Terdiam dan terbayang semua cerita itu. Yang pasti, aku bisa merasakan 
kesedihan itu meski hanya sekedar rasa. 
  Bagi yang sudah rumah tangga, anak menjadi prioritas serta perhatian dari 
orang tua (kita). Meskipun begitu.. semua halangan terutama kesehatan dan 
keluarga yang dapat mengganggu kinerja kita, sepatutnya kita sampaikan dengan 
lugas dan ikhlas kepada pembuat kebijakan. 
  Bagi Saudara2 yang membuat kebijakan seharusnya dan harus bisa menerima serta 
memahami kondisi Saudara kita yang mendapat halangan terutama kesehatan dan 
keluarga yang dapat mengganggu kinerja.
Selanjutnya dengan segera pihak kepegawaian membuat langkah2 akomodatif 
terhadap nasib temen2 tersebut. Sebab apabila hal ini terdiam begitu saja... 
suasana akan menjadi tidak nyaman bagi temen2 yang lain. 
  Sekedar cerita,
  Di lingkup kanwil kupang.. baru2 ini juga terdapat salah satu teman yang 
sakit paru-paru. Sebelum dia di tempatkan di kupang awal tahun 2007 ini, dia 
sempat di operasi. Sehubungan dengan adanya SK Mutasi pada akhirnya dia 
berangkat ke kupang. Pada awalnya kondisinya lancar-lancar saja. Sampai pada 
bulan ketiga penyakitnya kambuh. Pada suatu ketika, dia terbangun dari tidur 
dengan sedikit batuk dan keluar darah segar terus menerus dari mulutnya..Dengan 
bantuan temen2 akhirnya dia diopname di RS di kupang. setelah sedikit membaik 
dia bekerja lagi. Tapi setelah 3 hari berikunya dia masuk RS dengan kondisi 
yang lebih parah dan kembali darah keluar dari mulunya, namun kali ini lebih 
banyak dari sebelumnya, sampai memakai alat bantu pernafasan. 
  Khawatir dengan kondisi ini, akhirnya setelah kondisinya memungkinkan temen2 
(alumnus prdp) di kupang sepakat mengantar dia ke Jogja. Hal ini diperlukan 
mengingat dokter serta peralatan di kupang tidak ada untuk menangani 
penyakitnya. 
  Alhamdulillah para pejabat di kupang memberikan bantuan yang berarti yaitu 
usaha megusulkan untuk memindahnkan ybs ke kantor yang dekat dengan daerah 
asalnya. 
  Semua usaha dia untuk bertahan hidup, bantuan teman-teman serta bapak2 
pejabat yang ada di kupang, akan menjadi lebih berarti apabila kepegawaian 
dapat mengabulkan niat baik teman2 serta para pejabat di kupang untuk 
memindahkan yang bersangkutan ke kantor yang dekat daerah asal.
  Sebenarnya temen-temen juga para pejabat yang di daerah bisa memahami dan 
sangat membantu berbagai upaya yang bisa dilakukan kepada para pegawai yang 
mendapat halangan kesehatan dan keluarga.
  Akan tetapi semua itu sepertinya bergantung kepada pihak kantor pusat untuk 
mengakomodir atau tidaknya.
  Semoga bapak2 di kepegawaian pusat mendapat kekuatan untuk membuka mata 
hatinya dan memahami serta membantu kondisi teman-teman yang kurang beruntung 
ini.
  Sekedar info..
  Untuk kasus yang diceritakan mas Luqman F, mungkin itu pegawai dari kanwil 
surabaya yang dulunya dari KAR. Kemudian ybs dimutasi ke kanwil kupang. Memang 
sampai saat ini ybs belum pernah datang ke kupang.
  
Looks Alert <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Astaghfirullah,,,,,,Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT 
memberikan
kesehatan buat mas manggappu pasaribu dan juga buat anak mas Nugroho,,,,,,,
Saya yakin masih banyak Mas Mangappu2 dan Mas Nugroho2 yang lainnya yang
mungkin masih memendam atau mengalami masalah2 / konflik2 batin tersebut
akibat dari sebuah SK Mutasi tsb,,,,,,
Pantas aja banyak pegawai DJPBN yang lebih memilih keluar dari Direktorat
ini,,,,,

Saya gak bisa membayangkan seandainya hal tersebut terjadi pada saya,
mungkin saya bisa gila,,,,,saya salut buat mas Mangappu dan mas Nugroho yang
masih berjuang menghadapi ini semua,,,,,,

Buat Mas Nugroho, klo memang mas yakin dengan keputusan mau keluar dari
DJPBN kenapa tidak,,,asalkan mas sudah punya tujuan / planning yang pasti
akan kemana setelah keluar toh mas juga punya pengalaman kerja,,,,,,

Dulu ada pegawai di Kanwil saya, pas sebelum saya di sini, dia dapat SK
Mutasi Pelaksana tahun 2006 kemarin, dia tidak berangkat dengan alasan
anaknya yang sedang sakit keras pokoknya yang berhubungan denagn otak githu,
pastinya saya kurang jelas, dia tetap melaksanakan tugas di tempat lama,
tapi Kakanwil juga mau membuatkan surat pengusulan ke Kantor Pusat untuk
tetap di tempat lama dengan alasan tersebut di atas,,,,,,,setelah itu saya
sudah gak tau perkembangan selanjutnya, karena setelah itu saya terbuang di
sini,,,,,

Semoga Allah selalu melindungi para pegawai DJPBN yang
terbuang,,,,,,,amin,,,

Luqman F
KPPN Poso

Pada tanggal 26/03/07, mangappu pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> Buat teman di Ditjen Perbendaharaan
>
> Membaca surat mas Nugroho, setali tiga uang dengan nasip saya. Nama saya
> Mangappu Pasaribu Angkatan I Diploma I Medan tahun 1994. Saya ditempatkan
> pertama kali di KPKN Pontianak tahun 1996. Seiring berjalannya waktu, saya
> dengan sabar dan penuh komitmen bekerja serta melanjutkan kuliah S1 dan
> berpikir bahwa saya suatu saat akan kembali ke Medan, tapi apa lacur, nasip
> saya begitu apes, disaat kebijakan mutasi pada tahun 2003 yang akan
> mengembalikan para lulusan Diploma ke daearah asal, saya malah semakin jauh
> dimutasikan ke KPKN Benteng Pulau Selayar (SULSEL). Dulu pada saat di
> Pontianak, saya masih bisa pulang ke Medan dua tahun sekali untuk
> bersilaturahmi dengan orangtua, sekarang untuk pulang dari Selayar saya
> harus meminjam uang dari bank apabila ada kepentingan mendesak dalam
> keluarga karena biaya dan jarak yang sudah 2X lipat besarnya.
> Sejak kecil saya sering sakit telinga dan apabila flu, dari telinga saya
> selalu keluar cairan sehingga selama di Selayar setiap dua bulan sekali saya
> harus berobat ke dokter THT di Makassar karena di Selayar tidak ada dokter
> spesialis. Terus terang gaji dan TC saya habis untuk biaya berobat ke
> Makassar. Atas alasan kesehatan. pada bulan Juni 2006 saya mengajukan pindah
> atas biaya sendiri ke Medan. Saya sudah tidak kuat lagi dengan masalah biaya
> dan penyakit saya belum juga sembuh. Meskipun sudah mendapat rekomendasi
> tertulis dari Kepala KPPN Benteng yang dilampiri dengan surat-surat sakit
> dari dokter THT yang menyatakan bahwa penyakit saya perlu di Operasi telinga
> namun Kanwil Makassar membalas surat dengan alasan bahwa tenaga ybs masih
> dibutuhkan di KPPN Benteng.
> Kemudian pada bulan Desember 2006, saya mengajukan lagi permohonan pindah
> atas permintaan sendiri yang disetujui kepala KPPN. Hal ini saya beranikan
> karena penyakit saya semakin parah dah dari telinga sudah mengeluarkan nanah
> dan darah. Saya sering sakit kepala dan sangat mengganggu produktivitas
> dalam bekerja. pada bulan Januari 2007 saya menjalani operasi Sinus dan
> Polip di RS Adam Malik Medan sementara penyakit telinga saya masih akan
> dioperasi 6 bulan lagi.
> Dalam keadaan tertekan timbul penyesalan kenapa saya dulu menuruti
> orangtua untuk kuliah Diploma I padahal saya masuk Teknik Elektro di USU
> Medan, saya memang mengalah demi adik-adik yang butuh biaya agar mereka juga
> bisa mekanjutkan sekolah. Saya merasa terbuang jauh dari keluarga dan yang
> lebih membuat hati sedih ialah teman satu angkatan sudah semuanya kembali ke
> Sumatera Utara dengan kehidupan yang lebih baik sementara saya menjerit
> namun tidak ada seorangpun peduli dengan penderitaan saya.
> saya tidak tahu lagi harus bagaimana, mohonlah teman-teman yang di Bagian
> Kepegawain mendengarkan dengan hati nasip saya yang lulusan Diploma I ini.
> Bagi kakak-kakak kelas yang dari Diploma III, bantulah kami yang dari
> Diploma I
>
> Mangappu Pasaribu
> KPPN Benteng Selayar
> 0852 553 177 17
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke