Kacian de Arief... tapi memang selalu menjadi dilema menghadapi dua golongan berbeda, golongan tua dan golongan muda... yang lebih susah kalo ada yang masih muda tapi pemikirannya kolot. Entah KK mu itu golongan mana, tapi coba kita rekonstruksikan kembali pemikiran beliau. mungkin yang ada dalampertimbangan beliau itu pemborosan listrik (AC, Komputer, lampu dll) yang harus dibayar oleh DIPA kantor. Namun dari sisi lain beliau tidak memperhitungkan sisi benefit dari internet yang memang abstrak seperti hiburan, pendidikan,informasi dll yang diperoleh oleh kawan-kawan di kawasan terpencil. Saya mengerti bagaimana volume kerja di KPPN Pulau Terpencil, saya pun saat ini ada dipulau terpencil di propinsi paling timur... Namun sampai saat ini pun saya tidak pernah mengerti kenapa di pulau yang terpencil ini perlu ada KPPN, dengan volume cuma 800 KP2 dan 38 satker yang perlu dilayani.... dengan DIPA kantor yang hampir 1,7 Miliar dan pegawai yang 31 orang (20 orang prodip) keberadaaan KPPN ini pun maka merupakan pemborosan sumber daya (dana, sdm). Otomatis dengan adanya kelebihan pegawa dibanding dengan pekerjaan ini, waktu efektif untuk kerja sekitar 2-3 jam sehari maka selebihnya hari - hari kita di sini dihabiskan untuk "membunuh waktu" sambil terus berdoa kapan dimutasi kembali ke daerah barat. Mungkin para atasan kita di pusat bisa memikirkan jalan keluar bagaimana memanfaatkan sumber daya ini supaya tidak menganggur. Nah kembali ke masalah Kantor yang merangkap warnet tadi, menurut saya itu adalah ekses dari masalah di atas. Biasanya hal-hal semacam ini ditengahi dengan kebijaksanaan dan kearifan boss tertinggi di KPPN itu. Namun kalo tujuan dan sasaran kantor telah tercapai dengan baik dengan sumber daya yang ada, tidak bijak bila pegawai yang telah kerja keras untuk itu tidak diberi kebebasan untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk kebutuhan hiburan... bukan cuma kebutuhan makan dan istirahat, karena kita bukan kuda. Okeh deh, sabar aja de arief... mungkin beliau belum pernah menjadi pelaksana yang hidup di jaman internet dan ditempatkan di kantor terpencil.
Salam dari sesama pulau terpencil On 4/30/07, arief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Postingan ini bukan keluhan, hanya sekedar berbagi cerita tentang > keadaan di kantor kami KPPN Antahberantah (tidak perlu diketahui). > > Tadi malam saya lembur di kantor karena Jum'at kemaren belum sempet > nyusun tumpukan SSP yang datang agak kesorean dari cabang bank di > sebrang pulau. Seperti biasa saya selalu menyalakan komputer dan > aktivkan YM. Saat saya lagi asyik nyusun SSP datang Pak Amat (nama > samaran) sang penjaga kantor di waktu malam. Kata Pak Amat barusan > dibilangin sama Pak KK "Arif lagi ngapain? Suruh Pulang! ini kantor > bukan warnet.." Itu yang disampaikan Pak Amat kepada saya. > > Sekali lagi ini bukan keluhan, hanya sharing pengalaman saja. Silakan > teman2 milis menyimpulkan sendiri keadaan di sini. Bagi temen2 yang > tahu di mana kantor kami, tolong jangan disebarluaskan. Dan bagi yang > belum tahu tidak usah cari tahu. Saya hanya ingin bertanya pada > temen2, kalo ngenet malam hari di kantor itu dilarang trus kira2 ada > hiburan apa lagi di pulau kecil ini? Ada Ide?? > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
