Assalamualaikum wrwb Buat mas Muhammad Antos terimakasih atas doanya, mudah2an Alloh SWT juga melimpahkan segenap hidayahnya buat kita semua di milis ini Amin.
Saya ingin cerita sebuah pengalaman saya sewaktu menjadi pelaksana seksi PB di KPPN Parepare periode 1995-2000. Mudah-mudah bisa jadi inspirasi menjelang week-end ini buat Miliser di manapun anda berada. Sekitar tahun 1998, saya yang waktu itu sedang sibuk mengerjakan SPM Proyek, dikejutkan oleh seorang teman satu seksi yang bilang ke saya sperti ini : "..cep, aku ambil kartu atas nama Doelah (nama samaran) guru SMP 1 Suppa (kab, Pinrang) yang pindah ke SMP 1 Palanro (kab. Barru), ntar JANGAN lupa untuk mencoret nama pak Doelah dari daftar gaji SMP 1 Suppa", saya yang saat itu sedang sibuk karena banyak sekali SPM, tidak mengiyakan, tapi saya bilang :"Iya, tapi ingetin saya lagi yah nanti, takut saya kelupaan" Saya akui, itu sebuah kecerobohan buat saya, semestinya ketika saya mengkartu sudah saya temukan bahwa pak Doelah pindah ke SMP lain. Sebulan berlalu, dua bulan berlalu, masuk bulan ketiga ketika waktu saya longgar saya mengerjakan SPM gaji sambil mengkartukannya satu demi satu. Masuk ke nama, Doelah, saya cari berkali-kali, tidak ketemu. Saya cari lagi di kartu gaji SMP 2 Suppa, mungkin salah masuk ke sana, akan tetapi nihil. Lalu saya beranikan diri bertanya :" Apa ada yang menerima guru pindahan dari SMP 1 Suppa, an. Doelah?" Teman saya (beliau bukan dari Prodip dan sekarang seingat saya bertugas di KPPN Makale) dia bilang : "loh, kan udah saya kasih tahu dik Acep, bahwa pindah ke SMP 1 Palanro dan SKPPSnya (SKPP-Sementara, karena masih sati wilayah pembayaran) sudah saya taruh di meja kamu, mungkin ketindih dengan berkas-berkas lainnya" BANG!!! Saya kaget, begitu saya lihat ke daftar gaji SMP 1 Palanro, pak Doelah sudah dibayar dari 2 bulan yl. Saya bergumam kecil : "ya Alloh, saya teledor Bagaimana ini?" teman saya bertanya pelan "Ada apa?" saya bilang : " saya dobel bayar, dua bulan lagi " Saya mencoba mencari solusi yang baik, akan tetapi berita sudah tersebar. Teman-teman yang prodip bilang "Kejar aja pak Doelah cep di SMP 1 Palanro, atau ketemu sama bendaharawannya di SMP 1 Palanro" Saya segera mencari alamat dua orang dimaksud di kartu gaji, akan tetapi di kartu hanya ada alamat SPM 1 Palanro, Jl. Trans Sulawesi, Kab. Barru tidak ada alamat lain" Saya mulai bingung karena hari menjelang sore dan absen sore sebentar lagi keluar (waktu itu pulang jam 4 sore, sabtu masuk setengah hari kerja). Di saat saya sedang kebingungan, ada aiphone khas dari kepala kantor (KK) yang masuk ke ruangan kepala seksi PB. Tidak lama kemudian kepala seksi menyatakan saya dipanggil segara untuk menghadap. Saya berjalan menyusuri tangga untuk mengahadap, sekilas saya rasakan waktu berjalan pelan, seperti adegan slow motion di film-film. Saya berpikir keras, bagaimana solusinya. Tok Tok Tok "Masuk" kata kepala kantor SHD (inisial saja, mohon maaf) KK membuka pembicaraan : " Kamu pegang SMP 1 Suppa?" "Iya pak" "Kamu tahu kenapa saya panggil ke sini?" saya berlagak pilon, "Belum tahu pak" "Tadi ada pegawai seksi PB (non prodip) datang ke saya (wah, saya tidak mengerti maksud si pelapor kepada KK) dan dia ceritakan bahwa kamu dobel bayar gaji?" Betul itu?" mulai dengan nada tinggi. Saya jawab "Betul pak, dan saya mohon maaf. Ini semata-mata keteledoran saya" Lalu KK mengatakan "Kamu mau coba-coba korupsi yah?" Saya jawab lagi "Kalo saya niat pak, mengapa saya korupsi cuma sedikit, Rp. 1.750.000 (saya ingat betul angkanya) pak. Toh kalo saya korupsi yang lebih gede sekalipun, dosanya tetap sama" Saya betul-betul khilaf pak" KK tetap tidak melunak beliau bilang "Cari sampai dapat, kembalikan via SSBP atau kalu nggak ketemu, ganti dengan uang kamu sesegera mungkin!" .Saya menghela napas panjang, saya jawab "siap pak, potong saja gaji saya kalau saya tidak dapatkan kembali uang tersebut" janji saya ke KK. Saya turun dan segera pinjam motor teman saya (motor saya waktu itu sudah tua, GL 100 th 82 yang dibeli kredit dari Koperasi Kantor, yang nggak bisa lari di atas 70 km/jam) sekitar setengah lima sore, saya ditemani teman yang sekarang pindah ke KPPN Makale menyusuri Trans Sulwesi dari Kotamadya Parepare ke Kabupaten Barru, sekitar 55 km. Sejenak saya berdoa, memohon kepada Alloh SWT agar memberikan jalan buat saya untuk mengembalikan uang tersebut bagaimanapun caranya. Hampir satu jam bersepeda motor, saya dan teman saya menemukan SMP 1 Palanro dimaksud. Karena waktu telah menunjukkan pukul ½ 6 sore, saya turun sejenak dan memeriksa pintu sekolah yang sudah terkunci dengan gembok. Saya gedor2 pintu besi sekolah, berharap ada penjaga yang membukakan pintu dan mungkin bisa saya tanyakan alamat pak guru Doelah berada. Lima belas menit tidak ada respon dari dalam sekolah yang dari jam ½ 1 siang sudah ditinggalkan oleh semua murid-murid dan guru-gurunya. Saya menyusuri jalan perlahan dengan motor teman, sembari terus berharap ada sesorang yang bisa saya tanyakan alamat pak guru Doelah. Sekitar 1 kilo menyusuri jalan dengan motor, saya mendapati seseorang menggunakan sarung yang sedang membetulkan motor Vespanya yang lagi mogok. Saya berdoa, mudah2an orang ini bisa saya tanyakan mengenai pak guru Doelah, guru SMP 1 Palanro yang sedang saya cari-cari. "Assalamualaikum pak, tabe ki di (Permisi yah pak),...Saya mau tanya ki pak, weisengikah kita sibawa pak guru Doelah yang mengajar di SMP 1 Palanro ini pak? (Apa Bapak tahu Pak guru Doelah yang mengajar di SMP 1 Palanro ini?) Si Bapak yang sedang memebtulkan Vespa nya membalikkan badan dan menjawab : "Pole ke ga i ero?" (dari mana dik?) Saya jawab dari Parepare pak, saya mau tanya apa Bapak tahu dimana pak guru Doelah, pengajar SMP 1 Planro tinggal?" saya berharap-harap cemas, takut jawaban si Bapak tidak memuaskan saya. Bapak itu menjawab : "Kebetulan sekali dik, Saya Bapak Doelah, guru SMP 1 Palanro, pindahan dari SMP 1 Suppa" Hahhhhh saya takjub dan berucap syukur kepada Alloh SWT .. TO BE CONTINUED.... Adin-Somewhere at Gorontalo
