Yap benar, dengan terhubung sama VPN itu berarti semua koneksi keluar harus lewat Proxy server DSP (DIA?)... Skadar info, kemaren-kmaren yang di daerah masih bisa mensiasati dengan make' Proxy Pusintek juga... Jadi ndak lewat proxy 172.16.7.19, melainkan lewat 10.100.1.231 s.d. 237 Tapi sekarang konon udah ndak bisa...
Yah, memang harusnya di buka 'barrier' yang ndak bersahabat itu... Jika alasan kinerja, apa iya ? Kita yang dikantor pusat aja dapat fasilitas I'net 24x7 seminggu... Selama belum ada aturan tertulis, selama belum ada larangan tertulis dari penguasa... kenapa harus di blokir ? Apa sumber berita itu cuma detik[dot]com? Nanti kalo' policy-nya sudah jelas, mau di blokir... ya monggo... Tinggal apa ada protes dari member sini ? Hihi... Bener, kata pak ary, support-nya telkom memang rada ... 'aduhai' Karena telkom itu BUMN ... kalau ndak percaya, coba telpon 147, Apa kita dengar suara kaya' gini : "XL, selamat pagi... ada yang bisa kami bantu?" Jadi, tuntutan sebenarnya adalah ... ya nuntut ke DSP... Pesan moral : belum saatnya kita membatasi koneksi jadi kaya' swasta ... lha masih suasana PNS kok... hihihi.... -- jamur_kuping h4nafi[at]depkeu.go.id YM! : h4nafi ________________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hermawan Moudy Sent: 26 Februari 2007 7:56 To: [email protected] Subject: Re: [Perbendaharaan List] Re: akses internet wah saya baru tau kalo sekarang seluruh kantor daerah koneksi internetnya lewat jakarta, berarti proxynya DIA (DSP?) kebanjiran pengunjung dong? btw kalo emang itung-itungan pembagian bandwithnya mas jamur kuping bener, kayaknya ukuran segitu memang mendingan dibandingkan dial up. Tapi apa bener kata istri saya di KPPN Juanda bilang internet dikantornya cuma bisa buka situs djpbn? atau untuk akses situs lain nunggu jam 12 -13, benarkah itu? kalo iya, berarti sangat terbatas dong, masak segitu aja kreativitas adminnya DSP, kayaknya saya nggak percaya deh, mugkin ada campur tangan dari yang lebih tinggi barangkali? Ayo dong diperbaiki, masak hari gini masih ada pembatasan membabi buta gitu... best rgds, mot ----- Original Message ---- From: Ary Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, February 26, 2007 7:27:04 AM Subject: Re: [Perbendaharaan List] Re: akses internet Sebenarnya jalur untuk akses internet sebesar 5Mbps sudah amat memadai, bahkan sudah lebih besar dari beberapa ISP. Masalahnya adalah kemampuan staff di Pusat untuk me manage jalur koneksi tersebut. Ada beberapa tehnik untuk membuat penggunaan akses tersebut menjadi efisien dan cepat tanpa melakukan pemblokiran- pemblokiran. Perlu diketahui juga akses melalui Telkom terkenal supportnya paling tidak bersahabat. Solusi sementar barangkali untuk kanwil-kanwil yang memiliki akses internet sendiri, bisa di share ke kppn-kppn di lingkungannya. Solusi selanjutnya adalah perbaikan manajemen bandwith di Pusat, agar penggunaan jaringan bisa lebih efisien dan cepat. ary
