Zam-Zam anu kasep pisan saha sadayana... Kumaha damang? Saya kuliah lagi di sini ambil Master Commerce (Economics&Finance) dari program APS (Australian Partnership Scholarships). Sekarang lagi "break" tengah semester, jadi sempat baca2 email dan kadang posting meski harus secepat kilat ngetiknya. Alhamdulillah, saya sudah berkeluarga, istri dari Bojonegoro, anak pertama laki2 umur 7 th, kedua perempuan 4th. Mereka semua saya bawa ke Australia dan sekolah di Australian Islamic School.
Boleh saya dikenalin dengan Iwan Kurniwa, karena saya juga senang kenalan dan punya banyak teman. Saya juga ingin bisa ketemu dengan teman2 seangkatan, adik kelas, senior2, dan semua yang ada di milist yang belum saya kenal karena tidak pernah satu tempat tugas atau pendidikan. Suatu saat saya ingin bertemu dengan pak Budisan yang tulisannya amat bagus, informatif, dan lugas. Pak Hari Ribawa yang biar sudah eselon II masih sempat aktif di milist (saya sempat search image di google karena penasaran, teman sekelasnya Pak Dir ya Pak?). Freeday yang ahli komputer dan cakap menulis, Mas Zainal74 yang teduh, Mas Amir S. Yahya yang inspiratif, Pak Eko yang menulis terstruktur, Astri yang paling cantik, Mas Indra Jabrix dari "dunia lain", Lion yang cermat, Frans Simarmata, Jamur Kuping Hanafi, Kank Anam (yang di Perpus?), Mamat Bowo (DIV langsung ya?), Irvan Sidoarjo dsb... Yang pasti saya sudah kenal ya Cimoth Moudy(candidat Phd) teman bareng UPKP V&VI, Wahyu Musukhal sang motivator yang lagi ambil Master of Human Resources di Melb, Lutfie Akmal & Seti Gaut teman di DIV, Mas Rio, Mas Hendra A. Probolinggo, Aa' Abdul Haq moderator (fotonya doang di YM, terima kasih udah didaftarin dari jauh)dsb.. dan pasti masih ratusan dan mungkin ribuan yang pasif sebagai pembaca setia...Ngomong2, teman kita angkatan 1994 mana ya selain kamu Zam? Terima kasih sekali lagi kepada Aa' Abdul Haq karena beliau saya bisa masuk milist ini setelah cari di google. Jadi tahu sepak terjang dan perkembangan kantor kita. Oh ya Zam, teman2 kita seperti Bulluck, Ade, dan Indras dll pada pindah ke DJA. Saya mengucapkan selamat menjalankan tugas negara dimana pun dengan sebaik2nya. Oh ya, ini ada sedikit oleh2 cerita/renungan/gambaran/perjuangan dari sisi lain di negeri "teroris" ini. Mungkin sudah tidak "update" karena reply dari tanggapan Wahyu Musukhal "tentang korupsi" dan CRV, waktu pertama kali saya jadi anggota milist. Semoga bisa diambil hikmahnya, jadi motivasi, dan pelajaran bagi kita semua dan para pembuat kebijakan di DJPB. Inti dari copy tulisan berikut ini adalah: "Mengapa saya sekeluarga baru sejahtera kehidupannya setelah tugas belajar di luar negeri dan sebagai "cleaning service" di negeri orang?" Bukan pada saat tugas belajar DIV? Bukan/belum bahkan pada saat saya sudah golongan III/B jadi pegawai Depkeu/DJA/DJPB yang tidak korupsi (??) dan pindah2 terus? Bagaimana nasib rekan-rekan saya yang golongannya di bawah, tidak biasa hidup susah seperti saya, dan belum seberuntung saya? Saatnya kita berubah terutama dalam soal mutasi, fasilitas rumah, dan remunerasi! Saya punya mimpi, bahwa kita harus bangga menjadi warga DJPB sekarang dan suatu saat nanti dan tentunya bisa melayani dengan baik bagi rakyat Indonesia untuk kesejahteraan mereka. Mungkinkah? Tidak ada yang tidak mungkin, kecuali memakan kepala sendiri.... Hi Mas Wahyu dan rekan semuanya, Apa kabar Mas Wahyu dan teman-teman semuanya? Perkenalkan saya Muhammad Abdul Khobir, baru pertama kali ini masuk di mail list ini. Kangen rasanya ingin ketemu teman2 lama, silaturahmi dengan para senior, serta berkenalan dengan adik-adik baru yang pastinya lebih fresh dan kinclong. Mas Wahyu, kalau ingin punya Innova dan CRV, tanpa sesenpun korupsi, Insya Allah bisa kok, apalagi setelah pulang dari Melbourne nanti. Jadi, tidak perlu tersinggung atau tidak enaklah sama Bang Taufiq karena kata suami Teh Ninih, kalau tersinggung berarti......apa hayo!:). Berani karena benar lho ya, bukan berani malu...karena kala sudah tidak punya malu, berbuatlah sesuka kita, dan tentu bakal malu-maluin banget dah hidup di planet ini dan di hari peng-hisab-an (bukan penghisapan, red.) nanti. Ingin rasanya saya membesarkan tingkat kemaluan saya, untuk menebalkan iman, tidak perlu ke Mak Erot, whalah! Oya, bicara soal nggak enak sama orang lain (pakewuh kali ya bahasa Inggris-nya..) itu konon juga ciri ketidak-ikhlasan beramal ya..seperti: mau masukin uang seratus ribu di kotak amal, ah nggak enak sama sebelah, jadinya nggak jadi deh, atau biar masuk kotak juga. Tapi khan, kalau tangan kananmu memberi, jangan sampai tangan kirimu tahu..wadaw tau ah iyap jadi ruwet. Mau tahu caranya? Bukan MLM bukan sulap bukan sihir. Salah satu caranya adalah, saat Mas Wahyu nanti ke Australia, selain belajar, sebaiknya kerja part-time job (kalau warisan sudah banyak sih, gak perlu..he he he). Bisa jadi cleaner, waiter, pramuniaga, atau apa sajalah...(jadi, hormatilah mulai sekarang, para cleaning service kantor dan mbak/mas yang melayani kita di warteg itu, siapa tahu suatu saat kita berganti peran..:). Halal, legal, mahal, dan otot2 kita jadi lebih kenyal Mas. Per jam sekitar Rp100 ribu. Kita boleh bekerja 20jam/week, kalau pasangan kita malah boleh full time. Jadi kalikan saja dengan masa 2 tahun misalnya. Bukan cuma si-er-vi, tetapi naik haji, atau beli rumah semacam di PJMI juga bisa kalau Allah menghendaki itu rejekinya telah sampai. Kalau cleaning service-nya saja segitu, berapa gaji PNS di Australia, kira-kira saja sendiri (belakangan saya tahu,pegawai baru, 12 ribu dolar per bulan). Saya punya teman sekelas, yang bekerja di Departement of Treasury-nya Western Australia. Tentu saja saya idak pernah bertanya tentang salary-nya karena secara mereka itu "impolite question". Cuma secara fisik, kalau ke kelas selalu pakai formal dress jas dasi rapi, mobilnya direktur saja kalah kali ya, padahal dia clerk biasa seperti kita tingkatannya (saya huznudzon dia tidak korupsi, atau amat kecil kemungkinannya karena sistem yang ada), tetapi dia juga sering naik angkutan umum transperth (seperti busway, bukan seperti metromini). Saya hanya bertanya di seputar sistem perbendaharaan mereka dan manajemen SDM mereka (cocok nih buat Mas Wahyu...). Yang ringan2 saja, mereka berangkat dan pulang kantor on time, maksudnya, tidak pernah kerja over time (lembur) karena government harus membayar mahal pegawainya. Seandainya pun pernah lembur, maka keesokan harinya dia boleh off. Asyik ya, udah dibayar mahal masih boleh libur keesokannya. Coba di kita, sering harus pulang malam atau kadang gak kerja juga ikut2an pulang telat sampai malam (mungkin untuk menghindari macet, mungkin kerjanya tidak efektif, mungkin overload karena pembagian kerja tidak merata, mungkin jadi orang kepercayaan, mungkin gak enak sama yang belum pulang (nha..ini lagi bukti su"udzon, apa gak ikhlas?), mungkin biar dibilang rajin, mungkin hasil resolusi tahun baru, mungkin untuk kompensasi uang lembur yang diterima, mungkin untuk menyalahgunakan fasilitas kantor seperti ngeprint, browsing, telepon, fax, untuk pribadi (hah?! teman saya yang auditor investigasi dari Amerika bilang, orang yang patut dicurigai melakukan "fraud" dan "abusement" adalah yang sering over time, nah lho!).., enggak juga ah, kata Bang Moudy masih ada banyak yang lillahi ta'alaists kok..Amiin. Selain itu, saya bertanya,"Apakah setelah kamu lulus nanti langsung naik pangkat atau jabatan tertentu? "Tidak",jawabnya, "karena pendidikan lebih sebagai investasi jangka panjang dan jika ingin mencapai atau mendapatkan posisi tertentu tidak "top down" tapi bisa melamar posisi itu dengan test, presentasi, dan uji kemampuan bersaing dengan kandidat lainnya, "imbuhnya. Katanya, untuk menghindari dislike and undislike factors. Ada bagusnya, tapi cocok tidak dengan "value" yang kita yakini bahwa meminta/melamar jabatan adalah "unvavorable". Satu lagi, jarang (tidak ada) teman kuliah yang sudah kerja tapi ambil kuliah full time. Selalu ambil part time, cuma ambil 1 atau 2 mata kuliah. Jadi lulusnya luuuama. Saya tidak tahu, karena terlalu berat, malas, kalau kuliah ambil waktu kerja gaji akan dipotong, atau gak kuliah juga sudah pada hidup makmur? Kalau kita sih, sudah biasa susah dan berat...jadi ya nggak masalah. Apalagi kalau sudah punya nilai2 yang diyakini, dan mendarah daging seperti: yarfa'ullaahulladzii..Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat.., terus Sayyidina Ali karamallahu wajhah juga berkata "faman araada humaa fa'alaha bi'ilmii" barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat maka itu adalah dengan ilmu; "tolabul ilmu..minal mahdi ilal lahdi, mencari ilmu itu wajib bagi laki2 dan perempuan sejak di buaian hingga liang lahat; utlubul ilma walau bissiin, carilah ilmu walau ke negeri Cina, juga amal yang tak pernah putus adalah al-ilmu yuntafa'ubihi, ilmu yang bermanfaat, etc.etc, bla bla bla. Jadi, tetap semangat deh karena motivasi sudah terinternalisasi dari dalam. Bahkan konon, untuk bisa menyetir dan memilih Innova dan CRV yang benar juga perlu ilmu lho. By the road, eh..by the way, Mas Wahyu sudah biasa menyetir mobil khan, seperti Ibunya Moudy Hermawan? (salam kenal buat Ibu tersayang Bang Mod ya. Ibu kamu hebat, but my mother hebat juga, tos!). Kalau sudah ya alhamdulillah, jangan seperti saya, yang "terpaksa" harus nyetir di sini, karena keadaan. Kebayang aja nggak beli mobil, orang pelaksana beranak dua hidup di Jakarta, gak punya usaha (ada sih, tapi kecil-kecil...), sekolah juga, mana agak2 "vehiclephobia" lagi (jadi bener ya Mas, gak beli mobil, bukan berarti gak korupsi, mungkin takut nyetir). Takuuuuut sekali berada di jalanan pakai kendaraan sendiri. Pernah sesekali dari Jurangmangu ke Lap. Banteng naik motor, wadauw sereem kanan kiri bis dan semrawut lalu lintasnya, kalau sudah di tempat parkir selalu berkata "alhamdulillah selamat juga sampai dengan hari ini"..Makanya, mending empet2an naik KA/bis ekonomi, sesekali yang AC biar variatif dan menikmati hidup atau memang gak ada pilihan, jemputan, atau omprengan. Lebih tenang...Kalau waktu tugas di Bali dan Madura sih, vehiclephobia-nya gak muncul karena lalu-lintasnya tidak terlalu ramai. Makanya sering digjlokin sama teman2, masak nyetir gak bisa, masak naik motor di keramaian takut, aku jawab aja, cita2 aku tuh naik mobil disetirin...punya sopir..hua ha huha..Amiin. Karena keadaan adalah: di Australia tidak ada/amat jarang sepeda motor, ke pasar/tempat belanja/sekolah anak serba jauh, tidak ada becak, ojek, atau KWK. Padahal kalau belanja mingguan, tentengan sayur, minuman, buah2an, beras, minyak, etc2 beraaat sekali, sama bawa anak 2 yang juga mesti ikut. Jadi kacian deh gue dan istri gue...waktu itu. Untungnya, istri saya sudah bisa nyetir duluan dan punya SIM, lalu lintas di sini amat teratur dan tidak ada macet, ditambah lagi harga mobil second di sini murah (sekitar Rp20juta, sudah AC dan automatic=gaji istri 2 bulan sebagai housekeeping di Australia). Walah, masa kerja saya saja sudah hampir 15 tahun di Depkeu tabungan nggak dapat segitu, itupun mungkin masih kecampur baur sama lembur). Maaf, kalau saya cerita kondisi ini, bukan berarti tidak memotivasi, tidak bersyukur, atau pamer/show off (astaghfirullah, naudzubillah bukan...) cuma biar saya, kita, kantor kita, negara kita bisa cepat berubah dan jauh lebih baik dengan cara yang baik dan diridhoi. Kalau mereka bisa, kita juga bisa tentunya.. Mengenai beli mobil, emang benar sudah siap lahir batin? Mungkin bisa beli mobil, tapi coba dipikirkan juga biaya pemeliharaan, pajak, service, asuransi, bensin, parkir, etc. Jangan sampai bisa beli gak ku ku dengan pemeliharaannya. Belum lagi parkirnya di mana, kalau macam saya dulu tinggal di rumah petak yang berada di lorong gang sempit (jadi bener ya Mas, gak beli mobil bukan berarti gak korupsi, tapi gak ada garasi..). Motor saja menyatu dengan tempat tidur. Saya waktu hampir selesai kuliah di STAN, sempat ngobyek jadi Auditor di Palembang. Suatu saat, teman satu tim saya yang baru lulus Akuntansi UNSRI datang ke Jakarta dan mampir numpang nginap ke rumah petak saya. Dia sempat kaget dan bertanya,"Bukannya Mas Khobir kerja di Depkeu dan Masters, kok mau2nya tinggal di sini? (di rumah petak, dekat pembuangan sampah, dan dekat kuburan)" tanya dia dengan polosnya.gubrak! Padahal, itu udah kata istri saya sudah yang paling bagus rumah petaknya dibanding tetangga. "Emang kenapa, nggak boleh?" jawabku dengan mantapnya. "Kirain...,bukannya kalau di Depkeu itu...katanya..Aku jelasin saja apa adanya kalau sebulan gaji dan TC saya sekian2, karena dia sudah aku anggap saudara. Jadi, kalau dengan gaji dan TC segitu bisa beli rumah di Bintaro, aku nggak tahu, emang gue pikirin, biar KPK yang mikirin, he he he..Dia mulai paham. Kalau yang heran orang luar Depkeu saya masih maklum, tapi ada teman baik, adik kelas saya yang akan wisuda, single, (dia sekarang di Meneg BUMN, menolak di DJP..semoga tidak menyesal ada remunerasi) sering main ke kontrakan/rumah petak saya juga belum ngeh. "Emang Mas belanja sebulan untuk keluarga berapa?" Aku jawab"xxx rupiah" ,hampir separuh gaji+TC. Emang cukup? Nah lho,..ya buktinya we are OK...whuokeh. "Ini sudah alhamdulillah lho, saya dulu SMA di pesantren sekamar sepuluh orang, makan bersama di nampan cukup dengan sayur, tidur di masjid dan langgar yang cuma alas tikar dan sarung sudah biasa sejak kecil, lha sekarang tiga petak ini cuma buat berempat khan lumayan...Kebetulan kami, berasal dari keluarga yang tidak menjadikan nilai2 materi menjadi ukuran utama sukses dalam hidup. Orang tua, mertua dan saudara2 sudah tahu berapa penghasilan saya sebulan. Jadi, mereka tidak punya ekspektasi yang tinggi terhadap orang dari Depkeu (kalau sekali2 shodaqoh ke orang tua dan keluarga, biar cuma sedikit, mereka senang sekali, terima kasih, semoga rejekimu tambah banyak ya..). Sekalian aja aku promosiin, itu juga karena dukungan istriku yang bukan saja cantik, tapi juga sabar, nrimo, dan gak neko2. Tuing2, istri saya yang berada di depan kami juga waktu itu tersipu malu tersanjung bahagia. Emang sih, istri sering support, rejeki akeh sing mburi Mas (masih banyak rejeki kita di Belakang nanti Mas), tukang becak saja juga bisa punya rumah kok.. lagian kita juga masih punya rumah warisan (!?) yang bisa kita tempati kelak waktu pensiun..Benar2 bukti campuran antara penerimaan,optimisme dan realita, dan ujung2nya temanku semangat minta dicariin istri setelah wisuda (orangnya cakep, tapi takut nikah karena takut gak cukup gajinya) Yo wis, konoh... Buat yang kurang berkenan karena kepanjangan, dan sebagainya mohon di-skip dan segera didelete saja... Terima kasih Kobir ----- Original Message ---- From: jamie handsome <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, 13 April, 2007 8:37:51 AM Subject: Hal: [Perbendaharaan List] Apa kabar Mas Rio? Mas kobir, lagi ngapain di negara teroris... ati ati lo kena sweeping, ( kalo gw nyebut USA ama anteknya negara teroris ) , kalo jualan marmer tulung agung di ciputat ajalah ga usah sampe ke perth.. salam buat keluarga ya.. apa masih jomblo nih kaya agus kurniwa.. he..he..he.. kelamaan di sono gak kenal agus kurniwa kan.. tanyain deh ama sobatnya di jakarta.. temen2 seangkatan sekarang banyak di DJA mas.. kembali ke selera asal.. ( kaya indomi aja yaa..) walopun cuma jadi ganjel pintu yg penting ga masuk hutan lagi katanya... salam paling manis dari Zamzam nu pangkasepna tea. ----- Pesan Asli ---- Dari: moch kobir <[EMAIL PROTECTED] com.au> Kepada: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com Terkirim: Kamis, 12 April, 2007 1:49:05 Topik: Re: [Perbendaharaan List] Apa kabar Mas Rio? Hai Mas Rio, Ya, benar Mas Rio, ini Kobir, yang suka renang/diving/ snorkling/ nyemplung di Laut???(Rio, 2007). Itu lho, yang dari Tulungagung, lulus Prodip III Anggaran 1994 (seangkatan Zam Zam Ahmad Nurzaman (saha eta nya'.., putra anggota DPRD Jabar itu.., bukan aku...tapi dia..), pernah penempatan sementara di Dabimtek Dit. TUA (1994-1995), KPPN Denpasar (yang nerusin "ngartu gaji" panjenengan, he he he)(1995-2000) , KPPN Pamekasan (2000-2002), Jurangmangu (2002-2005), penempatan sementara lagi di Pengembangan Pegawai, beberapa bulan di Mutasi Kepegawaian, dan beberapa bulan di OTL, (khan sering ketemu kalo mbahas perdirjen permenkeu dari Dit PHLN?) (2005-2006). Sekarang saya lagi ditugasbelajarkan di Curtin University, Western Australia. Di sini juga masing sering renang kok, tapi sekarang mulai mau musim dingin dan banyak Shark, jadi gak berani nantang kayak dulu lagi.. Mas Rio sekeluarga gimana kabarnya? Kalau tidak salah lihat, Mas Rio termasuk pegawai yang diekspor ke Direktorat lain yang dikirim Mas Mamat Bowo kemarin ya...Selamat ya Mas, all the best, dan semoga Mas Rio sekeluarga selalu diberkati Tuhan, sehat, dan sukses selalu. Salam buat keluarga. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, seharusnya ini lewat japri ya, tapi mau mengulang mengetik kok keluar malesnya... >From Perth with love, Kobir ----- Original Message ---- From: RIO <[EMAIL PROTECTED] com> To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com Sent: Thursday, 12 April, 2007 3:44:10 PM Subject: Re: [Perbendaharaan List] mutasi lagi nih Ageng... Setuju..... Setuju..... Setuju.... Setuju... Btw: Ini Mas Kobir yang suka nyelem/renang/ diving/snorkling /nyemplung di Laut??? 2007/4/12, ageng panjawi <ageng_panjawi@ yahoo.com. sg>: > > Menurut saya masalah mutasi itu gak ada problem, dengan catatan > masalah fasilitas orang yang dipindah-pindah harus terpenuhi. Misalnya > rumah yang layak ditempati, perabot rumah tangga yang harus dibawa, keluarga > semua terpenuhi kebutuhan etc. > > selanjutnya aturan main jelas that's all > > > > ------------ --------- --------- --- > Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://au.messenger .yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;} #ygrp-text{ font-family: Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family: Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; } #ygrp-actbar .left{ float:left;white- space:nowrap; } .bld{font-weight: bold;} #ygrp-grft{ font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom: 10px;} #ygrp-vital{ background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; text-transform: uppercase; } #ygrp-vital ul{ padding:0;margin: 2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; padding-right: .5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight: bold;} #ygrp-vital a { text-decoration: none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration: underline; } #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font- size:77%; } #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0; } #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration: none;font- size:130% ;} #ygrp-sponsor #nc { background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- height:122% ;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration: none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration: underline; } #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0; } .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120% ;} blockquote{margin: 0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> ____________ _________ _________ _________ _________ ________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo. com/ [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
