Kayaknya pola mutasi masih menjadi momook bagi sebagian besar kita.
Barangkali kali karena saya hidup pada satu zaman dan melakoni satu peran di
dalam organisasi ini, saya tidak bisa melihat perbaikan pola mutasi. Saya
bermimpi jika suatu saat para pegawai di organisasi kita akan dibayar sesuai
dengan prestasi dan pengorbanannya.
Menanggapi tipikalisasi tempat tugas dari Bang Irvan (mulai dari yang 'sepi'
ke yang 'ramai'), saya bermimpi sekiranya masing-masing tipe itu di-'hargai'
berdasarkan tingkat ke-'sepi'-annya dengan tambahan satu variabel berupa 'jarak
dari kampung halaman'. Ini sih hanya sebagai reward atas pengorbanan pegawai
yang telah bersedia bertugas ditemani ke-'sepi'-an dan kerinduan akan kampung
halaman. Dengan kata lain, sekiranya ada pegawai yang ingin pindah dari tempat
yang 'sepi' ke tempat yang agak 'ramai' dan lebih mendekati 'kampung halaman,
berarti ia mendapatkan pengurangan tunjangan 'kesepian' dan tunjangan 'mudik'.
Ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa tingkat pembangunan di Indonesia
belum merata dan bahwa tiap-tiap individu memiliki naluri untuk dekat dengan
kampung halaman.
Terkait dengan pola promosi, sekiranya mutasi dari satu tempat ke tempat yang
lain menjadi salah satu kriteria pengangkatan seseorang ke jenjang jabatan yang
lebih tinggi, saya bermimipi sistem 'point' bisa diterapkan. Tempat tugas
dengan tingkat ke'sepi'-an lebih tinggi akan mendapatkan poin lebih besar,
demikian juga tempat yang jaraknya leih jauh dari kampung halaman. Dengan
demikian, pegawai yang mutasi 3 kali ke tempat yang 'sepi' dan 'juh dari
kampung halaman' akan memilki poin yang lebih besar dibanding pegawai yang 3
kali mutasi ke tempat yang 'ramai' dan 'dekat denga kampung halaman' sehingga
jika diasumsikan bahwa prestasi mereka sebanding, maka pegawai yang pertama
lebih berpeluang untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
Dengan sistem ini, di-impi-kan akan hadir mekanisme promosi yang lebih
'transparan'.
Sekian dulu mimpinya....
Tidakkah kenyataan di hari ini adalah bagian dari mimpi di masa lalu?
So, mari kita bermimpi!!!!
Bambang Sumantyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
membaca curhat temen DJPB membuat saya ikut terharu juga
saya juga punya cerita kebetulan terjadi pada hari ini
begini : salah satu temen saya yang ada di KPPN kotabaru Prodip III kemarin
malam jam 8 malam Wita mendapat kabar bahwa ibundanya meninggal dunia, trus dia
bingung mau pulang kejawa gimana!kebetulan malam itu bus yang menuju
banjarmasin sudah tidak ada, terpaksa dia pulang pagi ini, jarak
kotabaru-banjarmasin ditempuh sekitar 9 ampe 10 jam dengan jalan hancur2an,
kebetulan juga pesawat dari kotabaru ke banjar sudah nngak beroperasi lagi.
berarti sekitar jam 5 ato jam 6 sore baru sampe banjar buat naik pesawat 7
malam ke surabaya, mungkin jam 11 malam baru sampe rumah orangtuanya dijawa.
saya nggak bisa bayangain pearasaan temen saya saat dijalan!pasti nggak
karu2an, coba bayangkan saya dia nggak bisa melihat ibinda tercinta untuk
terakhir kalinya, nggak bisa mandiin, nggak bisa ngantar ke liang lahat,
kebetulan ibunda beliau dikebumikan siang ini jam 12! coba bayangkan
menyedihkan bukan seumpamanya terjadi pada kita juga!
buat temenku yang masih diperjalanan yang tabah dan sabar aja!
semoga perjalanan lancar dan selamat sampai jawa
mungkin dah menjadi takdir kita yang didaerah terpencil dari dari keramaian
(jangan liat petanya, keliatannya dekat tapi jauh men masih perjalan 9 -10 jam
nyebarang laut)
bila kita ingin pindah mutasi dengan alasan merawat orangtua pasti diketawain
ato nggak direspon! tapi kalo nasibnya kayak temen saya apa juga pantas
diketawain!
mengnanggapi mutasi djpb, saya punya usul :
gimana kalo perekrutam pegawai djpn mulai sekarang diambil dari putera daerah
aja!kayak tahun 1985, dulu aja bisa kenapa sekarang nggak bisa, pajak aja bisa
kenapa djpb nggak bisa!kalo perekrutannya masih kayak gini, 10 tahun kedepan
angkatan 1985 yang dari putera daerah dah pada pensiun, KPPN mungkin akan hanya
diisi orang2 perantauan kayak kita yang selalu mengharap dimutasi pulang
kampung,
kalo pegawai DJPB diambil dari putera daerah saya kira problema mutasi DJPB
dapat diminimalisir, apa kita mau pola mutasi terus menerus kayak gini! trus n
trus kencang mutasinya
kalo nggak mau kayak gitu, benahi dulu pondasinya ato dasarnya yaitu pola
perekrutan pegawainya
maaf kalo salh kata
irh mut <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bekerja dengan niat untuk menafkahi keluarga
kita adalah ibadah. Kesehatan, ketenangan dan ketentraman salah satu modal kita
bekerja dengan baik. namun ketika kita tidak sehat, tidak tenang dan tidak
tentram bekerja tentulah wajar bagi kita untuk mencari alternatif lain. Rizki
Allah amatlah luas mas....jadi tetep tawakal, tidak ada salahnya saran dari
temen temen mailis dicoba mas.
[EMAIL PROTECTED] wrote: Kepada Teman2 DJPBn,
Nama saya Nugroho, anak pertama saya Bintang Hanan Razan saat ini berumur 4
tahun mengalami autis, berbagai cara sudah kami tempuh sejak umur Bintang 2
tahun 3 bulan diantaranya pemeriksaan telinga, terapi wicara di klinik tumbuh
kembang, terapi akupunktur di Prof Hembing Wijayakusuma, dan terakhir terapi di
klinik Mandiga (dekat BPPK Purnawarman). Namun perkembangannya sangat minim
sampai ibunya khawatir sekali. Berbagai Playgroup sudah kami coba supaya
Bintang mengenal lingkungannya, tapi bukannya bantuan yang didapat malahan
penolakan baik cara halus maupun kasar dengan berbagai alasan.
Mulai bulan Oktober 2006 saya dipindahtugaskan ke KPPN Luwuk Sulawesi Tengah
sebagai pelaksana. Sekarang tugas nganterin ke Klinik Terapi pindah ke istri
saya karena mereka (istri dan 2 anak saya) tinggal di Jakarta. Tiap Selasa dan
Kamis berdua naik motor dari kebayoran lama ke tmp klinik sementara adiknya
(umur 1 tahun) dititipin di sebelah rumah. Pusing mikirin mereka karena istri
saya harus berjuang sendiri (saudara pada mikirin urusannya sendiri) dan biaya
terapi tidak sedikit ditambah menu makanan khusus untuk anak autis.
Mudah2an kami sekeluarga diberikan kekuatan untuk menyelami hikmah apa yang
terkandung.
Saya cerita disini karena mungkin ada secercah harapan apapun bentuknya baik
itu nasihat atau apa saja agar saya kuat bertahan disini, karena saat ini sudah
sampai diujung tanduk keputusan untuk pulang ke jakarta dan keluar dari djpbn.
Gila mikirin ini...
Terima kasih
Nugroho Juli Purnama
KPPN Luwuk
Hp. 0813 85 15 19 14
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]