dear f badrun,
   
  sabar dik, tdk slamanya  akan  pada suatu situasi begitu, yang penting 
menghayati nama baru kantor yang ditambahin kata "pelayanan" kalau di jawain 
jadi kata "service" dan klo di jabarin lagi jadi menyelesaikan sesuatu u/. 
client or orang lain dan orang yang mendapatkannya menjadi senang, dan itulah 
main duty kita sbg public servant
  begitu juga bendh pengluran pada office adik di celebes, dia hrs menyadari 
mempunyai tugas melayani oprsional kppn secara kesluruhan, dari penyediaan 
kesejahteraan smua peg. , sarana prasarana office sampai kebutuhan boss baik 
dinas bahkan kadang2 prive request dari boss, boss itu ada boss local ada pula 
boss extern, (tamu pusat, tamu kanwil, pemeriksa, pembinaan dll)
  semua itu tidak usah dipikirin nanti stress n depressi yg rugi adik sendiri,
   
  langkah yg hrs diambil adalah "do ur jobs as good as ur ability or as u can 
do"
  badai pasti berlalu, tunjukan bahwa adik bisa menyelesaikan tugas yang 
dibebankan pada saat ini bila perlu lbh baik dari yang sbelumnya sbab adik 
tinggal jauh dari mother land khan, jadi hari2 hrs dilalui dgn enjoy, jgn lihat 
dapur orang lain, tunjukkan bahwa adik adalah pegawai yang mempunyai suatu 
kelebihan yang positif, punya nilai plus, jika bendh pada office adik adalah 
old generation , dia akan dihapus secara alamiah karena umur / pensiun, nah 
jika dia lulusan / atwa kakak kelas atau generasi yang sama dgn adik, maka adik 
harus bertekad tidak seperti dia jika berada pada posisi itu , itu yg disebut 
tampil beda but positif, yang payah khan jika suatu saat adik berada pada 
posisinya, adik melakukan hal yang sama spt dia bahkan lbh buruk jika dilihat 
dari kcmata orang lain , yang bisa merubah hanya diri sendiri,
  saya senang adik anti dan bosan melihat klakuan spt itu, jadilah pelopor "cut 
generation" to be  better officer / public servant.
  saya maklumi pola pikir adik masih idealis, pertahankan jangan sampai berubah 
saat berada di sarang perampok, tapi gantilah perampok2 menjadi good public 
servant, selamat berjuang semoga kata PELAYANAN pada kantor adik bukan hanya 
pemanis nomenklatur saja, doa saya menyertai adik slalu skali lagi smoga sukses
   
  jo_es

fahd badrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
...hhhh....gw lg pusing kalo inget2 cara bendahara
kantor gw nyairin duit KPPN, mana dy atasan langsung
gw lagi (korpel), nasib memang jd pelaksana.

Mgkn sudah byk yang fiktif dan masuk ke kantongnya,
salah satunya beberapa mggu yang lalu terjadi
kerusakan pada 1 komputer dan 2 printer kami. Lantas
bendahara gw ngajuin TUP 15 juta, nah sekarang adalah
saat mempertanggungjawabkan TUP itu. Salah satunya
tertera GU hampir 2 juta untuk pemeliharaan komputer
dan printer, tapi buktinya ga da sama sekali yang
diperbaikin, bahkan gw sebagai supervisor sekaligus
pembuat laporan2 SAI SABMN dll mpe pusing karena
minimnya komputer+printer di kantor gw yang baru
berumur tepat 1 tahun. Padahal di mark up aja udah
cukup, dan bisa dimaklumi(terpaksa), tapi kalo 100%
dimakan ke kantong pribadi, apa dy ga takut masuk
"Hidayah" yah???

Kalo gw tanya, mudah tersinggung, ga ditanya ya bgini,
serba salah. Selain itu masalah motor dinas (Thunder
2006) dan mobil dinas (Panther) KPPN yang seperti
menjadi milik pribadinya. Bayangkan, dy ga pernah mau
ngisiin bensin motor dinas, tapi tiap bulan ada aja
kuitansi dari SPBU sekitar 300 rb, mgkn jauh lebih
besar karena itu belum termasuk kuitansi bensin untuk
mobil dinas. Padahal kalo hari kerja byk pegawai
sendiri yang ngisiin tuh bensin motor dinas.

Jumat mpe minggu dy pulang ke pare2,tapi kunci dan
STNK motor dinas slalu dy sembunyiin di ruang gudang
yang kuncinya dy bawa ke pare2, padahal kita2 yang
prodip single tinggal di kantor (mess) semua, so ga
bakal terjadi apa2 ma tuh motor selain dipake. Kalo
pun di pake pasti diisiin lagi mpe full.

Hhhh......sobat2, gmana supaya dy sadar..... Dilematis
bgt bro, serba salah...
Apa lagi sebentar lagi gw ikut diklat operator
aplikasi bendahara, bisa2 semakin byk kebusukan yang
terungkap, baru secuil aja gw ga tahan liatnya. 

Gw maklum kalo bendahara itu suka mark up, tapi gw ga
pernah bisa terima kalo ternyata apa yang
dipertanggungjawabkan itu benar2 tidak ada sama
sekali.

Gw dah ga tahan dikantor "busuk" ini, mulai dari the
'fuckin' bendahara, mpe orang2 seksi perbendaharaan
(korpel dan kasi) yang selalu "lewat tol" dan
menyalahi alur penyelesaian SP2D kalo ada satker yang
kasih "uang tol", yang kalo gw (sebagai operator SP2D)
menegur pasti malah balik dibantai.

Yah....mungkin karena gw baru 3 bulan disini, belum di
"dengar", tapi liat saja nanti........

Sukses wat semua, semoga ga da yang tertekan kayak
gw.........

________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/


         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke