saya setuju dengan pendapat pak Harza soal "berkelanjutan"
harza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], "Iwan
H" wrote:
>
> Azar.. gimana kabarnya, Masalah Programer sebenarnya bukan masalah
> cetak-mencetak atau diklat-mendikat. Yang jelas semua itu masalah
> kemauan para pejabat untuk membentuk program pendidikan khusus yang
> berkelanjutan. Berkelanjutan bukan berarti yang setelah ikut diklat
> terus tahun depan ikut lagi trus ikut lagi.
> Berkelanjutan yang saya maksud adalah folowup dari diklat tersebut
> langsung diterapkan dalam bidang tugas di daerah. Misalnya ada
> permasalahan aplikasi di daerah yang bertanggung menangani
> permasalahan tersebut adalah pegawai yang ikut diklat tersebut
> sekaligus memberikan sharing kepada rkan-rekan di daerah.
> Saya setuju tentang, di DJPB masih "mencukupi" tenaga programernya.
> Terutama temen-temen yang belajar otodidak masalah programer,
sekedar
> tambahan contoh personil dari mas Azar, ada Sanuri angakatan 95 jg
> yang sejak di bengkulu 1997 udah utak-atik scrip-scrip shell di
LINUX,
> ndak tau sekarang pada kemana beliau2 itu apa masih di DJPB kah?
>
> --- In [email protected], "harza" wrote:
> >
> > --- In [email protected], ageng panjawi
> > wrote:
> > >
> > > kalau yang saya lihat di list pegawai yang pindah (yang
disebar),
> > memang itu adalah pegawai yang kualitas bagus, karena mayoritas
> > adalah teman-teman prodip.
> > > tapi saya rasa tidak perlu khawatir, karena menurut saya,
masih
> > banyak stok yang kualitas sama di daerah. dus tinggal dirotasi
saja.
> > > kalau masalah pengembangan IT di DJPB, perlu saya sampaikan
bahwa
> > SDM yang ada sebetulnya sudah ada hanya mereka tersebar di
daerah,
> > terutama lulusan diklat programer. saya kasihan mereka masih
tersebar
> > di daerah ilmunya tidak optimal. kalau dikumpulkan saya rasa
masih
> > bisa untuk membangun IT unit yang solid. So, tinggal kepegawaian
> > punya nggak database para lulusan diklat programer ini.
> > >
> >
> > ==============
> > Ass
> > Setuju dengan pendapat (mas atau mba nih) ageng panjawi,sekarang
> > bagaimana kita dapat mencari pengganti programer yang pindah
> > tersebut. Sebagian saya mengenal kawan programer seperti mas
> > puje'(gitu saya manggilnya),mardiono,mas idub (setyabudi),didik ,
> > haryono(lagi ngusul yah!), karena sempat lama bergaul dng ybs
dari
> > jaman PPDIA sd DIA.Memang mencetak seorang programer memang
'agak'
> > lama karena disamping dibutuhkan pengetahuan yang cukup,juga
> > 'lingkungan' yang kondusif. Saya sangat yakin sebenarnya banyak
baik
> > yang pernah ikut diklat programer juga mereka2 yang otodidak.
cuma
> > belum terekam oleh pengembangan atau DSP. Sebagai contoh, saya
> > mempunyai beberapa kawan seangkatan (95) yang sudah lulus diklat
> > lanjutan programer namum ngak pernah 'dilirik' seperti abdul
> > latif(gimana 'da' dah kumpul lagi dgn bocah?),abu iffah(lutfi
akmal,
> > kumaha dah lahir jundi barunya?),budi tyson, 'eks admin DB oracle
> > DIA'(dgnr2 ke DJA ya) mereka sebenarnya mempunyai kemampuan untuk
> > menjadi seorang programer CUMA masalahnya gak ke lirik dan gak
pernah
> > di kasih kesempatan!.Mungkin disisni saya saya bisa sedikit
sumbang
> > saran (teman2 nambahin lagi yah):
> > 1. Saatnya kepegawaian/pengembangan/DSP mulai merencanakan
rekrutmen
> > pegawai2 yang concern terhadap programing/IT, caranya bisa
> > menyebarkan list ke daerah2 dimana kawan2 yang berminat menjadi
> > programer(kalau perlu ada semacam seleksi) saya yakin akan banyak
> > sambutan yang besar ;
> > 2. Melist semua kawan2 yang pernah ikut diklat teknis programing
> > untuk 'dikaryakan' kembali sehingga skil mereka tidak hilang.
> > semuanya memang harus sesuai dengan kebutuhan dari DSP atau unit
> > esselon 2 lainnya.
> >
> > mudah2 bermanfaat, ditunggu koreksi kawan2
> >
> >
> >
> > azhar
> > -Bumi Serumpun Sebalai-Bumi Timah-Bumi banyak Petir-Bumi Berjuta
> > kenagan dengan Saudara2ku- Babel
> >
> >
> >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and
photos.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>
Alhamdullillah sehat Mas Iwan,
Maaf sebelumnya buat bapak2 pejabat...
Iya sebenarnya tinggal 'political will' Bapak2 pejabat saja, maka
diperlukan semacam program terobosan (crash program)untuk mengatasi
masalah kelangkaan programer. Denger2 'hampir' semua programer eks
ppdia banyak yg 'berpaling ke lain hati'(kayak lagu aja yah) seperti
mas nugroho,mas setyabudi,mas uud,didik setiawan,haryono ke DJA
menyusul mas jauhar RY.Saya agak kaget, juga karena spesialis mereka
di program bendum,web dan sp2d/spm. Tinggal mas alwi aja yang
tinggal.Sedangkan programer teman2 eks BAKUN lebih 'concern' ke
accounting proraming mis SABMN ,SAI dll. Kenapa kaget ?, Karena
membuat program selain membutuhkan skill juga yang penting adalah
penguasaan terhadap masalah yang akan dibuat dan ini yang saya kira
'belum' sempat didalami oleh kawan2 programer eks BAKUN.Sedangkan
aplikasi masih dipakai di daerah2.
begitu kira...
mohon maaf kalo ada kata2 yg salah...
wallahu a'lam
azhar
> > -Bumi Serumpun Sebalai-Bumi Timah-Bumi banyak Petir-Bumi Berjuta
> > kenangan dengan Saudara2ku- Provisni Kepulauan Bangka-Belitung
> >
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]