Dalam buku sejarah direktorat kita, dulu bernama DJA di dalamnya terdapat CKC- KPN-KKN-KPKN --KTUA-KASIPA sederet nama itu hancur lebur, kantor bubar, pegawai mengungsi kemana-mana - sekarang tinggal satu nama KPPN , ini pun mau dibuatkan adik namanya KPPN Prima - KPPN Filial , pegawainya tarik lagi kemana-mana , SIAPA YANG PUSING MAS ? KAPAL KITA SUDAH PECAH , NAKHKOTA CARI PELAMPUNG & SEKOCI Siapa yang jadi korban ................ ?
----- Original Message ---- From: Iwan H <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, April 24, 2007 1:02:52 AM Subject: Re: [Perbendaharaan List] Perlunya Interview of Leaving (Tulis/Lisan) Ide ini muncul dari "orang sekolahan".. . itulah pentingnya pendidikan dan saya lebih bersyukur punya teman yang berpendidikan tinggi seperti Mas Khobir, Chimod, dan masih banyak rekan2 lainnya. Kalo aku pikir tetang ide Interviw of Leaving memang banyak juga manfaatnya. Yang jelas masukan-masukan dari hasil interview yang dilakukan terhadap personal yang ingin meninggalkan DJPB bisa menjadikan landasan berpikir oleh para pembuat kebijakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan khususnya di bidang organisasi terutama kebijaksanaan kepegawaian. Kalo boleh usul buat temen2, masalah masukan pemikiran2 (ide) yang briliant terutama dibidang pembinaan pegawai sebaiknya dituangkan dalam berbagai media. Entah itu milis, "rumor2 sambung menyambung", obrolan di kantor, obrolan tak resmi dengan pejabat DJPB setempat, obrolan dengan "orang penting". Maksud saya agar ide2 tersebut terpelihara "hembusannya" hingga masuk ke telinga para pembuat keputusan. Syukur2 kalo ada temen2 yang bisa langsung menghembuskan ke para pembuat keputusan. Kalo rekan-rekan (terutama lama s.d. 96) kita pernah mengalami berbagai kesulitan sebagai anak. Dulu anak tetangga (DJP dan DJ lain) boleh kuliah sendiri dan bisa persamaan ijasah sebelum II/c. Sementara kita harus nunggu II/d 2 tahun. Tapi karna kita rajin rajin "merengek" kepada ortu, akhirnya kemudahan itu diberikan juga. Kalo boleh saya katakan "akhirnya pembuat kebijakan mau menunda kegemarannya yaitu mempersulit orang" Akhirnya setelah itu "pembuat kebijakan" mau juga memberikan kemudahan-kemudahan dibidang pendidikan dan peningkatan SDMnya. Dan itu bisa dirasakan sampai sekarang. Tinggal kemauan kita sebagai anak untuk memanfaatkan kebaikan hati tersebut. Kalo saya pribadi ditanya masih mau ndak kamu sebagai anak DJPB, saya yakin jawabannya masih mau. Tapi kalo saya dihadapkan dengan kondisi hari depan organisasi, saya kok merasa seperti mendatangi sesuatu yang samar-samar dibalik pekatnya embun pagi hari. Pelan-pelan saya datangi coba saya lihat dengan seksama... saya paksa mata ini melihat dengan keterbatasan sinar yang ada...masih juga samar-samar. ., sementara kendaraan lain DJ/Instansi lain (menurut kawan2 saya) sudah tampak tulisan jurusannya. Sampai-sampai saya bertanya pada para senior saya terutama para senior pejabat setempat tentang kemana kita ini mau pergi. Jawab mereka kebanyakan menunjukkan ketidak pastian. Mungkin mereka merasa setelah adanya reorganisasi 2005, struktur dan sistem belum "JEJEG"/tegak benar kok sekarang ada kabut datang lagi. Kemarin banyak penumpang pada pindah gerbong dan diganti penumpang lain trus juga diganti jurusan. Sekarang (katanya) kok malah mau nurunin separoh penumpang. Dan jurusannya basih terhalang kabut tebal lagi. Memang benar perumpamaan yang disampaikan Bang Junas, btw kalo saya jadi sutradara Bang Junas udah saya kontrak nulis skenario SINETRON. Judulnya apa ya..."perjuangan anak terlantar" kali... Soalnya ditengah masa tunggu perceraian orang tua anaknya pada bingung ikut siapa, ikut bapak apa ibuk, atau lari ke panti. Eh... mungkin kalo naluri bapak-bapak, biasanya pengen cepet-cepet kawin lagi. Meskipun putusan pengadilan blum datang minimal calonnya udah disiapin sejak awal. Lha wong kalo saya aja.. ndak ada putusan apa-apa cuman pisah jarak jauh karna mutasi... naluri lelaki juga muncul...(nambah ist...ups..tar kejadian enak baru tau rasa) tapi takut entar masuk infotement seperti... Udah ah...kok jadi terpancing keinginan macem-macem. ..eling.. rek..eling. ..adoh anak bojo..! --- In perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com, Junaidi Syamsuddin <djisamsoe87@ ...> wrote: > > Assalamualaikum, > ide kank khobir soal Interview of leaving boleh juga dicoba ( ndak terlambat kok wong yang baru lolos butuh ratusan..., dari rencana? bedol desa 6.000). pendapat cadok (cadok=calon doktor) Moddy gurih dan renyah, ngomong-ngomong kapan nih kita makan pecel lele lagi he he.pengalaman menarik ketika saya mengajukan aplikasi ke unit esl I lain. saat mengetik lamaran , seorang teman (kebetulan isterinya dekat ring I, jadi bisa nguping2 dikit lah...) bilang " pegawai yang mau pindah kalo ketahuan, rasakan perihnya" ??? maksud luuuuu, "ya..pokoknya rasaaiiinn aje" begitu katanya dengan nada mengancam. mas ..saya cuma mengutip lho. saya berhenti sejenak, merenung, menerawang dan meraba (3M) "yo opo negeri ini, kayak jaman Belanda aja" gitulah hasil penerawangan saya. nah kalo saya cuma bikin satu lamaran, sanksinya sama juga donk dengan bikin dua atau tida lamaran sekaligus... akhirnya kail pun saya tebar, terserah ikan mana yang mau makan...kank Khobir ( ssssttt, kabarnya sampeyan > ke EKUIN ye..., ), yang begini khan ndak sehat waalfiat...main kucing-anjingan (bukan kucing-kucingan lagi..) nah kalo ada interview kayak konsep sampeyan..wahhh jreeeengg. > bang Moddy, ente betul berkali kali (nggak cuma sekali ini aja...), saya juga heran bin bingung atau otak saya aja yang kurang nyerap.....DJPBN membuka unit-unit baru PA V dl, sementara kenyataannya saat ini kerjaan menjadi barang langka ( nah lhooo..), dalam 4 bulan terahkir surat yang diproduksi sekitar 14 bh mengalahkan produktivitas tulisan di miliss..(mas kursus..apa ini namanya tanda-tanda akhir zaman ??? mohon fatwanya sebelum semua terlambat) > lucunya, ini kalau dianggap lucu...., ada saja pernyataan boss2 kita bahwa DJPBN itu udah over load kerjaan, banyak yang mesti kita urusi "sekarang harus konsentrasi ke bisnis inti" begitu kira-kira pernyataan disetiap pertemuan. dalam kewenangan DJPBN berdasarkan konsitusi (ini kalo saya benar lho..) meliputi uang, hutang dan kekayaan.., nah faktanya sekarang hanya tinggal UANG, kekayaan dah cerai, HUTANG pun memilih janda. cerainya kedua unit ini hanya membawa sedikit anak sebagai tanggungan (anak yang ikut pun seperti kata kank khobir ndak ditanya-tanyain lagi...) tinggallah sang ayah yang pegang UANG ditinggalin tanggungan BANYAK ANAK, ada yang masih ingusan (butuh ASI banyak), ada yang dah pake susu botol, ada yang cuma nyusu tajin tokk, ada yang bandel dak mau sekolah, ada yang suka olah raga, ada suka mencet kartu membunuh waktu malam di gardu hansip dan lain-lain. ayah pun kadang temperemental. ."yah..si Rudi sakit nih,gimana? tanya sang anak. " Husshhh, diam > jangan ganggu ayah, ayah lagi nelepon calon ibu mu..biarin aja nanti juga sembuh sendiri kok" kata sang ayah bijak. " ooooo , cari Ibu, to. cari yang cakep, yah" sahut anaknya nakal. > begitulah kira-kira rumah tangga kita sekarang.setiap hari berisik.ribut. ribet.anak-anak tak tahu masa depan keluarganya. setiap saat ketakutan dan kekhawatiran menghantui. cecak bernak di plafond rumah pun jadi isyarat dan teka-teki. hal yang biasa jadi luarrr biasa, dan yang lurrr biasa jadi umrah. yang rahasia jadi umum, dan ini dia yang mesti diumumin di rahasiainnn. bisik2 menjadi tradisi, anak-anak lebih senang curhat di pasar, WC Umum, warung dan tukang sayur. mau ngomong dengan orang tua segan, takut dan tabu. " mas saya tuh sayang sama ayah, kadang kasian juga melihatnya. bebannya berat. kadang saya tiap malam beliau tak bisa tidur. wajahnya gelisah.sekali- sekali dia memandang keluar jendela. pasti mikirin kami-kami ini juga" curhat seorang anak kepada penulis beberapa hari lalu dalam mimpi di kost yang sumpekkk. padahal mas, kalo ayah mau ngomong dari hati ke hati sbegai anak dan bapak, tentu kami juga bisa mengerti atau mungkin ada jalan keluar atas kesumpekan > dan kebuntuan ini. kadang kami sulit menebak jalan pikiran ayah, mau kawin lagi? atau tetap jadi ayah tunggal dengan ngemong kami. memelihara asset yang ada dan mengmebangkannya menjadi sesuatu yang "bernilai" sehingga tetangga pun akan sedikit menghargai. ada kebanggaan, ada keinginan anak-anak ayah dapat berdiri tegap dengan menepuk dada " INI ANAK AYAH" yang dapat dibanggakan. .." mas, kami khawatir ayah sabar, gamang dan emosional menaggapi tingkah anak-anaknya. lalu adik-adik dan kakak-kakak saya minggat sambil mencibir...meningga lkan rumah yang sudah bertahun-tahun di huninya dalam suka dan duka dengan amarah dan kebenciaan.. .seperti layaknyanya dia tak pernah tinggal di rumah ini. saya sedih sekali mas...ayah saat nya harus mengambil sikap paling tidak melindungi anak-anaknya dari KEGUNDAHAN. tak makan enak dan tak ada barang mewah pun , kami akan betah di rumah ini jika ...."( wahhh..., si mas ini tak kuasa menahan air mata). hanya air matanyalah yang mengalir > deras...membentuk kalimat demi kalimat... > mas..., kalo ayah sudah tak sanggup BIARLAH KAMI TINGGAL DI PANTI saja..., lanjutnyaa > ............. ......... ......... ......... ......... ......... ......... ......... (duh ...maaf tak kuasa melanjutkanya ....) > catatan : > JIKA ADA NAMA, TEMPAT, TOKOH, DAN SEBAGAIMANA YANG MIRIP..ITU HANYA KEBETULAN SAJA, KEBETULAN SAYA KEKETIK NDAK SENGAJA... > > sekali lagi maaf, AYAH KAMI MASIH MENCINTAI MU......., itu isi SMS pagi ini yang saya terima > > > > > ----- Original Message ---- > From: Hermawan Moudy <[EMAIL PROTECTED] > > To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com > Sent: Monday, April 23, 2007 4:07:35 PM > Subject: Re: [Perbendaharaan List] Perlunya Interview of Leaving (Tulis/Lisan) > > > > > > > > > > > > > > > > Assalamualaikum, > > > > Bicara mutasi.. udah banyak yg bahas. kebusukan? itu > > memang ada, tapi gak semua apel -dalam keranjang > > DJPBN- busuk, cuma karena jumlah dan kondisi busuknya > > yang membuat PR kita jadi banyak. Interview of > > leaving? good idea buat reog tahap selanjutnya > > (mudah2an ada). Jadi saya pilih sudut tembak yang lain > > (meminjam istilah pak Zainal Abdidin) untuk sharing, > > yaitu reorganisasi. > > > > Seperti kata pak junas, kayaknya bos2 penggagas > > reorganisasi dan temen2 di milis punya ide-ide > > brillian untuk kemajuan DJPBN. Tapi kita punya masalah > > yang selalu membebani kaki kita untuk maju yaitu > > jumlah pegawai yang berlebihan. Saya bertanya2 > > sendiri, kira2 bos2 kita sudah merundingkan masalah > > ini di level eselon I (kali aja DJP mau nampung, he.. > > he..) atau di level nasional (Kali aja departemen lain > > atau Pemda mau nampung), ketiga apakah sudah ada > > exercise biaya yang harus dikeluarkan untuk opsi > > pensiun dini. > > > > Pertanyaan saya apakah ketiga kemungkinan itu (dan > > masih banyak lainnya) sudah dibicarakan atau bos2 kita > > simpen sendiri masalah itu, sehingga bu menteri atau > > pak SBY tidak tahu ada masalah kelebihan pegawai di > > DJPBN. Saya berpikir seperti itu soalnya dari dua kali > > reorganisasi, pekerjaan berkurang tapi struktur (dan > > jumlah kantor) tetap atau malah mekar. Contoh yang > > paling saya tau, Dit.PA dan Bid.PA itu paling repot > > mencari waktu kerjanya, bisa-bisa sebulan penuh nggak > > ngapa-ngapain, tapi koq malah nambah jadi PA V dan > > Bid.PA I dan II masih exist. Sepertinya struktur itu > > sengaja dibuat sebagai jalan keluar mengatasi > > kelebihan pegawai. > > > > Kira-kira fair nggak yah untuk para pegawai senior, > > kalo kita mengembangkan sistem kompetisi untuk > > menyeleksi pegawai yang benar2 dibutuhkan DJPBN > > (sesuai jumlah ideal). Kasian juga sih, tapi banyak > > koq yang senior dan pinter2 (pak Hari, pak Budisan dan > > masih banyak lagi). Soalnya kalo nunggu seleksi alam > > akan terlalu lama membebani kaki DJPBN untuk maju. > > > > Soal kebebasan berpendapat di milis ini saya setuju, > > toh ada moderatornya yang bijaksana menentukan suatu > > tulisan "keterlaluan" atau tidak (menurut pak jamur > > kuping.red). Selain itu milis ini punya katalis > > seperti pak Hari, pak Budisan, pak Kobir dll, yang > > komentarnya selalu bijak dan menyejukkan. > > So, speak freely. mumpung masih dikasih umur. > > > > best rgds, > > Moudy > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ __ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail. yahoo.com > > > > > > > > > > > > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family: Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0;} > #ygrp-tpmsgs{ > font-family: Arial; > clear:both;} > #ygrp-vitnav{ > padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;} > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px;} > #ygrp-actbar{ > clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; } > #ygrp-actbar .left{ > float:left;white- space:nowrap; } > .bld{font-weight: bold;} > #ygrp-grft{ > font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;} > #ygrp-ft{ > font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom: 10px;} > > #ygrp-vital{ > background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;} > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; text-transform: uppercase; } > #ygrp-vital ul{ > padding:0;margin: 2px 0;} > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; padding-right: .5em;} > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight: bold;} > #ygrp-vital a { > text-decoration: none;} > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration: underline; } > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999;font- size:77%; } > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;} > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px;margin:0; } > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;} > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration: none;font- size:130% ;} > #ygrp-sponsor #nc { > background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;} > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0;} > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- height:122% ;} > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration: none;} > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration: underline; } > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0;} > o {font-size:0; } > .MsoNormal { > margin:0 0 0 0;} > #ygrp-text tt{ > font-size:120% ;} > blockquote{margin: 0 0 0 4px;} > .replbq {margin:4;} > --> > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ __ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail. yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
