iya sayang sekali wakil kami ndak hadir..... ceritanya sangat menggugah semangat ... apalagi kalo diceritakan langsung oleh KK.... teganya-teganya yg ngelarang.....hiks....
________________________________ From: [email protected] on behalf of Hari Ribowo Sent: Mon 16-Apr-07 10:20 To: perbend list Subject: [Perbendaharaan List] talk show Menteri Keuangan yth. pak Budisan, dan teman teman lain di milis perbendaharaan. saya sudah beberapa kali mendengar Bu Ani berbicara dalam segala hal beliau mengutarakan nya dengan menarik. tapi satu yang saya rasakan dan membuat saya berbesar hati adalah bahwa kini beliau sangat dekat sekali dengan DJPB.. mengapa saya bisa ber kesimpulan seperti itu? Malam itu beliau dijadwalkan tiba di sahid jaya jam 20.00 kenyataan nya beliau terlambat tiba karena ada tamu yang mengharuskan beliau adakan rapat mendadak di kantor nya. akhirnya beliau tiba jam 20.30 kami sudah selesai makan dan sudah duduk rapi di ruang Ball Room "PURI AGUNG" beliau langsung turun dari mobil, menuju Puri Agung.. dan acara dimulai dengan sambutan pak Dirjen Perbendaharaan. yang kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Beliau sekaligus pembukaan RAPIM dalam sambutan yang kurang lebih memakan waktu 1 jam itu beliau menyampaikan hal yg menarik. sambutan ditutup dengan pemukulan GONG tanda RAPIM dibuka. pada kesempatan TALK SHOW, beliau duduk berdua dengan Pak Dirjen Perbendaharan di Podium dan masih menjawab beberapa pertanyaan dari forum.. selama itu belaiu kelihatan sangat bersemangat. rasa rasanya enggan menutup acara kalau tidak lihat jam karena beliau sudah bersama para pejabat DJBP sampai jam 23.30 padahal secara sepintas beliau mengutarakan belum sempat makan malam. setelah acara selesai pun jam 23.30 beliau masih mau memenuhi permintaan panitia untuk potret bersama beliau minta izin sebentar ke belakang, dan kembali ke ruang ball room.. hanya untuk menggembirakan para pajabat DJBP bisa berpotret bersama beliau. itulah sekedar gambaran mengenai betapa dekat nya Beliau kepada DJPB. sebagai informasi, beliau juga melakukan hal yang sama ketika bertatap muka dengan para pejabat departemen keuangan di Yogya (pada saat pengukuhan Prof Dr Budiono) tidak salah lagi kalau beliau menyatakan bahwa saat ini beliau sudah menjadi personal yang lebih 06 dari pada pejabat yang sejak semula ber NIP 06. Dalam kesempatan menyampaikan sambutan pada pembukaan RAPIM beliau mengawali nya dengan kalimat bahwa DEPKEU sedang menghadapi masa depan yang penuh tantangan. kita sedang di sorot oleh semua orang.. beliau mengilustrasikan bahwa wajah DEPKEU sangat tergantung pada wajah para petugas yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di lapangan. di pelabuhan, wajah DEPKEU tergantung pada petugas Bea Cukai. dalam soal pencairan dana, wajah DEPKEU tergantung pada petugas KPPN. diatas semua itu, yang penting kita harus punya tanggung jawab kolektif agar wajah DEPKEU jadi baik. Menyinggung mengenai TSA, di katakan oleh beliau bahwa kita harus mengerti bahwa core bisnis kita adalah sebagai KASIR. dan harus diakui bahwa sistem dan cash manajemen kita saat ini masih kuno. itulah sebabnya kita memperkenalkan Treasury Single Account (TSA) ini bukan sok sok an.. tapi tujuan TSA adalah agar Menkeu bisa hitung berapa dana kita dan tujuan yang satu lagi adalah Menkeu tidak izinkan 1 sen pun uang itu idle. senada dengan perkembangan zaman, Menkeu kini dituntut untuk menjadi seorang administrator sekaligus seorang manager atas dana negara.(kita kan tau apa beda seorang adminsitrator, dan seorang manager). Selanjutnya ringkasan dari Sambutan Beliau sesuai dengan yang dicatat oleh pak Budisan: Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu yang pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi birokrasi (termasuk kebijakan remunerasinya) bukan hanya di lingkungan depkeu. Walaupun hasil akhirnya barangkali berujung pada kegagalan (istilah beliau walahualam) Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain untuk membuat Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari secara sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju lainnya). Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu tergantung pada kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental para pegawai depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat. (beliau bertanya apakah para pejabat DJPB mau membantu? So please, help me.) Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik; mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan kata "peringatan" memang DJPB sedang mengalami dilema, disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT.. dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu) namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri dari pak Siswo saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk meng ekspor pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah. saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu. pada saat talk show.. beliau memberikan kesempatan bertanya kepada forum dan ternyata ada pertanyaan yang cukup teknis namun demikian beliau menanggapi bagaikan sudah kenal benar akan isi perut kita.. ini yang membuat orang terkagum kagum.. dan beliau menyimpulkan bahwa dari pertanyaan yang diajukan itu ternyata pegawai DJPB ini pintar2..(mudah2an demikian ya..) demikian dari saya pak Budisan. Subject: [Perbendaharaan List] Talkshow Menkeu Dalam Rapim DJPb Luar Biasa? > > > > Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, yakni > Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak- blakan)-nya > tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan merupakan > sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala KPPN/Kanwil yang > baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri bicara tentu > sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh luar biasa. > > Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai sekitar > jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni > pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah malam. > Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara lain sangat > menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir tersebut adalah > teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan yang, > menurut saya, cukup efektif. > Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam ingatan > saya. > > Kelima, ....saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada acara > tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu Menteri (Pak > Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman- teman kita > di milis ini..) > > Salam, > budisan > > > > --------------------------------- Subject: [Perbendaharaan List] Talkshow Menkeu Dalam Rapim DJPb Luar Biasa? > > > > Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, yakni > Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak- blakan)-nya > tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan merupakan > sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala KPPN/Kanwil yang > baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri bicara tentu > sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh luar biasa. > > Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai sekitar > jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni > pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah malam. > Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara lain sangat > menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir tersebut adalah > teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan yang, > menurut saya, cukup efektif. > Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam ingatan > saya. > Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu yang > pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi birokrasi > (termasuk kebijakan remunerasinya) di lingkungan depkeu. Walaupun hasil > akhirnya barangkali berujung pada kegagalan. > Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain untuk membuat > Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari secara > sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju lainnya). > Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu tergantung pada > kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental para pegawai > depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan terhadap > masyarakat. (So please, help me.) > Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb > belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit- unit eselon > I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai > DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit eselon I > lainnya adalah yg (ter)baik; > Kelima, ....saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada acara > tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu Menteri (Pak > Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman- teman kita > di milis ini..) > > Salam, > budisan > > > > --------------------------------- --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
