1.       judul mail ama isinya banyakan basa basinya pak budisan....
  è  Saya akan senang sekali seandainya Anda dapat menunjuk/merinci isi mail 
saya, termasuk memilah mana yg basa basi dan mana yg tdk basa basi. Mudah2an 
informasi tsb dpt merupakan pelajaran yg berharga buat saya dan juga teman2 
lainnya. Sejujurnya (bukan basa basi) saya juga termasuk orang yang merasa 
tidak nyaman dgn basa basi yg terlalu banyak (too much).
   
  2.       apakah bapak respek ama saya andaikata saya tidak respek ama pak 
sis....
  è  Seperti yg telah saya tulis, saya respek atau tdk respek kepada orang 
karena sifat, perilaku atau kebijakannya dan bukan karena orangnya.  Sebagai 
contoh, saya respek kepada Anda dan pak Siswo karena sifat blak-blakan (tidak 
basa basi)nya walaupun itu kadang menyakitkan perasaan orang.   Saya sendiri 
yakin bahwa ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan sifat 
jujur/terbuka/blak-blakan  tanpa harus menyakitkan hati orang lain.  Walaupun 
saya juga setuju ada orang yg tdk setuju dan akan merasa sakit hati seandainya 
kita bicara jujur , apa adanya, dan tanpa basa basi.
   
  3.       trus sbg arsitek pola mutasi apa betul pak..
yg kutahu pola mutasi menyangkut kebijakan, kalo arsitek kan ada wujud 
fisiknya, nah apa pola mutasi dah keluar SE nya, gak kan? oke kalo sekarang dah 
ada pola mutasi yg jelas, tapi apa iya akan efektif berjalan, apa iya 
transparan, apa bener dipatuhi, lha wong temenku seangkatan kemaren bareng aku 
mutasi tapi gak pernah berangkat (baru 6 bln belum ada setahun), e tau2 namanya 
muncul di SK pelaksana kemaren balik lagi ke Pusat tanpa pernah menyentuh 
daerah penempatannya itu 
  è  Sebenarnya poin ini bukan merupakan bagian dari ISI (melainkan KULIT yg 
saya tambahkan dlm)  mail saya. Saya tidak tertarik untuk memperdebatkan mana 
istilah/pengertian  “arsitek” dan “pola mutasi” yg benar, tetapi  (meniru 
kebiasaan memberikan sejumlah definisi/istilah dalam tulisan ilmiah dan 
peraturan) yang saya maksud dengan “arsitek pola mutasi” dalam tulisan saya 
adalah orang yg terlibat dalam proses penyusunan (termasuk penetapan kebijakan) 
sistem/pola mutasi.  Perlu diketahui bahwa saya juga termasuk orang yg sangat 
menyesalkan terjadinya praktek-praktek mutasi pegawai sebagaimana yg telah Anda 
sebutkan dan pernah mengabadikan protes saya pada kebijakan mutasi dalam suatu 
puisi yg (kalau saya tak salah ingat) pernah saya posting di milis ini pada 
tahun 2005.  
   
  4.       oke pak ini kritik, MPN dah jelas2 tidak didukung sepenuh hati oleh 
pak sis, buktinya pergantian kursi es 3 dari bu wiwieng ke bu tati (skrg dah 
balik lagi) yg notabene komandannya MPN
launching MPN siapa yg mbiayai, bukan setditjen, tapi malah suatu proyek 
pengembangan sistem manajemen keuangan berbasis IT (itu lo GMFRAP kalo ada 
temen yg gak tau)
pelatihan MPN siapa yg mbayari, GMFRAP juga...
anggaran MPN yang dah direvisi en ada di DIPA DIA, gak pernah bisa disentuh...( 
pas jaman pergantian es 3 itu)
MPN itu kesepakatan banyak pihak, djp en djbc, djapk termasuk didalamnya.. kalo 
toh sekarang dah berjalan, bukannya harus disesali tapi tetap didukung upaya 
penyempurnaannya, bukannya nyari celah tuk membinasakannya.
  è  Sejujurnya sebenarnya saya sangat tertarik dgn isu seputar MPN (yg konon 
membuat hubungan antara sekjen dan sekditjen menjadi semakin jauh) dan GFMRAP 
(bukan GMFRAP), Government Financial Management dan Revenue Administration 
Project.  Dalam email, saya hanya menulis peringatan Sekditjen (yg kemudian 
saya amini) ttg ketidaksiapan MPN yg berujung pd timbulnya masalah MPN 
khususnya di awal tahun 2007.  Sebenarnya kita bisa berdebat apakah kegagalan 
MPN tsb karena kelemahan sistem/ujicoba  MPN atau karena tdk didukung  sepenuh 
hati oleh sekditjen.  Namun satu hal yg perlu dicatat bahwa kesetujuan saya 
bahwa sistem/ujicoba MPN tdk dirancang secara baik sama sekali bukan berarti 
saya juga menyetujui sikap sekditjen utk tdk menyetujui pencairan dana MPN utk 
keperluan launching MPN dan pelatihan MPN.  Saya mungkin sangat setuju sekali 
dengan Anda bahwa semestinya dana MPN dalam DIPA tsb dapat dicairkan, walaupun 
saya masih penasaran apa sebenarnya alasan sekditjen menahan
 dana tsb.  Dan yg membuat saya lbh heran lagi mengapa sekjen (eks-dirjen) yg 
notabene berkepentingan dgn sukses  MPN ketika itu seakan tdk dpt berbuat 
banyak untuk mengatasi masalah MPN tsb, misalnya bicara empat mata dgn 
sekditjennya (yg tdk mendukung MPN dg sepenuh hati tetapi  justru “nyari celah 
tuk membinasakannya”) 
  GFMRAP dan juga MPN mungkin merupakan proyek besar IT yg belakangan ini 
paling membuat  cemas Direktur dan sebagian pejabat Dit Sist Perbend.  Sebagian 
kegiatan GFMRAP yg hasilnya paling dicemaskan oleh para pejabat di Dit Sist 
Perbend (menurut pendapat saya) adalah rencana penyusunan sistem informasi 
manajemen keuangan negara yg konon kegiatannya seharusnya sudah dimulai pada 
bulan Mei 2007.  Informasi yg saya terima dari bu Tati bahwa, sesuai rencana, 
program aplikasi yg akan dikembangkan (dg cara outsourcing) melalui SPAN (the 
core of GFMRAP) meliputi semua aplikasi di KPPN, Kanwil dan Kantor Pusat.  
Sementara aplikasi  SAI (akuntansi)nya tetap dikembangkan oleh Dit SP-DJPB.   
Saya kira kita semua sangat berharap agar dalam pelaksanaan SPAN nanti Bu Tati 
dkk dapat belajar dari pengalaman kegagalan proyek-proyek  IT di Bakun dan juga 
di DJA sebelumnya  (contoh: ORAFIN dan SIMAK).   Mari kita buktikan bahwa SPAN 
yg dibantu oleh konsultan asing dan dibiayai melalui loan
 tsb bukanlah ORAFIN ataupun SIMAK (Let’s wait, and time will tell you…)   
Semoga.  
   
  5.       sekarang yg jelas bapak dan temen2 lain jgn dengki apalagi dendam 
ama saya, la ini kan kritik biasa....
dah kubaca 10 kali sepertinya gak ada kesan menyalahkan orang.. tapi kl memang 
ada saya salah ketik mohon maaf aja..
  è  Alhamdulillah, tidak ada alasan bagi saya untuk memendam dengki atau 
menaruh dendam kepada Anda.  Bagi saya, Anda juga tidak bersalah (kecuali salah 
ketik GMFRAP) sehingga perlu meminta maaf.  Kecuali barangkali kalau Anda 
sebenarnya secara diam-diam (tdk secara blak-blakan) bermaksud memancing respon 
dan menakar kadar emosi saya.. (:
   
  Salam,
  budisan
   

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke