dalam kendali sehingga tidak menjadi ringan TANGAN. Yang merasa senang karena mutasi ke tempat yang relatif lebih baik terkadang lupa diri, langsung lepas TANGAN terhadap pekerjaan lamanya dan mengalirlah buah TANGAN sebagai perwujudan rasa syukur, tapi mudah-mudahan tidak sampai pada perilaku cium TANGAN segala. Ketika perpisahan dilakukan, sang pimpinan yang bijak mengajak segenap hadirin untuk menerima SK tersebut dengan TANGAN terbuka, legowo, ikhlas, toh semua itu adalah berkat TANGAN- TANGAN Tuhan. Apa yang menurut kita jelek saat ini bisa jadi baik di kemudian hari, walahualam bisawab, katanya. Menyejukkan, semuanya larut dalam suasana perpisahan sebuah keluarga, sampai ketika di bandara harus melambaikan TANGAN, rasanya kita ini adalah wayang-wayang yang harus manut dengan TANGAN sang dalang. Sampai disini tulisan TANGAN ini saya buat. Tulisan ini saya buat dibawah TANGAN, tidak ada maksud menyindir/melukai seseorang. Saya hanya menarasikan dari perbincangan di milisnya perbendaharaan, Kwl13, Kwl16 yang lagi hangat. Maaf.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
