--- In [email protected], ZAKI ZAIDAN <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
Jangan lupakan kalau mereka yg pindah tersebut, yang pintar tersebut
pastinya merasa tidak nyaman dengan rumahnya sendiri, kalau merasa
nyaman pastinya mereka malas bikin surat lamaran sana sini, kasak
kusuk sana sini... belum lagi nunggu putusan cerainya.. belum lagi
sesuaikan diri...capeee deehh...udah pergi baru papa mama pada
sibuk...yang harusnya bikin nyaman untungnya bukan saya....

zamzam 


> Mohon maaf ikut nimbrung dan salam kenal, sedekar ikut komentarin
uraian panjang lebarnya bpk Hari, Budisan, dan juga teman2 mil-mil
lainnya, saya hanya menilai "kawan-kawan" kita yang lompat pagar ke Es
I laennya adalah kembali kepada persoalan kebijaksanaan. mereka yang
potensial, cerdas, memang berat untuk dilepaskan karena pada mereka
ada "PR" pekerjaan rumah yang belum selesai yang begitu penting yang
bisa membuat suatu institusi kelihatan agak terpincang gara2
orang-orang tersebut hengkang, sampai-sampai ada keinginan untuk
menahannya. Ada sedikit kesimpulan yang ingin saya sampaikan bahwa :
>   1. Kita khususnya DJPB kelihatannya amat tergantung kepada para
pakar yang IT yang hengkang tersebut. Apa ngak ada sistem kerja TIM
(maksudnya apa dalam membuat suatu aplikasi baik MPN dan turunannya
apa ngak pake TIM2an,.... maaf wong deso ngak ngerti....)yang solid.
Sehingga kalaupun satu pergi tidak akan mempengaruhi kegelisahan teman
tim yang lain.
>   2. Ribuan pegawai pegawai kita yang amat cerdas lebih banyak kok,
cuman kesempatannya aja yang belum. Ngak usah kuatir lah.... saya
ingat kata-kata bos saya "bahwa pegawai keuangan adalah orang-orang
pintar karena mereka masuk jadi orang keuangan mana mungkin kalau
orang bodoh masuk keuangan.... hanya setelah menjadi pegawai
motivasinya laen-laen." ndak usah dipersoalkan cuma perlu menata
kembali potensi2 pegawai yang 12.000 menjadi bagian 6.000 adalah
benar-benar pegawai handal, profesional, terpercaya.
>   3. Dari sekian ribu pegawai DJPB yang perlu dipikirkan sekarang
setelah jamannya era IT tea maka banyak pegawai yang berumur (Mohon
Maaf....ya... maksudnya yang menjelang pensiun, gagap teknologi) yang
jadi penonton, kasian mereka, coba deh tawarin pensiun dini dengan
iming2 pesangon segala rupa pasti mereka senang bukan kepalang.
(mungkin kalau di BUMN udah dilaksanakan kali yaa...) tapi dengan
segala hormat bukan maksud saya melecehkan. ini pakta yang sebenarnya.
di KPPN2 di seluruh indonesia urusan IT menjadi momok menakutkan bagi
para tetua-tetua kita... kan jadi prefot   TST lah... 
>   Sekedar tanggapan yang asal-asalan hatur nuhun....
>    
>   Salam buat aa haq  "sang moderator" dari orang karawang
>   From mamuju ( DC )
>   
> Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Pak Hari benar, Bu Ani tidak menggunakan kata "peringatan"
tetapi intinya "mengingatkan....." supaya dalam proses perpindahan
pegawai DJPb ke unit-unit eselon I lainnya yg sangat membutuhkan
tambahan pegawai diatur sedemikian rupa sehingga DJPb tidak kehilangan
terlalu banyak pegawai2 potensialnya. Saya sendiri sebenarnya agak
heran karena Bu Ani ternyata menangkap sebagian kekhawatiran kita yang
terkait dengan persetujuan secara total (tanpa saringan?) terhadap
permintaan lolos butuh pegawai dari unit-unit eselon I yg membutuhkannya. 
> 
> Terus terang saya tidak tahu secara persis berapa jumlah pegawai
potensial DJPb yg diijinkan untuk pindah/keluar (ada yg menggunakan
istilah diekspor) dari DJPb. Tetapi sekretaris Kabag Kepeg sendiri
yang (setelah melihat daftar pegawai yg pindah) mengatakan kepada saya
bahwa pegawai2 yg diijinkan keluar dari DJPb adalah pegawai2
pilihan/handal. Yang saya tahu diantara peg Dit Sist Perbend yg telah
disetujui utk pindah/keluar dari DJPb antara lain adalah Puja dan Dion
(programer MPN), Setyabudi (programer Bendum), Nugroho, Didiek dan
Mardiono (programer SPM/SP2D), dan Puspa (staf saya). Info yg saya
terima, kekhawatiran Dir Sistem Perbend telah direspon secara positip
oleh Dirjen dgn janji akan "menahan" Puja untuk mengamankan MPN. 
> 
> Pada prinsipnya saya setuju bahwa DJPb seharusnya memberikan
sebagian pegawainya (terbaik dan bukan terbaik) berdasarkan kebutuhan
peg DJPb dan kebutuhan peg unit-unit eselon I lainnya. Dalam berbagai
kesempatan saya mendengar Pak Siswo dan Bu Anandy mengatakan bahwa
kita tidak bisa menahan mereka yang ingin pindah/keluar dari DJPb
(walaupun beliau juga menyayangkan pegawai2 handal yg mengajukan
pindah dari DJPb yg dinilainya sbg tdk komit pada DJPb). Info yg saya
terima dari peg setditjen, lamaran yg masuk melalui DJPb mungkin
sekali diseleksi tetapi lamaran yg masuk melalui (yg telah disetujui)
unit eselon I yg membutuhkannya nyaris tidak satupun nama yg ditolak.
> 
> Saya kira tidak benar kalau banyak peg handal yg keluar dari DJPb
itu berarti peg DJPb yg tersisa adalah "sampah". Demikian pula, tidak
benar bila kita menilai peg yg keluar dari DJPb sbg tdk komit pada
kantor/institusi dan mereka yg tetap tinggal di DJPb sbg komit pada
kantor/institusi. Yg benar, kita memang akan kehilangan banyak peg
handal tetapi masih memiliki cukup banyak peg handal lainnya yg masih
tetap tinggal di DJPb. Kita mungkin telah mengekspor sebagian pegawai
yg tdk komit pada instansi, tetapi kita masih memiliki cukup banyak
peg yg tdk komit pd instansi lainnya yg masih tinggal di DJPb.
> 
> Silakan dikoreksi.
> 
> salam,
> budisan 
> 
> 
> 
> Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad
DJPb belakangan ini 
> untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I
lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) 
> hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah
pegawai sampah, 
> karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik;
> mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan
kata "peringatan"
> memang DJPB sedang mengalami dilema, 
> disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT.. 
> dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu) 
> namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri
dari pak Siswo
> saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk
meng ekspor 
> pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah. 
> saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu. 
> 
> Recent Activity
> 
> 64
> New Members
> 
> 3
> New Photos
> 
> 2
> New Files
> 
> Visit Your Group 
> SPONSORED LINKS
> 
> Arizona regional mls 
> Regional truck driving jobs
> 
> Yahoo! Photos
> Create your own
> Photo Gifts
> 
> Y! Messenger
> Files to share?
> Send up to 1GB of
> files in an IM.
> 
> Yahoo! Mail
> Get on board
> You're invited to try
> the all-new Mail Beta.
> 
> .
> 
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check outnew cars at Yahoo! Autos.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke