Terima kasih atas perhatian dan nasihat dari teman-teman semua.
InsyaAllah saya menjadi lebih kuat sekarang begitu juga dengan istri saya 
setelah saya ceritakan betapa besar perhatian teman2 baik lewat milist ini atau 
yang melalui sms.
Jujur saja saya ingin pindah ke Jakarta namun saya tidak akan mengharapkan 
apalagi meminta minta. Telah menjadi tanggung jawab saya sebagai PNS untuk 
mematuhi apa yang diperintahkan. Bagaimana pun dulu setelah SK mutasi turun, 
saya sudah menulis surat (disertai berbagai diagnosis dokter) kepada ibu Kabag 
Kepeg, dg tembusan Bpk Mulia, Bpk Hekinus dan Bpk Tata namun akhirnya kebijakan 
mutasilah yang harus dijalankan. 
Pada dasarnya saya dan istri saya selalu siap ditempatkan dimana saja, namun 
kenyataan inilah yang membuat kami berpikir ulang. Tidak, kami tidak boleh 
egois, siapa yang akan merawat anak kami setelah nanti kami tidak ada di dunia 
ini. Di alinea terakhir surat yang saya kirimkan dulu saya menulis bahwa 
setelah anak saya sembuh (dalam arti dapat melakukan kegiatan sehari-hari 
secara mandiri) kami akan senang dan ikhlas menjalani tugas dimanapun juga. 
Sebuah perjalanan panjang dan sabar hanya untuk mengajari anak saya buang air 
besar sendiri (maaf), sekarang sudah bisa ke kamar mandi kalau "kebelet" dengan 
menarik tangan ibunya tapi hanya berdiri di tepi bak mandi karena tidak mau 
jongkok dan setelah 1/2 jam - 1 jam baru keluar. 
 
Sekali lagi terima kasih dan saya sadar semua teman2 mempunyai masalah 
sendiri2. 
Siapa ayah yang tidak bahagia dipanggil "papa" oleh anaknya........semoga.....


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke