assalamualaikum,

pak hari memang memberikan sudut pandang yang lain
soal mutasi dan saya rasa cukup obyektif. hanya saja
saya berpendapat kalau memang bagian kepegawaian
beranggapan bahwa kasus mas nugroho dan mas pasaribu
bukanlah pengecualian, maka bisa dikatakan tidak
berperikemanusiaan (untuk kasus itu saja, bukan
seluruh sistemnya). Mungkin mas nugroho dan mas
pasaribu bisa coba datang lagi ke bagian kepegawaian
sambil meminta dukungan "off air" dalam bentuk petisi,
misalnya setelah shalat jum'at di masjid al amanah,
anda toh bicara jujur dan tidak meminta-minta uang.
sabar dan tabah aja mas, jangan berhenti mencoba.
kalau soal pro atau con mutasi, karena saya di
tempatkan di jakarta lebih baik saya tidak berkomentar
, karena rasanya lebih mudah mengucapkannya daripada
menjalankannya. yang jelas saya sudah menetapkan hati
untuk bertahan di depkeu, selanjutnya cukuplah Allah
jadi pelindung saya, karena Dialah sebaik-baiknya
pelindung. amin


best rgds,
moudy

--- Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kalo boleh nimbrung.. 
>   saya ingin sampaikan pandangan pribadi sebagai
> orang yang sudah jauh lebih tua.. 
>    
>   memang dimana mana, di instansi manapun, mutasi
> selalu membawa masalah,
>   jangankan mutasi.. pindah rumah aja yang masih se
> kota pun.. 
>   pasti selalu diikuti dengan berbagai macam masalah
> 
>    
>   nah kalo mutasi keluar kota, dan harus pisah
> dengan orang tua, itu lazim ya, 
>   karena disaat kita berangkat dewasa 
>   tentu mereka maklum dan mahfum. bahkan kadangkala
> malah bangga
>   karena salah satu cita cita mereka menyekolahkan
> anak nya 
>   adalah mengharap agar anak anaknya kelak bisa
> mandiri.. 
>   tidak selalu nggelendoti orang tua.
>   dan bagi sang anak, tentunya membantu orang tua
> kan bisa saja dilakukan dari jauh. 
>    
>   kalo soal pisah dengan istri/suami.. 
>   nah ini lho yang saya rasa perlu di cermati lebih
> dalam 
>   istri dan suami kita harus di beri tahu.. agar
> mereka juga maklum dengan status kita 
>   kita sendiri waktu masuk di departemen keuangan
> kan sudah maklum soal ini.. 
>   bahkan kita sudah tanda tangan surat perjanjian
> bersedia di tempatkan di mana saja. 
>    
>   apakah sudah berbeda ya.. (kalo saya salah, mohon
> di koreksi)
>   apakah sudah beda semangat tempo dulu dengan
> semangat saat ini.. 
>   tapi koq rasanya tidak berbeda.. 
>   karena salah seorang yang menanggapi bilang tidak
> peduli ditempatkan di ACEH
>   mudah2an semua teman teman yang lain juga
> sependapat.. 
>    
>   dulu karena saya masih muda dan belum menikah, 
>   mumpung masih bujangan, belum ada tanggungan
> keluarga
>   saya malah tantang kasubag kepegawaian.. 
>   saya minta di tempatkan di tempat yang paling
> jauh.."kalo bisa di IRIAN Pak".. 
>   namun tokh akhirnya hanya ditempatkan di ambon.
>   tapi ingat .. saat itu ambon bukan ibukota
> propinsi.. 
>   hanya ada satu kali penerbangan dari jakarta ke
> ambon dalam seminggu
>   Bandara Pattimura, masih sama dengan stasiun
> purwakarta
>   ruang tunggu nya masih kayu, belum ada gedung
> tembok batu seperti saat ini 
>   angkat koper sendiri dari pesawat ke luar bandara 
>   dan cari angkot untuk bisa sampai ke terminal
> kapal laut 
>   dari situ kita naik perahu sampe POKA yang ada
> diseberang teluk Ambon. 
>    
>   dari ambon saya pindah kembali ke jkt karena
> melanjutkan kuliah.. 
>   saya pun pernah alami depresi seperti anda
> sekalian.. 
>   mungkin karena hidup di jakarta ya.. di ibukota
> ini banyak sekali godaan.. 
>   lihat kanan kiri.. teman satu SMA, sudah pada jadi
> semua.. 
>   lihat adik adik yang kerja di swasta sudah lebih
> mapan.
>   itu semua menggoda saya untuk lari keluar dari
> departemen keuangan. 
>   ya.. saya pernah alami.. coba lamar sana sini..
> gagal.. 
>   dan akhirnya saya yakin... seyakin yakin nya
>   bahwa departemen keuangan adalah tempat saya
> berkarier.  
>   bakat dan talenta masing masing orang itu berbeda
> beda
>   seorang teman saya satu SMA 
>   dulu kami sama sama bersaing mendapatkan nilai
> tertinggi di kelas 
>   kalo boleh di bilang.. kami ini berimbang, tapi
> itu dalam kelas..  
>   dalam kenyataan nya dia lebih pandai bergaul..
> maka dia berhasil di swasta
>   kalau saya ikuti dia pindah ke swasta.. tidak
> mungkin akan berhasil seperti dia. 
>     
>   sama juga mungkin di zaman sekarang, 
>   banyak pegawai muda yang tergoda .. 
>   akan kehidupan dan kebiasaan hidup di kota besar..
> 
>   sehingga.. menjadi lebih mudah mengeluh bila di
> tempatkan di kota kecil
>   menjadi lebih tidak tahan banting karena tidak
> semua sarana ada. 
>   sehingga mengungkapkan berbagai alasan 
>   untuk minta ditempatkan dekat dengan orang tua,
> yang kebetulan hidup di ibukota propinsi 
>   atau menjadi tidak berani mengajak keluarga ke
> tempat tugas
>   dan sebaliknya juga tak mau pisah dengan keluarga,
> 
>   hanya berangan angan kerja di ibukota propinsi.. 
>   dan menjadi lebih cepat terpancing ikut teman
> keluar dari departemen keuangan. 
>    
>   satu hal mengenai penempatan (mutasi), yang saya
> ingin sampaikan.. 
>   sebetulnya ditempatkan di mana saja itu sudah
> suratan kita.  
>   dan camkan, Allah SWT selalu ingat kepada kita
> umat nya.. 
>   anggaplah penempatan ini adalah yg terbaik yang
> ALLAH pilihkan untuk kita. 
>   pasti ada hikmah nya.. 
>   dan kalo soal rezeki.. pasti ada.. dimana saja. 
>   bukankah rezeki itu bukan sesuatu yang hanya
> berbentuk materi ya.. 
>   waktu di pontianak, saya mendapat rezeki bisa baca
> Al Quran.. 
>   di Tasik saya mendapat rezeki mengenal komputer,
> dan di usulkan sekolah ke LN.
>    
>   mengenai pola mutasi dan pola promosi yang banyak
> di sorot akhir akhir ini 
>   saya sebetulnya ingin bertanya kepada anda anda
> yang masih muda
>   bagaimana sih pola mutasi yang anda sekalian
> kehendaki?, 
>   bagaimana sih koq anda sekalian bisa bilang bhw
> pola mutasi yang tidak manusiawi
>   coba deh tunjukkan mana pola yang tidak
> manusiawi.. ceritakan, sebutkan.. 
>    
>   saya sendiri sebagai pegawai yang sudah tua 
>   yang sudah banyak makan asam garam soal mutasi
> berpendapat sbb: 
>   pola mutasi saat ini sudah lebih baik dari pada
> zaman dulu, 
>    
>   di zaman sekarang ini, (kalo pegawai tsb statusnya
> normal), 
>   maka para pegawai sudah di perbolehkan mengusulkan
> (memilih) salah satu dari 2 macam mimpi
>   a. di tempatkan di satu daerah ttt tak peduli di
> jabatan apa saja
>   b. di tempatkan di satu jabatan ttt tak peduli di
> kota manapun. 
>   coba lah.. ajukan dengan surat 
>   mudah2an mimpi yang anda minta itu dapat di penuhi
> oleh bagian kepegawaian.. 
>    
>   selain itu untuk soal promosi sudah di terapkan 
>   bahwa masuk dalam orbit harus dimulai dari kota
> yang berada di ujung..   
>   namun demikian, bukan kah memang sudah di akui
> oleh bpk sekretaris 
>   bahwa setiap kali ada putaran mutasi/promosi, 
>   tidak bisa 100 persen memuaskan semua yg di mutasi
> 
>   70 - 80 persen memuaskan orang yang di mutasi, 
>   sudah di anggap sebagai mutasi yang baik.
>    
>   khsusus bagi para Lulusan PRODIP, ada ketentuan
> lain.. 
>   bukan kah sudah di ketahui bahwa lulusan ini 
>   sebetulnya diperuntukkan membantu kantor di
> daerah.. 
>   hanya saja, kemarin waktu baru lulus, 
>   belum secara langsung bisa di tempatkan di daerah
> kecil, 
>   mengingat dana masih terbatas
>   sehingga lulusan prodip di titipkan sementara di
> kota kota besar.
>   namun "sementara" nya itu, berlangsung cukup
> lama.. karena ada REORGANISASI.. 
>   ada yang di satu tempat sampe 4 tahun.. 
>   sudah ke bablasan enak .. sudah ada yang
> berkeluarga
>   dan ketika program sudah mulai dapat berjalan, 
>   dan para prodip mulai di tempat kan di kota
> kecil.. 
>   maka meraung raung lah para istri 
>   yang sama sekali tidak tau menau tentang ada nya
> kontrak 
>   yang sudah di tandatangani oleh para lulusan
> prodip kepada Departemen Keuangan. 
>    
>   nah kini saya sampaikan pengalaman saya pribadi
> waktu masih muda.. 
>   di ambon sebagai pelaksana tahun 1975 - 1978
>   menikah tahun 1977 istri saya kerja di jkt saya di
> ambon
>   1978 ikut pendidikan di jkt lulus S1 th 1980
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling? 
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke