Saya setuju Mas, kita bukan sisa, kita pioner yang masih "loyal" 
dengan 2 kategori:
1. Loyal karena memang pada dasarnya masih berharap dapat berkembang 
bersama DJPb
2. Loyal karena memang tidak ada akses untuk loncat tinggalkan DJPb.

Memang KPPN tetap menjalankan pelayanan seperti biasanya walaupun 
kami di-IDT, yang menunggu kejelasan selesainya SOP sehingga dapat 
berharap TKT naik sehingga gaji kami tidak habis gara2 pulang 
menengok keluarga, yang tidak kami bawa takut anak2 penerus masa 
depan kami jadi anak tertinggal juga.

Hidup pioner2 DJPb !

--- In [EMAIL PROTECTED], "jamur_kuping" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bukan menuduh, dan juga bukan panas2an.
> 
> Kebanyakan yang pindah itu eks-prodip.
> 
> Tapi yang tersisa di PBN juga masih dominan Prodip.
> 
> Eks-prodip identik dengan kualitas yang setara.
> 
>  
> 
> Saya rasa . kita yang tersisa di PBN juga bukan 
kualitas 'tertinggal'
> apalagi 'sampah'
> 
> Kualitas lebih yang diminta eselon 1 lainnya tidak lebih hanya 
faktor
> 'kedekatan' dan faktor 'informasi' saja
> 
> Jadi mereka bisa pindah ke eselon 1 lainnya.
> 
>  
> 
> Silahkan rekan-rekan bisa terlecut untuk membuktikan ke bu Sri 
(saya manggil
> beliau seperti ini) bahwa dengan TKT PBN yang ndak jelas, SOP yang 
ndak tau
> kapan selesainya.
> 
> Layanan kepada satker tetap diutamakan, dan kepuasan atas layanan 
itu yang
> utama.
> 
> Jangan sampai muncul asumsi tambahan bahwa yang menghambat 
pencairan APBN
> itu Ditjen PBN alias KPPN
> 
>  
> 
> Monggo. biar satker2 nanti yang ngomong : "Pelayanan di KPPN 
menyenangkan
> kok"
> 
>  
> 
> Ndak usah nunggu Pak Siswo dan Pimpinan yang Rapim balik untuk 
membuktikan
> ini kan ?
> 
>  
> 
> Jika ini saja tidak bisa. well .
> 
> Berarti kita adalah benar-benar pegawai 'sisa' dan mungkin 
adalah 's*mp*h' .
> 
>  
> 
> ----
> 
> jamur_kuping
> 
> h4nafi [at] depkeu.go.id
> 
> ym : h4nafi
> 
>  
> 
>  
> 
> This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, 
or
> otherwise confidential information. If you have received this e-
mail in
> error, you are hereby notified that any review, copying, or 
distribution of
> it is strictly prohibited. Please inform us immediately and 
destroy the
> original transmittal. Thank you for your cooperation.
> 
>  
> 
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Budi 
Santoso
> Sent: 12 April 2007 12:02
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Perbendaharaan List] Talkshow Menkeu Dalam Rapim DJPb 
Luar Biasa?
> 
>  
> 
> Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, 
yakni
> Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak-
blakan)-nya
> tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan 
merupakan
> sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala 
KPPN/Kanwil yang
> baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri 
bicara tentu
> sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh 
luar biasa.
> 
> Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai 
sekitar
> jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni
> pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah 
malam.
> Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara 
lain sangat
> menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir 
tersebut adalah
> teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan 
yang,
> menurut saya, cukup efektif.
> Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam 
ingatan
> saya.
> Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu 
yang
> pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi 
birokrasi
> (termasuk kebijakan remunerasinya) di lingkungan depkeu. Walaupun 
hasil
> akhirnya barangkali berujung pada kegagalan.
> Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain 
untuk membuat
> Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari 
secara
> sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju 
lainnya). 
> Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu 
tergantung pada
> kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental 
para pegawai
> depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan 
terhadap
> masyarakat. (So please, help me.) 
> Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw 
semangat/tekad DJPb
> belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-
unit eselon
> I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan 
pegawai
> DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit 
eselon I
> lainnya adalah yg (ter)baik;
> Kelima, ....saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada 
acara
> tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu 
Menteri (Pak
> Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman-
teman kita
> di milis ini..)
> 
> Salam,
> budisan 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
> with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke