Banyak julukan yang diberikan kepada Birokrat/PNS dari masyarakat. 
Mantan Presiden Megawati menjuluki kita birokrat/PNS keranjang sampah, 
ada yang bilang PGPS, KKN, gak bisa kerja dan segala macam julukan 
lainnya.

Dari segi psikologis, PNS kita mengidap sindrom "Aku yang Berkuasa". 
Jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan selalu berhadapan 
dengan prinsip "saya yang berkuasa dan saya yang menentukan, kalian 
tinggal nurut dan terima saja". Prinsip ini sudah tertanam di otak 
besar sehingga sadar atau tanpa sadar perilaku sok kuasa selalu terjadi.

Reformasi pelayanan publik tidak akan berhasil karena bertentangan 
dengan doktrin yang sudah menyatu dalam keseharian PNS. PNS yang 
seharusnya berjiwa, memiliki konsep dan paradigma melayani tidak akan 
terwujud. 

PNS yang berjiwa melayani seharusnya mencari cara bagaimana agar bisa 
memberikan kepuasan kepada klien dan masyarakat tanpa melanggar kode 
etik dan peraturan ataupun terlibat KKN. PNS yang sehat selalu puas dan 
senang bila bisa mendapatkan senyum kepuasan dari kliennya. PNS yang 
sehat selalu memberikan jalan keluar bila kliennya kesulitan, 
memberikan kemudahan bila klien.

Tetapi sayang PNS kita banyak yang sakit jiwa. Merasa berkuasa dan 
senang bila bisa mempersulit ataupun menghambat kemajuan klien ataupun 
orang lain.

Mungkin harus diadakan tes kejiwaan oleh psikolog yang sehat (bukan 
psikolog dari instansi yang sangat mungkin juga sedang sakit) untuk 
mendetekis separah apa PNS kita. Dan yang sakit, harus segera diberi 
pengobatan biar tidak selalu berlarut.

Kirim email ke