Ma'af bang Mamat diantara point-point yg telah saya sebutkan ada
yang terlewat. Terima kasih juga sudah menambahkannya.
Memang angkatan kita, angkatan yang terlama untuk masuk ke Jawa
lagi, bahkan sampai sekarang masih ada angkatan kita (perempuan),
masih di luar jawa (bukan permintaan sendiri dan bukan pula ikut
suami) hanya saja kebetulan tempat lahir di sana, walaupun seluruh
keluarga dan orang tua ada di Jakarta.
Yang di daerah konflik memang hanya tiga tahun di banding daerah
tidak konflik, bang Mamat mungkin pernah merasakan. Menyandang nama
jawa (kalau bang mamat kan nama aslinya sunda ya) di Aceh terlalu
riskan untuk keselamatan diri. Hari-hari dilalui penuh rasa gelisah
(bukan geli-geli basah). Jika dinas terasa deg-degan (bukan gembira
tapi khawatir). Sehari terasa setahun, jadi kami merasa di daerah
konflik itu bagaikan 1095 tahun (3 X 365) :)
Kami juga prihatin waktu mutasi bedol desa prodip dari daerah
konflik (aceh, poso, ambon, papua, dll) bang mamat tertinggal, tapi
kan terbayar dengan pindah ke pusat (jakarta) sedangkan sebagian besar
masuk ke Serang yang nota bene kantor daerah (baru). Angkatan kita pun
mutasi ke jawanya sedikit-sedikit (termasuk permintaan khusus gitu).
Iya memang Arif wamena berhak komplain, soalnya yg saya maksud
adalah Arif Firmansyah (KPPN Tangerang). Satu lagi, karena
keterbatasan dana yang kami kumpulkan, tidak semua yang berangkat ke
tempat jauh, mendapatkan bantuan, hanya beberapa orang tertentu saja.
Demikian bang Mamat, saya rasa cukup klarifikasi saya. CMIIW
(Correct Me If I'm Wrong), salam buat temen-temen di Banda Aceh, baik
yang khusus maupun yang reguler, dari yang ekonomi sampai yang
executive (Patas AC).
--- In [email protected], mamat bowo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Implikasinya kami disebar di seluruh Indonesia dengan biaya kami
>
> sendiri. Bahkan kami dan beberapa orang teman sempat menjadi
>
> "Pengemis" di kantor pusat utk sekedar mengumpulkan uang ongkos bagi
>
> teman-teman kami yang akan berangkat ke tempat yg jauh (Irian). Pada
>
> saat itu saya dan teman-teman (diantaranya Amir S. Yahya, Cahyo, Arif,
>
> Rusdi)
> ada yang kompalin.., Arif yang di wamena dulu dia ngak merasa
mengemis...
> malah dia merasa enjoy disana buktinya dapet tambahan pasukan disana...
> Arif mana wan?????
>
> Dan mungkin ada yang terlewatkan tulisannya bang Irwan Susanto :
> - Angkatan "98" adalah angkatan yang paling lama masuk Pulau Jawa
kurang lebih 7-8 tahun kecuali yang ditempatkan didaerah-daerah
konflik dan "pesanan khusus"
> kebetulan mas Irwan lupa karena beliau termasuk orang yang
penempatannya di daerah konflik (cuma 3 tahun) ya... khan....!!!!
>
> mungkin itu aja ... sekedar menambah pengetahuan tentang penderitaan
angkatan "98"
>