Eeeh.... masih membahas kebusukan2... to... Jadi pengin ikut ngobrol, tadinya sich cuman memantau aja... Di DitjenPbn (akronim baku untuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan),
mutasi adalah sebuah keniscayaan.... Mungkin adik2 lulusan STAN (bukan Prodip lagi to?) yang masih baru penempatan bisa belajar dari para seniornya (tentunya belajar yang baik2 aja) gmana menikmati daerah terpencil setelah tiga tahun hidup di gemerlapnya Ibukota (kecuali yang selama tiga tahun cuma ter-mangu di jurang). Perbaikan pola mutasi memang tetap perlu dilakukan... Tapi tak perlu pesimis, semua ada nilainya... Yang sekarang di desa kelak akan mutasi ke kota. Yang sekarang di kota tentu sedang menghitung hari untuk pindah ke desa. Yang penting bagaimana cara kita menyiasati aja (dengan hal-hal positif tentunya)... Mungkin kita bisa menganggap mutasi sebagai romantika bukan hantu yang menghiasi mimpi buruk kita... Gak usah nulis banyak2 deh... kayaknya udah cukup komentar dari senior2 kita yang lain... Selamat bekerja.... On Wed, 25 Apr 2007 04:33:54 -0000 "Puji Sugia Harjiman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kang Nurman, jangan sinis seperti itu donk sama >temen-temen yang dulu > magang di Setditjen. khan Saya bacanya jadi gimanaaa >gitu. Padahal > Khan Kang Nurman tahu sendiri saya dapat di Gorontalo... >dan Gorontalo > itu bukan bagian dari Sumatera deh.... Gap juga di >Bitung... dan > Bitung bukanlah bagian dari Sumatera juga (kecuali >diselipin "el" jadi > Belitung, baru itu di Sumatera). Apa anak eks magang di >KPPN yang di > Sumatera ga diitung? > > kalo memang tidak merasa puas yah semua juga mungkin >berperasaan sama. > Hmm, memerlukan pemikiran dan tindakan nyata untuk hal >ini... > > Kalo dipikir sedih, Yah saya juga sedih... tapi kalo >dibuat sedih > tanpa tindakan, rasanya jadi ogah mikirin.... > > Puji_te@ > > >> nurman_soldier <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Sebenarnya terlalu kasar membuat judul seperti >>diatas. Bagi >> temen-temen yang merasa judul diatas terlalu kasar mohon >>maaf aja ya. >> Memang belum ada kata-kata yang lebih enak didengar >>untuk menggantikan >> istilah "pembusukan' diatas. Yang sedikit nyerempet >>mungkin ya >> "ketidak-adilan,kedzaliman". Akan tetapi menurut saya >>sama aja. Toh >> substansinya sama. >> >> Sekali lagi saya mohon maaf. Ditjen PBN itu sangat >>besar, jadi >> kalaupun ada "pembusukan" tentulah tidak semuanya. Hanya >>bagian kecil >> saja. Tetapi perlu diingat bahwa kebusukan disatu bagian >>akan >> menyebabkan penyakit bagi keseluruhan, dalam hal ini >>adalah Ditjen PBN. >> >> Dalam kacamata wong edan seperti saya tidak terlalu >>penting >> berkoar-koar dengan asumsi yang merajalela, berwacana >>yang >> indah-indah, atau berRia-ria dengan harapan kosong. >>Tetapi adalah >> lebih penting bagi saya menikmati apa yang saya dapat di >>Ditjen PBN >> ini. Seberapun itu besarnya, atau sedemikian parahnya >>saya ( dan >> tentunya juga temen2 dan adik2 kelas saya juga) >>"dibinatangkan" oleh >> oknum-oknum pembusuk di Ditjen PBN ini. Kayaknya perlu >>saya jelaskan >> juga pa sih pembinatangan itu. Tentunya dalam kacamata >>wong edan ini >> juga. Pembinatangan dalam pandangan saya adalah >>menganggap manusia >> (baca: insan Ditjen PBN) layaknya binatang. Tentu >>temen-temen semua >> mudeng apa sih perbedaaan manusia dan binatang. >> >> kembali ke ke-edanan saya. >> >> Saya ingin sedikit curhat tentang apa-apa yang saya >>anggap "busuk", >> tentunya dengan niat ikhlas supaya bisa diperbaiki di >>masa mendatang. >> >> Pertama ketika saya lulus Prodip tahun 2005 saya tidak >>langsung >> magang. Tapi saya sempet nganggur dikit lah gitu. Tetapi >>Alhamdulillah >> akhirnya magang juga. Berkas-berkas Pengusulan CPNS >>kita-kita juga >> udah diserahkan ke Instansi. Kebetulan sebagian besar ke >>ditjen PBN. >> Saya salah satu yang ditakdirkan di Ditjen PBN. Kita >>udah "Tsiqoh" >> sama Ditjen ini jadi berkas yang kita kumpulkan dari >>bulan September >> cepet2 diusulkan sehingga seperti kakak2 kelas >> Sebelumnya, Desember kita dah mulai TMT. Tetapi apa yang >>terjadi >> penonton, Berkas kita hanya hanya ditumpuk. Untung >>temen2 yang di KPK >> selalu memantau sehingga merasa aneh dengan keganjilan >>yang terjadi. >> Kita dah anggap berkas dah diproses. Ternyata setelah >>ditelusuri oleh >> temen-temen, berkas2 kita belum diapa-apakan. Saya inget >>waktu itu >> bulan Februari pertengahan. Oh malang nian nasib kita. >>Udah terlambat >> dua bulan dari yang kita kira-kira. Akhirnya Berkas2 itu >>kita ambil >> dan pengusulannya kita lakukan sendiri. Saya masih inget >>keriuhan di >> Lantai 4 Gedung DIA. Kita rame2 input data temen2 Qta >>sendiri. Kita >> antar sendiri. Akhirnya berkas kita selesai juga untuk >>langsung >> diajukan ke Setjen Depkeu Biro Kepegawaian. >>Alhmadulillah kita belum >> terlambat, hampir saja karena keteledoran oknum2 "busuk" >>di >> kepegawaian. Kita TMT telat 2 bulan bung. Biasanya >>Desember waktu itu >> Februari. Yang saya bayangkan bagaimana nasib Qta2 dulu >>itu tanpa >> adanya KPK. Bisa2 Qta bisa seperti anak2 yang di >>Depdagri. Sampai >> tahun berikutnya Setelah itu aku mulai mencium aroma >>busuk di Ditjen >> PBN. Terutama di Setditjen. >> >> Ketiga ketika kita penempatan. Kita sangat setuju akan >>paradigma >> keadilan yang coba ingin kita terapkan. Tapi nanggung >>pemirsa. Masih >> ada aja temen2 kita yang penempatan di Jawa. Yang saya >>merasa aneh, >> mereka2 itu yang masih stay di Jawa adalah sebagian dari >>anak yang >> magang di Setditjen. Okelah mereka cewek. Tapi kenapa ga >>semua cewek >> penempatan di Jawa. Hati kecil saya bicara pasti ada >>sesuatu yang coba >> dilegalkan disini. >> >> Yang saya juga sedikit nek juga adalah tidak ada tolok >>ukur yang jelas >> atas penempatan kita. Maen acak aja. Pake IP keq biar >>kita-kita yang >> udah belajar serius mendapatkan sedikit penghargaan, >>bukannya >> pembinatangan. Yang dapat saya lihat temen2 kita yang di >>Setditjen >> bisa sedikit bernafas lega karena bisa di Sumatra. Cuma >>karena itu >> pemirsa. Sungguh analogi sampah dah BULSHIT. Cuma karena >>magang di >> Setditjen bisa penempatan di Sumatra. Bau busuk >>setditjen tambah >> menyengat bagi saya. >> >> Ketika saya menginjakkan kaki saya di bumi yang baru >>sungguh saya >> takjub dengan pola mutasi di Ditjen Perbendaharaan. >>Tanpa kita >> ber-lima pun pekerjaan kantor ini beres. Jadilah >>kita-kita ini >> pengangguran baru yang digaji oleh pemerintah. Sungguh >>begitu jauh >> kalau hanya untuk nganggur. Hampir semua dari kita >>disini jadi tukang >> jaga malam. Hidup di Kantor, makan di kantor, tidur di >>kantor tanpa >> guna.Yang saya heran mengapa ketika unit Eselon I >>lainnya di Depkeu >> begitu membutuhkan tenaga-tenaga Prodip seperti kita, >>begitu susahnya >> Ditjen PBN melepas kita. Tetapi justru mereka sendiri >>yang >> menelantarkan kita seperti KAMBING. >> >> Hati nurani sayapun menangis. Meskipun saya sendiri >>tidak seperti >> mereka. Saya satu-satunya anak2 pemempatan baru yang >>dihargai >> kinerjanya karena saya ditempatkan di salah satu seksi >>yang lumayan >> ada pekerjaannya. >> >> Itu mungkin sekelumit yang bisa saya sampaikan. Saya tak >>akan >> menceritakan kebusukan2 yang ada yang telah menimpa >>adik2 kelas kita >> atau senior2 kita. Biar mereka sendiri yang cerita. Toh >>mereka juga >> udah punya MILIS sendiri. >> >> Saya kira hal yang menimpa saya ga ada apa2nya >>dibandingkan apa2 yang >> telah menimpa adik2 kelas kita. >> >> Ini saja dari saya. Semoga akan ada yang menambahkan >>ataupun >> menyanggah. Silahkan. Ini hanya pendapat pribadi saya >>aja. >> >> Bagi saya untuk memberangus kebusukan di Ditjen PBN >>adalah dengan >> memotong oknum2 yang telah menjadikan MAFIA Ditjen ini. >>Lingkaran >> setan itu harus dipotong habis. Pola mutasi harus bener2 >>adil dan >> berjalan sehat. Penghargaan atas resiko seorang pegawai >>Ditjen PBN >> juga harus diwujudkan oleh Ditjen PBN. Itu kalau tidak >>ingin Eselon I >> ini diisi oleh orang2 dengan tekanan mental yang akut >>sehingga >> menjadikan kinerjanya Lemot. >> >> >> >> >> >> >> --------------------------------- >> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > ======================================================================================== Mari bergabung dalam e-community kami di www.manggamuda.com. Kamu akan bertemu teman-teman baru, berbagi cerita, mendapatkan info-info menarik dan masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya. Tunggu apa lagi, buruan ke ManggaMuda!!! See you there :) ========================================================================================
