Uis Telat mas hayalannya .. Sekarang Dach Jadi Kenyataan.., coba dech 
sekali..kali main ke KPPN Khusus Banda Aceh atau sekali-kali buka 
www.danarrapbn.org , Kemaren Juga TIM Pembentukan KPPN Prima Dach Study 
Banding.. Kesini... Idenya persis.. seperti yang mas amir jelaskan....., Tapi 
mungkin perlu ada perbaikan/perubahan terhadap hal-hal yang dianggap kurang 
baik.......

----- Original Message ----
From: amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 4, 2007 6:08:52 AM
Subject: [Perbendaharaan List] Hayalan KPPN Prima:)









  


    
            KPPN  PRIMA



Kabar mengenai akan dibentuknya KPPN Prima telah membuat warga DJPBN 

merasa gembira dan harap-harap cemas. Gembira karena dengan 

dibentuknya KPPN Prima ada harapan akan diikuti dengan pemberian 

tunjangan khusus yang benar-benar lebih dari cukup, dan harap-harap 

cemas karena mengetahui bahwa dalam waktu dekat tidak semua KPPN 

menjadi KPPN Prima sehingga timbul pertanyaan bagaimana rekrutmen SDM 

bagi KPPN Prima percobaan? Apakah melalui serangkaian tes kompetensi 

dan keahlian seperti yang diterapkan pada KPP Modern di Ditjen Pajak 

ataukah melalui rekrutmen “siluman”, KKN, sajen, pedekate dan 

sebagainya yang tentu saja sudah sangat familiar di kalangan warga 

DJPBN:)



Terlepas dari hal-hal di atas saya mencoba berhayal bagaimanakah KPPN 

Prima nantinya. Berikut hayalan itu:

Struktur KPPN Modern

        

Struktur KPPN tidak perlu banyak berubah, yang perlu diubah mungkin 

hanyalah Seksi Bank Persepsi di gabungkan dengan Seksi Bank dan Giro 

Pos, dengan pemisahan tugas masing-masing di level Koordinator 

Pelaksana. Hal ini demi efektifitas dan efisiensi kerja KPPN. Seksi-

seksi lainnya tetap yaitu sub bagian umum, dua seksi perbendaharaan 

dan seksi vera. Yang perlu ditambah adalah Account Representatif 

(Konsultan) dan seksi TI/data base. Seksi TI dan data base berisi 

personel yang ahli dibidang TI dan Data Base baik hardware maupun 

software untuk memantau TI yang dipakai operasional KPPN dan bergerak 

cepat jika mencurigai adanya aktivitas yang akan menjadi kendala 

seperti virus/hacker dan sejenisnya serta kerusakan-kerusakan 

lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan menempatkan jabatan 

fungsional TI dan Data Base. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah 

personel di masing-masing seksi disesuaikan dengan beban kerja yang 

telah dihitung secara cermat hingga tidak menciptakan pengangguran 

terselubung yang digaji besar oleh rakyat.



Account Representatif (Konsultan)

        Selain memudahkan pencairan dana APBN, ada satu fungsi 

penting yang diemban KPPN yang kelihatannya dianaktirikan atau 

dikesampingkan. Fungsi itu adalah sebagai pembina/asistensi bagi 

satker-satker di daerah dan pemda dalam rangka penerapan sistem 

akuntansi pemerintah (SAP) sesuai dengan standar akuntansi pemerintah 

yang ditetapkan dalam PP No.24/2005. Fungsi AR hendaknya dipisahkan 

dari seksi Vera di KPPN dan bidang Aklap di Kanwil yang tugasnya 

lebih berkonsentrasi pada penyelesaian laporan rutin/periodik. 

Personil yang menjadi AR harus mempunyai kompetensi pemahaman 

akuntansi pemerintah khususnya standar akuntansi pemerintah, software 

dan mekanisme pencairan APBN. Singkatnya yang menjadi AR sebisa 

mungkin pegawai yang memahami tugas2 di seksi perbendaharaan dan 

seksi vera. Fungsi ini sangat penting karena dapat memperlancar tugas 

Departemen Keuangan dalam rangka membuat laporan keuangan pemerintah 

(Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Catatan atas 

laporan keuangan). Dengan adanya tenaga AR ini diharapkan kedepan 

dalam waktu dekat laporan keuangan pemerintah tidak lagi diberikan 

opini disclaimer oleh BPK.



Tata Cara Kerja

         Yang harus diubah drastis cara kerjanya adalah seksi 

perbendaharaan karena merupakan ujung tombak pelayanan. Seksi-seksi 

lainnya harus disesuaikan dalam rangka mewujudkan aparat pemerintah 

yang profesional dan melayani yang bekerja secara efektif dan efisien.



        Seksi perbendaraan yang selama ini beban kerjanya dibagi 

berdasarkan departemen/lembaga diubah total. Setiap seksi 

perbendaharaan dengan segenap personil yang telah disesuaikan dengan 

kebutuhan berdasarkan beban kerja KPPN harus siap stand by setiap 

saat untuk melayani setiap Bendaharawan dalam rangka pelaksanaan 

APBN. Tidak perduli dari departemen apa, satker mana, belanja apa,  

setiap ada bendaharawan yang akan memproses SPM menjadi SP2D maka 

akan dilayani oleh setiap pegawai yang sedang “off” (tidak sedang 

melayani) sehingga setiap pegawai mempunyai kesempatan yang sama 

untuk melayani. Hal ini berbeda dengan cara kerja sebelumnya yang 

dibagi per satker/departemen yang konsekwensinya setiap hari ada 

pegawai yang sangat sibuk melayani satker dan di sisi lain ada yang 

tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali karena satkernya tidak 

mengajukan SPM. Setiap pekerjaan mempunyai standar waktu masing-

masing berdasarkan tingkat kesulitan dan kerumitannya. Kepala seksi 

dibantu korlak bertugas mendistribusikan pekerjaan sehingga terjadi 

pemerataan beban kerja dan setiap pegawai dapat bekerja secara 

efektif dan efisien dan kalau perlu sesuai dengan target (setiap 

pegawai beberapa SP2D per hari). SPM yang masuk dibatasi waktunya 

sehingga dapat dipisahkan beban kerja hari ini dan hari berikutnya.



        Tata cara kerja seperti ini membutuhkan persyaratan sebagai 

berikut:

SDM handal dan kompeten

        Setiap pegawai KPPN Prima harus mengerti dan memahami tata 

cara pencairan dana semua Departemen/Satker yang menjadi beban kerja 

KPPN, demikian juga dengan tata cara kerja diseksi lainnya. Jadi 

tidak ada lagi pegawai KPPN dengan pengetahuan yang setengah-

setengah/tanggung, misalnya hanya ahli menangani Satker Departemen PU 

tetapi kalang kabut ketika menangani Satker Departemen Luar Negeri, 

atau ahli menangani SPM gaji/rutin tetapi kalang kabut menangani SPM 

Belanja Modal ataupun pinjaman luar negeri - vice versa. Hal ini akan 

memberi pengaruh positif bagi pegawai KPPN untuk terus mengupgrade 

pengetahuannya sehingga terjadi persaingan yang sehat dalam 

melaksanakan tugas. Pegawai-pegawai yang malas, pilih-pilih, 

tanggung, tidak berkualitas dan tidak memiliki kompetensi tidak akan 

dapat bekerja dengan baik meskipun bergelar SE, MM, MSc dan 

sebagainya:) 



Mutasi internal secara berkala

        Karena penghasilan pegawai semuanya sama dan lebih dari 

cukup, maka tidak ada alasan logis untuk menghindari terjadinya 

mutasi. Mutasi harus dilakukan secara berkala (2-3 tahun sekali) 

dalam rangka menjaga integritas dan memelihara pengetahuan pegawai 

terhadap semua pekerjaan di setiap seksi KPPN. Semua pegawai 

seoptimal mungkin pernah merasakan bekerja di seksi yang berbeda. Dan 

bila menolak mutasi ke seksi lain, yang bersangkutan dimutasikan ke 

luar KPPN Prima (ke unit yang tidak memiliki tunjangan khusus).



Teknologi Informasi dan Data Base 

        Syarat utama berjalannya KPPN Prima adalah tersedianya 

dukungan TI dan Data Base yang handal, baik SDM, hardware maupun 

software. Dengan dukungan TI dan Data Base ini setiap informasi 

(Peraturan, juklak, juknis, SE, dsb.) yang dibutuhkan pegawai dalam 

rangka menyelesaikan tugasnya dapat diperoleh dan diakses dengan 

cepat.



Gugus Kendali Mutu

        KPPN Prima harus mempunyai mekanisme yang efektif dalam 

menginformasikan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan tugas dan 

pekerjaan KPPN. Selain itu harus dibuka peluang bagi setiap pegawai 

KPPN Prima untuk memberikan ide, saran, gagasan, terobosan atau 

apapun namanya yang dapat membantu kelancaran tugas-tugas dan 

pekerjaan dalam rangka melayani klien. Jaman dahulu pernah ada 

kegiatan “GKM” (gugus kendali mutu) untuk mengupdate pengetahuan 

karena adanya mekanisme/peraturan baru. Mungkin hal semacam ini perlu 

dibangkitkan kembali secara berkala.



Evaluasi serta reward & punishment

        Harus disusun kode etik pegawai serta standar dan pedoman 

evaluasi kinerja bagi setiap pegawai KPPN Prima. Berdasarkan standar 

dan pedoman tersebut setiap pegawai dapat dinilai kinerjanya secara 

fair dan terbuka (transparan) dalam waktu tertentu agar dapat 

ditentukan apakah akan diberikan reward ataupun punishment. Diberikan 

reward bila kinerja baik, sesuai target apalagi melebihi target.. 

Reward dapat berupa plakat pegawai terbaik, kesempatan utama diklat, 

kenaikan angka kredit, hingga usulan kenaikan pangkat istimewa 

ataupun rekomendasi/ catatan khusus untuk mendapatkan peluang utama 

untuk suatu jabatan (korlak, kepala seksi ataupun kepala kantor). 

Punishment dapat berupa teguran, mutasi keluar KPPN Prima, hingga 

hukuman berat lainnya sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku.



Mekanisme Feed Back

        Diperlukan suatu mekanisme yang memungkinkan aparat pengawas 

di luar KPPN Prima mendeteksi suatu ketidakberesan yang terjadi 

walaupun ditutupi oleh internal KPPN Prima. Salah satu contohnya 

adalah seperti yang diterapkan di KPK, dengan memeriksa setiap 

pengaduan yang masuk meskipun tidak disertai nama dan identitas 

pelapor (surat kaleng) serta membuat berita acara pengaduan dan 

tindak lanjutnya yang dapat diketahui, diakses ataupun dilaporkan 

kepada publik secara berkala (transparant) .



Sekian dulu hayalan saya tentang KPPN Prima. Dan mudah-mudahan 

hayalan ini bukan cuma mimpi sehingga harapan agar DJPBN menjadi 

instansi membanggakan dan dibanggakan dengan mengedepankan 

profesionalisme, pelayanan dan good governance.



Apa teman-teman yang lain punya hayalan dan mimpi yang sama atau ada 

hayalan dan mimpi yang lain? Coba di sharing, siapa tahu ada malaikat 

yang mendengarkan dan bisa menjadi masukan:)





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367

[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke