pak Budisan,
terimakasih tanggapan nya.
seperti yang pernah saya katakan sebelumnya
kita ini sedang mengalami dilemma "seperti buah simalakama, dimakan bapak
mati, tidak dimakan ibu mati"
setelah membaca berbagai tulisan dari teman teman di milis ini
saya jadi mengerti apa yang sedang terjadi di sekitar kita.
maafkan saya kalo semula saya menganggap banyak diantara generasi muda saat
ini
tidak cukup tegar di DJPB karena ingin hijrah ke tempat lain..
saat itu saya masih beranggapan migrasi itu terjadi akibat ketidak puasan
generasi muda yang ditempatkan di pelosok.
saat itu saya hanya melihat dari satu sisi pandang saja, ketidak puasan atas
kebijaksanaan mutasi.
padahal masalah yang dibicarakan adalah masalah lain..
yaitu buah simalakama tadi..
disatu sisi kita sedang dituntut mempersiapkan pelayanan yang baik dengan
menggunakan IT
yang akan mengakibatkan banyak pegawai kita tidak punya job.
percontohan KPPN Prima akan segera di laksanakan di beberapa ibu kota
propinsi yang mempunyai KPPN II (Medan II, Jakarta II, Bandung II, Semarang II,
Surabaya II, Makasar II) Type nya mengambil contoh pelayanan prima KPPN
Khusus Banda Aceh yang pegawai nya hanya berjumlah 40 orang tapi mengelola dana
sebesar 40 triliun dan berhasil menjadi satker dengan kinerja terbaik secara
nasional.
maaf salah ya kalau ada yang mengatakan bahwa KPPN Prima hanya butuh 20
pegawai sehingga kalau seluruh KPPN (178 KPPN) telah berubah jadi KPPN Prima
hanya dibutuhkan 3560 (178 x 20 orang) di seluruh indonesia untuk bekerja di
KPPN). Yang ideal kita membutuhkan 7220 pegawai karena 40 kali 178 = 6220 orang
plus 1000 di kantor pusat.. padahal kita saat ini punya 12 ribuan pegawai. Mau
di kemanakan pegawai yang 5000 sisa nya.
masalah buah simalakama ini bukan hanya menjadi pemikiran para pegawai, tapi
juga menjadi pemikiran para petinggi di DJPB. kita sama sama mencintai DJPB..
Namun DJPB saat ini terlalu gemuk.. terlalu banyak pegawai,
pimpinan DJPB, mungkin semula juga sependapat dengan saya
bahwa semua pegawai DJPB sebaiknya tetap merupakan satu kesatuan di DJPB.
apa yang kita rasakan.. kita rasakan bersama, suka maupun duka.
tapi kemudian pendirian itu bisa saja (mungkin saja) berubah,
tentu nya dengan berbagai pertimbangan lain.
kalau kini pimpinan di DJPB merelakan pegawai migrasi (istilah saya) ketempat
lain
mungkin saja disebabkan karena suatu pemikiran suatu jalan kearah
keseimbangan..
karena saat ini ada unit eselon I yang cuma punya 500 peg, ada yang cuma 600,
tapi ada yang 15 ribu (DJP), ada yang 12 ribu (DJPB) dan ada juga yang 9 ribu
(bea cukai)
mungkin perpindahan ini adalah upaya mencapai keseimbangan
sehingga semua unit eselon satu mempunyai potensi pegawai yang nyaris
seimbang.
oleh karena itu tidak jadi persoalan siapa pun yang pergi..
tua muda, tenaga handal maupun bukan,
pejabat struktural, maupun pelaksana.. tidak jadi masalah
dan itu bukan langsung berarti pimpinan tidak perhatian,
itu semata mata untuk mencari jalan keluar untuk kebaikan bersama
(untuk kloter pertama yang dikirim di milis terlihat daftar nama sebanyak
700an pegawai).
hilangkan lah istilah "kurang loyal" atau "kurang komit"
karena semua yang pindah itu adalah pribadi pribadi yang terpanggil dalam
rangka perbaikan citra Depkeu.
sangat benar bila pak Sesditjen berkata, bahwa kita tidak bisa menahan mereka
yang ingin pindah dari DJPB. karena kita sama sama (baik pimpinan maupun
pegawai) sedang berupaya, sedang dalam proses memperbaiki citra Depkeu.
Cuma mungkin ada yang ketelingsut, karena diantara pegawai yang mau pindah
itu ada yg bernama Pudja, Dion, Setyabudi, Nugroho Didiek, Mardiono dan Puspa.
Pegawai pegawai yang disebut namanya itu, hendaknya menahan diri dulu, karena
saat ini sedang dibutuhkan tenaga dan pikiran nya untuk program besar DJPB
yaitu MPN dan TSA.
Saya tetap percaya, tidak ada terbersit di dalam hati pak Sesditjen untuk
menahan atau membiarkan pegawai pindah..semua dipasrahkan kepada pegawai yang
bersangkutan untuk menentukan nasib nya sendiri..
tapi saya pun yakin tak ada pula dalam hati beliau menginginkan pegawai
sampah yang tersisa di DJPB.
beliau itu seorang yang berpikiran luas. dan sangat loyal kepada DJPB.
saya sependapat dengan tulisan pak Budisan pada alinea terakhir :
kita memang akan kehilangan banyak peg handal tetapi masih memiliki cukup
banyak peg handal lainnya yg masih tetap tinggal di DJPb.
tapi tidak ada salahnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya
kekurangan tenaga Handal, kita harus persiapkan pelatihan pelatihan yang serius
bagi pegawai seluruh pegawai yang masih mau tinggal di DJPB.. Minimal eselon iv
tidak boleh gaptek dengan IT.
SEMOGA BERJAYA LAH DEPKEU.
wassalam
Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Hari benar, Bu Ani tidak menggunakan kata "peringatan" tetapi intinya
"mengingatkan....." supaya dalam proses perpindahan pegawai DJPb ke unit-unit
eselon I lainnya yg sangat membutuhkan tambahan pegawai diatur sedemikian rupa
sehingga DJPb tidak kehilangan terlalu banyak pegawai2 potensialnya. Saya
sendiri sebenarnya agak heran karena Bu Ani ternyata menangkap sebagian
kekhawatiran kita yang terkait dengan persetujuan secara total (tanpa
saringan?) terhadap permintaan lolos butuh pegawai dari unit-unit eselon I yg
membutuhkannya.
Terus terang saya tidak tahu secara persis berapa jumlah pegawai potensial DJPb
yg diijinkan untuk pindah/keluar (ada yg menggunakan istilah diekspor) dari
DJPb. Tetapi sekretaris Kabag Kepeg sendiri yang (setelah melihat daftar
pegawai yg pindah) mengatakan kepada saya bahwa pegawai2 yg diijinkan keluar
dari DJPb adalah pegawai2 pilihan/handal. Yang saya tahu diantara peg Dit Sist
Perbend yg telah disetujui utk pindah/keluar dari DJPb antara lain adalah Puja
dan Dion (programer MPN), Setyabudi (programer Bendum), Nugroho, Didiek dan
Mardiono (programer SPM/SP2D), dan Puspa (staf saya). Info yg saya terima,
kekhawatiran Dir Sistem Perbend telah direspon secara positip oleh Dirjen dgn
janji akan "menahan" Puja untuk mengamankan MPN.
Pada prinsipnya saya setuju bahwa DJPb seharusnya memberikan sebagian
pegawainya (terbaik dan bukan terbaik) berdasarkan kebutuhan peg DJPb dan
kebutuhan peg unit-unit eselon I lainnya. Dalam berbagai kesempatan saya
mendengar Pak Siswo dan Bu Anandy mengatakan bahwa kita tidak bisa menahan
mereka yang ingin pindah/keluar dari DJPb (walaupun beliau juga menyayangkan
pegawai2 handal yg mengajukan pindah dari DJPb yg dinilainya sbg tdk komit pada
DJPb). Info yg saya terima dari peg setditjen, lamaran yg masuk melalui DJPb
mungkin sekali diseleksi tetapi lamaran yg masuk melalui (yg telah disetujui)
unit eselon I yg membutuhkannya nyaris tidak satupun nama yg ditolak.
Saya kira tidak benar kalau banyak peg handal yg keluar dari DJPb itu berarti
peg DJPb yg tersisa adalah "sampah". Demikian pula, tidak benar bila kita
menilai peg yg keluar dari DJPb sbg tdk komit pada kantor/institusi dan mereka
yg tetap tinggal di DJPb sbg komit pada kantor/institusi.
Silakan dikoreksi.
salam,
budisan
Hari Ribowo wrote:
Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb
belakangan ini
untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya
(DJA/DJKN/DJPK/DJPU)
hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai
sampah,
karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik;
mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan kata
"peringatan"
memang DJPB sedang mengalami dilema,
disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT..
dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu)
namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri dari pak Siswo
saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk meng ekspor
pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah.
saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu.
Recent Activity
64
New Members
3
New Photos
2
New Files
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Arizona regional mls
Regional truck driving jobs
Yahoo! Photos
Create your own
Photo Gifts
Y! Messenger
Files to share?
Send up to 1GB of
files in an IM.
Yahoo! Mail
Get on board
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]