Saya disini gak memihak siapa2... Saya rasa kalo qt melihat dari sudut pandang amirsyahya, maka menurut saya saudara amirsyahya benar, sebab dia merasa bahwa sistem penerimaan S2-nya 'kurang sreg' buat dia makanya dia mengeluh...
Kalo ngeliat dari sudut pandang para S2ers,S3ers,komentators... maka si amirsyahya ini 'kayaknya' menuduh yang macem2... maka mereka melakukan 'pembelaan'... sebenarnya menurut saya ini cuma miss understanding aja... saya rasa kalo kita melihat kritikan atau pun makian, jangan menanggapinya dengan emosi.. tapi liat dulu 'hikmahnya' liat dulu dampak psikologisnya bagi kita,orang lain,dan si-pencetus-kritikan, liat lagi pola berpikir si-pencetus-kritikan itu bagaimana, sampai dia bisa mengatakan demikian... kalo menurut saya pribadi si-penulis itu merasa ketidakadilan tlah terjadi pada dirinya (dia merasa mampu tapi kok dia gak dapet, dia merasa pantas tapi kok gak ada kesempatan), sehingga sifat 'berontak&ketidakpuasan' pada dirinya bangkit dan dituangkan ke dalam tulisannya... berhasil atau tidaknya 'pemberontakan' itu saya rasa berpulang pada diri kita masing2...(jika kita menanggapinya dengan emosi maka berhasillah 'pemberontakan' itu, sebaliknya jika menanggapinya sebagai masukkan maka 'pemberontakkan' itu lebih berhasil lagi) mengapa saya mengatakan demikian karena semua respon kita akan berpengaruh 'baik' terhadap kepuasan pribadi penulisnya... tidak semua kritikan itu bersifat destruktif... kebenaran mutlak hanya milik 4JJ1 SWT.. Best Regards, -=FreeDay=-
