Lebih enak lagi klo judulnya diganti "kutukan Prodip" aja Mas,,,,,,he,,he,,
Emang nasibnya Prodip Kebendaharaan Negara kali ya,,,,,tiap pegawai yang
bercap Prodip di lingkungan
DJPBN,,,setidaknya harus siap mental,duit, ama keluarganya (bagi yang udah
berkeluarga,,,,)
tapi aq salut juga ada yang menanggapi Mutasi bagi Prodip ini sebagai
sesuatu yang positif (seperti yang saya baca di
perbendaharaan.go.idkemarin,,,klo gak salah dari KPPN Muko-Muko,,,)
salut deh,,,,,

Belum lagi angkatan spesial 2006 kemarin,,,,,,wah,,,wah,,,bahkan ada teman
dari BPK yang juga dari D3 Akuntansi sampai heran dengan adanya "tes"
berlapis di DJPBN,,,,,he,,he,,jadi inget gaya permainan itali aja,,,,,

point ke 2 yang mas "zombi" sebutin klo gak salah itu di dari Kanwil
Surabaya mas ya,,,??soalnya dulu saya masih disana, seingat aq dulu Kasubbag
Kepegawaian telpon ke pusat tanya tentang Mutasi Pelaksana 2006 kemarin, eh
taunya orang dari pusat tersebut jawabnya "Ya gak ada hubungannya antara
mutasi ama daftarin anak sekolah,,,," nah loh,,,,,,tuh orang yang jawab
punya keluarga ato gak ya,,,???Tanya Ken-apa,,,,????

So, jangan heran klo banyak yang pindah dirjen ato yang lainnya yang intinya
keluar dari DJPBN,,,
Menurut aq hidup adalah sebuah pilihan,,,,dan jika pilihan itu bisa kita
tentukan sekarang,,,Why Not,,,,,??

Sorry klo ada tulisan saya yang tidak berkenan di hati para pembaca,,,(halah
kayak penulis ternama aja,,,,he,,he,,)

Salam DJPB
>From Poso With Love,,,,,,

Pada tanggal 23/04/07, zombi_bos <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
> Menurut hemat saya mengapa banyak pegawai di DJPBN tidak betah /
> nyaman kerja di lingkunganya sekarang disamping alasan2 lain tentu
> sebagian besar pegawai ( khususnya lulusan Prodip) merasa tidak
> tenang dengan adanya mutasi bagi pelaksana prodip yang tidak pasti
> polanya (bukan penempatan lho) sehingga dalam hidupnya merasa tidak
> tenang / tenteram dalam menjalani kehidupan keluarga ataupun
> menjalankan rencana-rencana hidup ke depan. Rata2 mereka belum siap
> dipindah-pindah karena baru memulai untuk hidup, berusaha memenuhi
> basic needs, baru memulai meletakan pondasi kehidupan cari rumah,
> rencana sekolah anak2 dll) sedang kalo mutasi promosi (es IV) rata2
> mereka sdh lebih siap untuk hal2 tersebut. Bukannya kami menuntut
> remunerasi yang tinggi, penghasilan sekarang ini sdh lumayan
> dibandingkan dengan PNS lain dan dibandingkan dengan pekerjaan yg
> kita lakukan, Jadi ketenangan/ ketentraman hidup lah yang
> dibutuhkan . Sebaiknya mutasi pelaksana ditinjau ulang , belajarlah
> pada DJP dan DJBC mereka punya pekerjaan lebih sulit, lebih keren
> daripada pekerjaan kita,lebih menantang ada target-target yang jelas
> tapi tidak ada mutasi nasional untuk tingkat pelaksana), saya setuju
> dengan pola mutasi yang pernah diusulkan di milis yaitu Penempatan
> pertama usahakan didaerah asal / dekatkan dgn daerah asal, yang mau
> pindah sebelum promosi caranya dengan sekolah,(ex, DIV, bea siswa
> S1,S2dengan penempatan ulang (berlaku di DJP dan DJBC) yang gak mau
> pindah berarti pegawai yang gak mau mengembangkan diri akan kelihatan
> mungkin sudah merasa nyaman/tentram ditempat tersebut , mutasi
> nasional minimal es IV krn sdh lebih siap)
> Contoh sederhana :
> 1. saya sendiri sudah mengalami 3 kali pindah termasuk
> penempatan pertama (berapa tahun kerja tuh bisa dihitung), ( 4 th di
> KTUA, 4 th di Kasipa, sisanya KPPN ) baru memiliki rumah kurang dari
> 2 th (KPR), barang2 primer untuk rumah tangga diisi belum lengkap,
> anak sdh mulai masuk sekolah, begitu SK mutasi keluar merasa SK
> tersebut seperti vonis hukuman atas suatu kesalahan krn bukan mutasi
> dengan insentip (promosi), bukan kami minta promosi tapi kalo gak
> promosi buat apa dimutasi gitu lho..) tapi dibuang diaerah terpencil
> (tetangga, saudara bertanya gak promosi kok ditempatkan di daerah
> terpencil apa kena vonis hukuman seperti di dept lain kalo
> dimutasikan kedaerah terpencil berarti dihukum), merasa seperti
> diusir dari rumah sendiri hrs cepat2pindah dari rumah, (krn panggilan
> dari kanwil tempat baru sdh datang kaya pejabat aja yg mau dilantik,
> emang kita yang pindah masih bujangan gak ninggalin keluarga, rumah,
> bagi yang sdh punya rumah, bagi yg belum berarti ninggalin uang
> kontrakan krn baru nyambung kontrak rmhnya, barang2 yang ada dijual
> dengan obral (padahal dibeli dengan cara nyicil / menabung) anak
> cari sekolah baru), ditempat baru tinggal seperti wong kèrè,
> ngontrak rumah trauma mau beli barang2 yg dibutuhkan jadi hidup
> seadanya dan seterusnya deh cerita kalo dilanjutkan panjang nggak ada
> habisnya…ketidak tenangan hidup itu.
> 2. Ada juga teman begitu mendengar ada isu mutasi anak yang mau
> daftar sekolah ditunda dulu nunggu sk mutasi sampai batas waktu
> pendaftaran habis anaknya belum sekolah, Tanya kejelasan isu
> tersebut sama orang pusat katanya gak ada hubunganya SK mutasi dengan
> ndaftarin anak sekolah, akhirnya anaknya disekolahkan di sekolah
> seadanya…
> 3. Ada juga teman baru aja Akad kredit rumah setelah sekian lama
> kerja di Depkeu ( belum pindahan krn nunggu linstriknya nyala ) eh
> belum nikmati itu rumah sdh ada SK mutasi ….
> 4. Ada lagi teman dengar isu mutasi krn diam2 mulai menawarkan
> rmhnya untuk dikontrakin, merasa barang2 yang ada dibeli dengan jerih
> payah,menabung maka dia mulai menawarkan/ menjual barang2 yang ada di
> rumah agar harganya tidak seperti diobral daripada dijual cepat
> setelah ada SK mutasi …..dan emang benar 4 bulan kemudian ada SK
> keluar.
> 5. Yang lebih sedih lagi ada teman yang mau nyambung kontrakan
> (uang kontak pinjam di koperasi) krn ada isu mutasi ragu mau
> perpanjang apa tidak, Tanya kepusat katanya gak ada hubunganya
> nyambung kontrakan dengan SK mutasi …..
> 6. dan masih banyak lagi teman yang sdh sekian th kerja masih
> belum bisa punya rumah gara2 ada pola mutasi tersebut.
> Itulah sekelumit kehidupan anak2 eks prodip di DJPB.
> Maksud hati memang ingin susah senang, ada kerjaan gak ada kerjaan ,
> kita tetap berkumpul terus di DJPBN tapi kalo kehidupan selalu
> dihantui dengan mutasi maka ……gak tenang dan ingin rasanya
> keluar,pergi kalo ada jalan……..
> Mohon maaf jika tulisanya panjang banget.. sekedar berbagi cerita.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke