Hallo juga Yustinus Kus Suhantoro alias Bajak Laut (koq serem banget to 
jenengmu..)..

Kus, tak perlu dijelaskan panjang kali lebar kali tinggi, kalau teman 
seangkatan, yo sik eling to.. saya khan tidak "hilang ingatan"..he he he.. 
apagi teman yang seangkatan, bahkan saya bisa menyebut nama ortu teman2 kita 
lho satu persatu, asal SMA, dst..Yang dulu sekolah SMA-Don Bosco yang lanang 
kabeh itu khan? Temannya Mbak Bernadetha Dewi Ratnasari yang punya senjata 
ampuh "garpu tala" buat paduan suara "O deamus igitur, vivat promes sores" itu 
khan? Yang dulu di kampus mungkin ada yang "kecele" mengira kamu anak masjid 
(karena pelihara jenggot), padahal kamu sudah dibaptis, bukan..? 

Secara singkat, agar bisa tembus, persiapan dengan sebaik2nya (kursus bahasa, 
baca2,dsb.) Kalau di tempat tidak sibuk, biasanya lebih bisa memanfaatkan waktu 
buat hal ini. Terus kirim aplikasi biar gagal juga (saya 2 kali gak tembus). 
Cara pengisian aplikasi bisa liat teman yang sudah lolos, yang intinya, 
tunjukkan bahwa kamu punya nilai lebih dan layak untuk dapat beasiswa. 
Keterkaitan antara tugas kita dan kuliah yang ingin kita ambil, dsb. Sangat 
penting juga, coba kirim email ke universitas yang kamu minati dan lampirkan di 
aplikasi. Biasanya ini cukup diperhitungkan karena menunjukkan kamu bersungguh2 
dan tidak hanya menunggu beasiswa turun dari langit.

Akhirnya, salam dari tetangga pulau di selatan Lembah Baliem, setiap tempat 
pasti ada enak dan tidak enaknya..Enjoy aja ya..2-3 tahun lagi tinggal "metik" 
hasilnya mendekat...(menuju ke tempat lain yang diinginkan). Atau makin kerasan 
dari ke hari?..Semoga lebih bermakna di kemudian hari jika Kus sudah "lulus" 
dari tempaan Lembah Baliem. Ada rencana Tuhan yang lebih baik bagimu 
kelak...Amen.

Salam buat Agus RT, Nyoman dan semua teman di Papua..


Dari Selatan Lembah Baliem,
Kobir





----- Original Message ----
From: merkusjioo5 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, 17 April, 2007 8:47:22 AM
Subject: [Perbendaharaan List] Re: Berita baik ..


Hallo pa kabar Mas Moch. Kobir, perkenalkan saya "bajak laut" yang 
terdampar di lembah baliem ama mas Agus RT. Semoga masih ingat???? 
KIta khan satu kelas tooo

Wah tertarik juga motivasi yang mas Kobir punya setelah baca mail-
list ke mas Kursus, kalo boleh saya juga dibagiin cerita donk gimana 
caranya supaya tembus seperti mas Kobir.

Cerita daerah terpencil yang serba primitif/tradisiona l sekarang 
kami (Agus RT dan Bajak Laut) alami. tapi semua yang memang harus 
diterima to, khan sudah terlanjur teken kontrak bersedia ditempatkan 
di NKRI.

Mungkin mas Agus RT udah cerita banyak bagaimana tentang perjuangan 
di lembah baliem, semoga bermakna di kemudian hari.

Salam

Bajak laut
--- In perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com, moch kobir 
<[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:
>
> Waalaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh,
> 
> Hai Pak Kursus, apa kabar? Wah seneng sekali tahu Pak Kursus 
muncul. Dulu pernah menulis di Majalah Anggaran, khan? Nulis lagi 
dong di milist...Alhamdulil lah "aku baik-baik saja", kata RATU, 
kalau kata saya sih, ruarr biasa baik!
> 
> Kok seneng banget sih sekolah? Apa ora bosen? Ini pertanyaan yang 
sangat sering ditujukan ke saya. Bener juga, SD 6th, Tsanawiyah 3 
th, SMA 3th, DIII 3 th, S1, 1,5th, S2 DN 1,5 th, DIV 2,5th, S2 lagi 
2 th. (23 th dari umur saya 33 th). Kalau saya balik tanya, "Kok Pak 
Kursus seneng banget sih kursus? Apa ora bosen? (he he he ...becanda 
lho, biar gak sutrisno budi..). Saya jawab ya, seperti layaknya 
interview masuk KPPN Prima, Ok?
> 1. Motivasi "mencari ilmu" itu sudah terinternalisasi karena agama 
mengajarkan untuk itu (coba intip lagi tulisan yang saya tulis ke 
Zam2 dan Wahyu Musukhal kemarin, kalau mau dan sempat sih...kalau 
ditulis ulang ntar dikira ustadz kesasar..)
> 2. Uang bisa hilang, barang bisa rusak, tetapi ilmu terbawa ke 
mana saja.
> 3. Pendidikan adalah investment, bukan cost atau expense...
> 4. Pendidikan memudahkan saya membuat pilihan-pilihan dalam hidup 
dan menemukan jawabannya.
> 5. Pendidikan masih saya yakini salah satu cara yang akan 
menjadikan kehidupan menjadi lebih baik karena saya bukan anak orang 
bermodal, anggota DPRD seperti Zam2, atau anak Pak Lurah seperti 
Agus Nurset. Lha wong Ibu Sri Mulyani yang anaknya Profesor saja 
masih mau repot2 sekolah, atau anak Cina2 kaya juga pada sekolah, 
masak yang orang tuanya cuma tamat SD gak mau sekolah?
> 6. Saya ingin memberikan motivasi kepada anak-anak saya, adik2 
saya, teman dan orang di lingkungan saya untuk selalu optimis 
mencapai cita-cita, berdasar bakat dan kemampuannya. You are is what 
you think. Kita bisa, jika kamu pikir bisa. 
> 6. Harapan saya sih, ilmu saya nanti bisa bermanfaat buat diri 
sendiri, keluarga, instansi saya yang telah mengantarkan 
dari "nobody" menjadi "somebody", dan tentu saja buat rakyat 
Indonesia yang telah membiayai saya waktu di DIII dan DIV.
> 
> Itu sih, yang lumayan berat alasannya, kalau yang ringan sih, 
emang jalan hidup saya harus begitu, emang saya rejekinya di 
situ...kalau bercandanya sih......
> 
> Ngomong2, sekolah itu enaknya cuma saat diterima sama saat 
lulus...di tengah-tengah itu, hmmm huenak tenannn...diterpa 
assignments "termehek-mehek" ..Pengalaman saya, sekolah DIII asyik, 
kalau sekolah atas inisiatif sendiri itu, gak enak pas bayarnya, 
mutu tergantung orangnya..., kalau di DIV lama, prihatin, dan berat, 
tapi jaminan mutu, kalau di luar negeri dapat bonus dolar yang tak 
pernah tersangka-sangka dan terbayang sebelumnya.
> 
> Soal biaya hidup di Australia: Sydney, Melbourne, Canberra, 
Brisbane, Perth, dan terakhir Adelaide adalah kota yang paling mahal 
dan paling murah berdasar statistik. Seperti saya di Perth, saya 
dapat beasiswa per bulan untuk yang sudah berkeluarga sekitar $2.100 
AUS (equivalen rupiah per dolar AUS = Rp7.250). Untuk kehidupan 
sehari dengan kehidupan standar (standar hidup di sini lho ya, 
apartement double bed dengan fasilitas akses internet 24 jam, kompor 
gas, pemanas/pendingin ruangan, fridge, makan empat sehat lima 
sempurna, dsb., tidak diirit2 dan tidak boros, maksudnya) habis 
sekitar $1.500 AUS per bulan. Kalau yang single/gak bawa keluarga 
dapat $1.700.Pas datang, juga dikasih $2.100 AUS, selain yang di 
atas. Sekarang kabarnya diberi $5000 dolar dan ongkos pp pesawat 
tiap tahun untuk kunjung keluarga karena setelah saya, keluarga gak 
ditanggung.
> 
> Kalau dibandingkan dng Indonesia ya memang jauh lebih mahal, 
seperti Indomie sekitar Rp4.500 ($0,7), makan nasi goreng sekitar 7 
dolar (Rp50 ribu). Tetapi, kalau dilihat dari beasiswa/penghasila n 
yang masuk, selalu lebih dari cukup. Kerja satu jam 16 dolar, tetapi 
harga daging cuma 8 dolar per kilo. Apalagi kalau kita mau capek-
capek bekerja part time job (dan di Australia sini amat mudah 
mencari job..) per bulan juga bisa dapat penghasilan sekitar $2000 
atau lebih. 
> 
> Jadi, dont worry too much..kalau mau sekolah lagi, Insya Allah 
para lulusan DIII, DIV, dan sarjana seleksi Depkeu tidak akan 
menemui kesulitan yang berarti. Sudah terbukti dan teruji di 
DJPB...dan saya yakin akan betah karena fasilitasnya yang amat 
lengkap dan semua serba teratur. Lha wong di tempat terpencil saja 
tahan koq...
> 
> Sudah segitu saja ya, gantian Pak Kursus yang ngomong, kalau ada 
yang mau tanya tentang kiat sukses menembus S2 Australia dan 
interview-nya dengan sangat senang hati saya mau sharing di sini.. 
Yang penting, Inggris-e disik, capai syarat minimal (bukan utama, 
tapi penting)...
> 
> Kutunggu ceritamu..
> 
> Wassalam,
> 
> Kobir
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: maskursus abusyamil <[EMAIL PROTECTED]>
> To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com
> Sent: Monday, 16 April, 2007 4:51:06 PM
> Subject: Re: [Perbendaharaan List] Berita baik ato sekedar 
wacana ..!?
> 
> 
> asslamualaikum mas kobir , saya pak kursus ..
> 
> apa kabar ... ko seneng banget sih sekolah .... apa ora 
> bosen he he..
> 
> biaya hidup gimana di ausi cerita donk?
> 
> semoga sukses .. aamiin
> 
> kursus
> di pekalongan Indonesia
> 
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> Mari bergabung dalam e-community kami di www.manggamuda. com . 
Kamu akan bertemu teman-teman baru, berbagi cerita, mendapatkan info-
info menarik dan masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya. Tunggu 
apa lagi, buruan ke ManggaMuda!! ! See you there :)
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://au.messenger .yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke