Saya ikut berempati atas keadaan bang pasaribu dan mas nugroho.
Saya pernah merasakan sakitnya tercerabut dari indahnya kebersamaan karena
mutasi, walau dalam kadar yang lebih ringan.
Bang Pasaribu dan Mas Nug, dapat saya informasikan kalau ada seorang teman
yang bulan Oktober kemarin dimutasi dari kantor di lingkup kanwil DJPBN
Semarang sebagai Korpel di daerah Papua.
Karena kesehatan yang tidak memungkinkan, Alhamdulillah dia dapat kembali ke
daerah asal, walau statusnya sementara waktu untuk pengobatan.
Jadi saya pikir, masih ada dan selalu ada kesempatan dan kemungkinan untuk
pulang. Tidak ada pintu yang tidak mungkin tidak bisa dibuka.
Berusaha dan berdoa terus kawan, saya yakin hati bapak-bapak/ibu-ibu di
bagian kepegawaian Jakarta tidak terbuat dari batu.
mangappu pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buat teman di Ditjen Perbendaharaan
Membaca surat mas Nugroho, setali tiga uang dengan nasip saya. Nama saya
Mangappu Pasaribu Angkatan I Diploma I Medan tahun 1994. Saya ditempatkan
pertama kali di KPKN Pontianak tahun 1996. Seiring berjalannya waktu, saya
dengan sabar dan penuh komitmen bekerja serta melanjutkan kuliah S1 dan
berpikir bahwa saya suatu saat akan kembali ke Medan, tapi apa lacur, nasip
saya begitu apes, disaat kebijakan mutasi pada tahun 2003 yang akan
mengembalikan para lulusan Diploma ke daearah asal, saya malah semakin jauh
dimutasikan ke KPKN Benteng Pulau Selayar (SULSEL). Dulu pada saat di
Pontianak, saya masih bisa pulang ke Medan dua tahun sekali untuk
bersilaturahmi dengan orangtua, sekarang untuk pulang dari Selayar saya harus
meminjam uang dari bank apabila ada kepentingan mendesak dalam keluarga karena
biaya dan jarak yang sudah 2X lipat besarnya.
Sejak kecil saya sering sakit telinga dan apabila flu, dari telinga saya selalu
keluar cairan sehingga selama di Selayar setiap dua bulan sekali saya harus
berobat ke dokter THT di Makassar karena di Selayar tidak ada dokter spesialis.
Terus terang gaji dan TC saya habis untuk biaya berobat ke Makassar. Atas
alasan kesehatan. pada bulan Juni 2006 saya mengajukan pindah atas biaya
sendiri ke Medan. Saya sudah tidak kuat lagi dengan masalah biaya dan penyakit
saya belum juga sembuh. Meskipun sudah mendapat rekomendasi tertulis dari
Kepala KPPN Benteng yang dilampiri dengan surat-surat sakit dari dokter THT
yang menyatakan bahwa penyakit saya perlu di Operasi telinga namun Kanwil
Makassar membalas surat dengan alasan bahwa tenaga ybs masih dibutuhkan di KPPN
Benteng.
Kemudian pada bulan Desember 2006, saya mengajukan lagi permohonan pindah atas
permintaan sendiri yang disetujui kepala KPPN. Hal ini saya beranikan karena
penyakit saya semakin parah dah dari telinga sudah mengeluarkan nanah dan
darah. Saya sering sakit kepala dan sangat mengganggu produktivitas dalam
bekerja. pada bulan Januari 2007 saya menjalani operasi Sinus dan Polip di RS
Adam Malik Medan sementara penyakit telinga saya masih akan dioperasi 6 bulan
lagi.
Dalam keadaan tertekan timbul penyesalan kenapa saya dulu menuruti orangtua
untuk kuliah Diploma I padahal saya masuk Teknik Elektro di USU Medan, saya
memang mengalah demi adik-adik yang butuh biaya agar mereka juga bisa
mekanjutkan sekolah. Saya merasa terbuang jauh dari keluarga dan yang lebih
membuat hati sedih ialah teman satu angkatan sudah semuanya kembali ke Sumatera
Utara dengan kehidupan yang lebih baik sementara saya menjerit namun tidak ada
seorangpun peduli dengan penderitaan saya.
saya tidak tahu lagi harus bagaimana, mohonlah teman-teman yang di Bagian
Kepegawain mendengarkan dengan hati nasip saya yang lulusan Diploma I ini. Bagi
kakak-kakak kelas yang dari Diploma III, bantulah kami yang dari Diploma I
Mangappu Pasaribu
KPPN Benteng Selayar
0852 553 177 17
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]