Pertama, tanggal 7 Juni 2007 itu hari Kamis.
Kedua, isu ini sebenarnya tersebar tahun lalu. Silakan cek di detikcom
atau saya kutipkan saja di sini klarifikasinya yang dimuat di situs
blogger:

Bantahan dari Kepala Bidang Informasi Gempa Pusat Gempa Nasional BMG
Budi Waluyo :
    "Itu pekerjaan orang-orang jahat. Itu hanya isu,"

Kutipan e-mail dari Dr Dwikorita Karnawati,ahli geologi UGM :

    Tolong disebar luaskan, bahwa info tersebut tidak benar. Saya
sudah cek, CNN TIDAK menyebarkan berita tersebut. Dari perhitungan
geostatistik, gempa sejenis atau lebih kuat diperkirakan dapat terjadi
sekitar 100 tahun lagi.
    Kalau hanya masalah lempeng Australia menumbuk lempeng Asia di
selatan Jawa itu sudah terjadi sejak belum ada manusia dan sekarang
masih berlangsung dengan kecepatan 5-7 cm per tahun. Tapi kita engga
merasa kan?
    Itu bukan berita yang perlu ditakutkan. Hal ini yang menyebabkan
adanya gempa- gempa di sepanjang jalur selatan Jawa (bahkan) mulai
dari barat Sumatra menerus ke arah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara),
dengan pusat-pusat gempa dangkal hingga dalam.
    Gempa yang lalu pusat gempanya dangkal (kurang dari 40 km)
sehingga sangat terasa di permukaan. Namun dari perhitungan
gestatistik sejarah kegempaan di Yogyakarta, gempa dengan kekuatan
sejenis baru akan terjadi lagi sekitar 100 tahun lagi.


Leila R. Niwanda
KPPN Tanjung Pandan
http://niwanda.multiply.com


--- In [email protected], Hari Ribowo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> CNN:  quote
>   Bahwa lempeng Australia bergerak ke utara menuju Asia. 
>   Diperkirakan bisa bertubrukan dengan lempeng Selatan Indonesia. 
>   Perkiraan 11 hari setelah air pantai meluap atau 
>   Rabu 7 Juni akan ada gempa dahsyat & kemungkinan terjadi tsunami



Kirim email ke