Menurut saya bersyukur bukan berarti diam dalam keadaan yang tidak nyaman. Di dunia ini banyak sekali ketidakadilan (maaf kalau istilahnya terlalu kasar). Bersyukur adalah tetap pada keadaan yang benar meskipun sekeliling berbuat tidak benar. Bersyukur berarti tidak berbuat yang salah.
Saya akan sedikit membandingkan. Saya akan mengambil pegawai di Ditjen PBN sebagai contoh. Menurut saya seorang pegawai yang tidak bersyukur bukanlah pegawai yang mengeluhkan tentang penghargaan yang kurang. Atau bukan juga pegawai yang selalu menuntut perbaikan pola mutasi yang sehat. Menurut saya tidak ada hubungan antara bersyukur dengan kedua hal tersebut diatas. Yang lebih tepat berhubungan dengan kedua hal diatas adalah masalah KEADILAN. Bagi saya dan menurut teori manapun dunia, seseorang yang telah berbuat lebih dan beresiko layak diberi hal yang lebih juga untuk mengimbangi resiko yang diterima. Menurut saya kedua hal diatas erat kaitannya dengan "teori take and give". Saya amat yakin jika sesuatu berjalan sesuai dengan pola yang benar tidak akan ada pihak manapun yang dirugikan. Dan ketika semua itu tidak terwujud, janganlah menyalahkan pihak2 yang dirugikan jika mereka itu menuntut ketidak adilan. Apa ga kasihan ketika kita menginginkan sesuatu hal berjalan dengan SEMESTINYA, eh malah disebut sebagai tindakan tidak mensyukuri apa yang telah dberikan. Dalam kacamata saya bentuk ketidaksyukuran itu (baca: para pegawai ditjen PBN ) adalah ketika kita tidak bekerja dengan benar dan dengan cara yang benar. Akan saya uraikan lebih jelasnya sebagai berikut : 1)Pegawai yang malas. Gimana mau disebut bersyukur jika kita digaji tetapi kinerja kita amburadul. Tidak sebanding antara apa yang diberikan NEGARA pada kita dengan apa yang bisa berikan. 2)Pegawai yang korupsi. Maaf sekali lagi kalau istilahnya terlalu kasar. Ketika kita bekerja, kita telah digaji oleh NEGARA. Itu sangat jelas. Jika kita tidak puas dengan gajinya ya tuntulah pada NEGARA. Jangan kita nambah2in penghasilan dengan cara korupsi dan nerima uang dari satker yang jelas-jelas BUKAN HAK KITA. Tentunya dengan cara yang santun. Takutnya ntar kalau kita merasa PENGHARGAAN terhadap kita kurang, terus kita menuntut dengan cara yang tidak baik, orang2 akan menilainya negatif. Dicap ga bersyukurlah. Seharusnya mereka2 yang korupsilah yang harusnya diberi label ga pernah bersyukur. Cukup dua saja dulu. mungkin ada yang akan nambahin. Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Dan juga bagi temen-temen semua, marilah kita perbaiki semua apa-apa yang salah dari diri kita. Marilah bersyukur atas apa yang telah kita terima, TIDAK HANYA DENGAN TIDAK MENGELUH, TETAPI JAUH LEBIH PENTING ADALAH DENGAN TIDAK MALAS DAN TIDAK KORUPSI. INGAT LOYALITAS KITA BUKAN PADA ATASAN APALAGI SATKER LOYALITAS KITA ADALAH PADA TUGAS PADA NEGARA DAN PADA TUHAN!!!
