Waalaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh,

Hai Pak Kursus, apa kabar? Wah seneng sekali tahu Pak Kursus muncul. Dulu 
pernah menulis di Majalah Anggaran, khan? Nulis lagi dong di 
milist...Alhamdulillah "aku baik-baik saja", kata RATU, kalau kata saya sih, 
ruarr biasa baik!

Kok seneng banget sih sekolah? Apa ora bosen? Ini pertanyaan yang sangat sering 
ditujukan ke saya. Bener juga, SD 6th, Tsanawiyah 3 th, SMA 3th, DIII 3 th, S1, 
1,5th, S2 DN 1,5 th, DIV 2,5th, S2 lagi 2 th. (23 th dari umur saya 33 th). 
Kalau saya balik tanya, "Kok Pak Kursus seneng banget sih kursus? Apa ora 
bosen? (he he he ...becanda lho, biar gak sutrisno budi..). Saya jawab ya, 
seperti layaknya interview masuk KPPN Prima, Ok?
1. Motivasi "mencari ilmu" itu sudah terinternalisasi karena agama mengajarkan 
untuk itu (coba intip lagi tulisan yang saya tulis ke Zam2 dan Wahyu Musukhal 
kemarin, kalau mau dan sempat sih...kalau ditulis ulang ntar dikira ustadz 
kesasar..)
2. Uang bisa hilang, barang bisa rusak, tetapi ilmu terbawa ke mana saja.
3. Pendidikan adalah investment, bukan cost atau expense...
4. Pendidikan memudahkan saya membuat pilihan-pilihan dalam hidup dan menemukan 
jawabannya.
5. Pendidikan masih saya yakini salah satu cara yang akan menjadikan kehidupan 
menjadi lebih baik karena saya bukan anak orang bermodal, anggota DPRD seperti 
Zam2, atau anak Pak Lurah seperti Agus Nurset. Lha wong Ibu Sri Mulyani yang 
anaknya Profesor saja masih mau repot2 sekolah, atau anak Cina2 kaya juga pada 
sekolah, masak yang orang tuanya cuma tamat SD gak mau sekolah?
6. Saya ingin memberikan motivasi kepada anak-anak saya, adik2 saya, teman dan 
orang di lingkungan saya untuk selalu optimis mencapai cita-cita, berdasar 
bakat dan kemampuannya. You are is what you think. Kita bisa, jika kamu pikir 
bisa. 
6. Harapan saya sih, ilmu saya nanti bisa bermanfaat buat diri sendiri, 
keluarga, instansi saya yang telah mengantarkan dari "nobody" menjadi 
"somebody", dan tentu saja buat rakyat Indonesia yang telah membiayai saya 
waktu di DIII dan DIV.

Itu sih, yang lumayan berat alasannya, kalau yang ringan sih, emang jalan hidup 
saya harus begitu, emang saya rejekinya di situ...kalau bercandanya sih......

Ngomong2, sekolah itu enaknya cuma saat diterima sama saat lulus...di 
tengah-tengah itu, hmmm huenak tenannn...diterpa assignments 
"termehek-mehek"..Pengalaman saya, sekolah DIII asyik, kalau sekolah atas 
inisiatif sendiri itu, gak enak pas bayarnya, mutu tergantung orangnya..., 
kalau di DIV lama, prihatin, dan berat, tapi jaminan mutu, kalau di luar negeri 
dapat bonus dolar yang tak pernah tersangka-sangka dan terbayang sebelumnya.

Soal biaya hidup di Australia: Sydney, Melbourne, Canberra, Brisbane, Perth, 
dan terakhir Adelaide adalah kota yang paling mahal dan paling murah berdasar 
statistik. Seperti saya di Perth, saya dapat beasiswa per bulan untuk yang 
sudah berkeluarga sekitar $2.100 AUS (equivalen rupiah per dolar AUS = 
Rp7.250). Untuk kehidupan sehari dengan kehidupan standar (standar hidup di 
sini lho ya, apartement double bed dengan fasilitas akses internet 24 jam, 
kompor gas, pemanas/pendingin ruangan, fridge, makan empat sehat lima sempurna, 
dsb., tidak diirit2 dan tidak boros, maksudnya) habis sekitar $1.500 AUS per 
bulan. Kalau yang single/gak bawa keluarga dapat $1.700.Pas datang, juga 
dikasih $2.100 AUS, selain yang di atas. Sekarang kabarnya diberi $5000 dolar 
dan ongkos pp pesawat tiap tahun untuk kunjung keluarga karena setelah saya, 
keluarga gak ditanggung.

Kalau dibandingkan dng Indonesia ya memang jauh lebih mahal, seperti Indomie 
sekitar Rp4.500 ($0,7), makan nasi goreng sekitar 7 dolar (Rp50 ribu). Tetapi, 
kalau dilihat dari beasiswa/penghasilan yang masuk, selalu lebih dari cukup. 
Kerja satu jam 16 dolar, tetapi harga daging cuma 8 dolar per kilo. Apalagi 
kalau kita mau capek-capek bekerja part time job (dan di Australia sini amat 
mudah mencari job..) per bulan juga bisa dapat penghasilan sekitar $2000 atau 
lebih. 

Jadi, dont worry too much..kalau mau sekolah lagi, Insya Allah para lulusan 
DIII, DIV, dan sarjana seleksi Depkeu tidak akan menemui kesulitan yang 
berarti. Sudah terbukti dan teruji di DJPB...dan saya yakin akan betah karena 
fasilitasnya yang amat lengkap dan semua serba teratur. Lha wong di tempat 
terpencil saja tahan koq...

Sudah segitu saja ya, gantian Pak Kursus yang ngomong, kalau ada yang mau tanya 
tentang kiat sukses menembus S2 Australia dan interview-nya dengan sangat 
senang hati saya mau sharing di sini.. Yang penting, Inggris-e disik, capai 
syarat minimal (bukan utama, tapi penting)...

Kutunggu ceritamu..

Wassalam,

Kobir






----- Original Message ----
From: maskursus abusyamil <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, 16 April, 2007 4:51:06 PM
Subject: Re: [Perbendaharaan List] Berita baik ato sekedar wacana ..!?


asslamualaikum mas kobir , saya pak kursus ..

apa kabar ... ko seneng banget sih sekolah .... apa ora 
bosen he he..

biaya hidup gimana di ausi cerita donk?

semoga sukses .. aamiin

kursus
di pekalongan Indonesia

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Mari bergabung dalam e-community kami di www.manggamuda. com . Kamu akan 
bertemu teman-teman baru, berbagi cerita, mendapatkan info-info menarik dan 
masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya. Tunggu apa lagi, buruan ke 
ManggaMuda!! ! See you there :)
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -



Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke