Assalamualaikum Wr.Wb.

To Mas Arya dan Miliser di manapun anda berada...
Saya setuju banget tuh, SKPP dan karu pegawai sudah sepenuhnya
dijadikan domain pekerjaan KPA dan pembuat SPM. Kalo sudah pensiun
masih dimintakan lagi, itu sepenuhnya jadi tanggung jawab KPA dan
pembuat SPM dan nggak ada urusannya dengan KPPN, karena KPPN sudah
sebagai kasir saja...

Sedikit yang mau saya kasih kata kunci di sini, KPPN harus
merevitalisasi peran menghadapi reog jilid dua yang di release sekitar
September 2006 yang lalu...Paradigma baru tentang mengelola keuangan
negara yang profesional, transparan dan akuntabel sudah selayaknya
diterapkan (walau harus dicicil, pelan-pelan dan setahap demi setahap)
dan kita harus menanamkan pemahaman kepada satker yang kita layani,
bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan negara sangat berat...Upaya
yang bisa ditempuh antara lain melepas ketergantungan satker kepada
pegawai KPPN...Satker harus bisa mandiri, dan kita sebagai pegawai
DJPB harus mampu menjadi 'accelerator transfer of knowledge'
pengelolaan keuangan negara/daerah bagi satker dan Pemda...

Kita sadari memang masih banyak resistensi dari pegawai DJPB terhadap
upaya revitalisasi peran KPPN yang sekarang lagi dibahas oleh
eselon-eselon 2 kita saat ini. Paradigma baru sudah menjadi tuntutan
bagi segenap pegawai DJPB bahwa stakeholder harus diberikan pemahaman
keuangan yang memadai agar gap antara pegawai KPPN dan satker yang
dilayani bisa berkurang...Semakin cerdas dan pintar satker, semakin
mudah menciptakan paradigma baru yang kita idam-idamkan...

Yang saya tahu, banyak satker yang bahkan belum memiliki mekanisme
kartu pengawas seperti kartu kendali/pengawasan balanja pada seksi
perbendaharaan, banyak yang hanya mengandalkan database Server (data
SPM di server) dan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) sebagai alat
pengawas pengawasan belanja...Herannya, masih banyak satker yang tidak
dapat membuat SPM dan LRA satkernya masing-masing..Ironisnya, masih
banyak rekan-rekan di KPPN yang entah mengerti atau tidak 'malah'
membantu membuatkan SPM dan LRA untuk rekon satker...Ini berbahaya
sekali, karena satker akan lepas tanggungjawab seandainya dikemudian
hari SPM tersebut bermasalah...

Tutorial online, membuat web komunitas perbendaharaan, upload pagu
satker pada website (Accessable bdget for public), bertanya lewat SMS
atau bahkan telepon bebas pulsa harusnya disediakan untuk kepentingan
akselerasi transfer of knowledge buat satker dan perangkat pengelola
keuangan instansi...Satker juga harus dibuatkan SPI (satuan
Pengendalian Internal) agar dapat memenuhi best practices dalam
mengelola keuangan negara/daerah...Kerjasama antara Kanwil DJPB,
BPK/BPKP dan Inspektorat Daerah masing-masing satker harus dapat
menciptakan SPI yang solid, karena SPI adalah upaya preventif (pra
action) yang dapat mencegah kebocoran dana negara dibandingkan
pemeriksaan BPK/BPKP dan Inspektorat daerah yang sifatnya reaktif
(post action) setelah kebocoran terjadi baru bisa ditemukan...(atau
ditemukan dulu, baru ada pemeriksaan)

Mudah-mudahan revitalisasi peran KPPN dan Kanwil yang sementara ini
dibahas oleh pejabat-pejabat kita juga memikirkan akselerasi transfer
of knowledge buat satker/pemda yang mengelola keuangan negara sehingga
bila kita memiliki niat, kemampuan dan kemauan yang sama untuk
menyongsong paradigma baru pengelolaan keuangan negara, maka yang
namanya Good Governance Government terutama dalam hal pelayanan publik
bukan sebuah khayalan belaka...

Mudah-mudahan bermanfaat...
Wassalamualaikum Wr.Wb.


Adin-Somewhere at Gorontalo

  

--- In [email protected], arya budhi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> buat bro amir.. bagus banget ide loe..
> gue salut..
> terutama idenya pada seksi perbendaharaan..
> tp kira-kira bgmana dengan lingkup kerjanya mir?
> apa tetap seperti yg sekarang aja atau mengacu 
> seperti KPPN Khusus..
> kalo KPPN Khusus yang dijadikan acuannya kayaknya 
> masih banyak kerjaan KPPN Konvensional yang nggak
> mereka kerjakan..
> contohnya :
> belanja pegawai (gaji) :
> - SKPP, Kartu pegawai, Gaji susulan (musti nungguin
> nota BAKN baru bisa dibayar), dll
> kalo semua kita serahkan ke Satker bisa-bisa terjadi 
> kaya' dulu lagi, orang udah pensiun masih terus
> dibayar..
> penerimaan :
> - permintaan konfirmasi dari Kandep Agama tentang
> setoran NTCR, dll
> 
> (pertanyaanya cetek banget kali.. ya..
> orang sekolahnya aja belom kelar..)
> 
> Oke, bro.. keep posting..
> thanks..
> 
> 
> --- na2ng arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > 
> > amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
> >                      
> >  
> >  
> >  Mutasi internal secara berkala
> >   Karena penghasilan pegawai semuanya sama dan lebih
> > dari 
> === message truncated ===
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> TV dinner still cooling? 
> Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
> http://tv.yahoo.com/
>


Kirim email ke