Itulah masalahnya mas ...
  nanti kalau udah jadi BLU , "wong ndeso" kayak kita yang orang tuanya 
kantongnya tipis, apa masih "sanggup" daftar STAN, dan apakah masih gratis 
bahkan dapat gaji seperti dulu.......
  Kalau sekilas kita telaah, BLU itu diharuskan menerapkan prinsip cost 
accounting dalam Rencana Bisnisnya......
jadi sifatnya menggunakan akuntansi komersial lah gituh.....bukan lagi 
akuntansi pemerintahan................
   
  kalau gak salah sih dalam cost accounting itu akan ada perbedaan perlakuan 
antara  expense, cost  (he..he.he.....padahal sama sama pengeluaran) dan tetek 
bengeknya, namanya juga akuntansi komersial mas......
   
  lho kita yang "wong Ndeso" ini hanya  sebagai cost aja....ntar khawatirnya 
gak dilirik mas.....gimana ntar adik-adik kita or anak-anak kita?......
  
dagadu yogya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          wah kalau suruh rubah sudut pandang susah mas,dilihat dari sudut 
pandang mana aja yang ada cuman mutasi dan "perut",dan yang jelas tempat ini 
menjadi sarana curhat mas, ya biarin ajalah mas sudut pandang yang lama,jadi 
lebih rame kok, tapi kalau keterusan jg bosan kali ya....,kaya empat mata udah 
jd membosankan...
Kalau pendapat saya mengenai BLU sasi STAN/Prodip ndak majalah mas yang penting 
tetap menerima "wonk ndeso" yang sekarang sudah tidak tertampung di Perguruan 
Negeri maupun swasta yang emank mahalnya udah ndak terjangkau kantong 
orangtua,tetapi punya kemampuan diatas rata-rata...soalnya kalau mau masuk 
IPDN, ntar jadi "tempe"

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke