Ikutan ngelantur (nyampah?) ya.

KPPN Prima 'kan KPPN Percontohan? Karena KPPN Percontohan, KPPN-P
harus dijadikan contoh oleh KPPN lain yang sewilayah. Misalnya, KPPN-P
bebas amplop, KPPN biasa juga harus meniru bebas amplop. KPPN-P tidak
menanggung biaya hotel tamu, KPPN lain juga harus begitu. Rekanan KPPN
I berhak protes jika dilayani berbeda dari pelayanan di KPPN-P.

Soal pegawai KPPN-P memperoleh penghasilan resmi yang lebih tinggi,
wajar saja karena mereka harus menjadi contoh bagi pegawai KPPN lain.
Idealnya, KPPN-P tidak boleh salah, karena kesalahannya juga bisa
ditiru oleh KPPN biasa.


aa_haq dari Banda Aceh

--- In [email protected], dedi cahriadi
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kepada Yth. KPPN I
>    
>   KPPN Prima Tahap I akan  segera dibentuk dalam waktu dekat ini,
ditandai dengan persiapan beberapa pegawai yang sudah di tunjuk untuk
mengikuti test dalam waktu dekat, saya ucapkan selamat mengikuti
semoga anda menjadi orang-orang terpilih:  
>    
>   Dalam diskusi kecil-kecilan di warung kopi sebelah kantor  bahwa
apa yang akan dilakukan perubahan tentang pembentukan kppn prima ini
apa sudah terpikirkan tentang :
>    
>   Seandainya memang betul2 kppn prima terbentuk di ibukota propinsi
yang diantaranya  memiliki 2 KPPN (Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya
Surabaya dan Makassar) dimana dalam ujicoba akan diterapkan pada KPPN
2, apakah tidak menimbulkan persoalan dalam hal pelayanan. Dimana
jelas bahwa ada perbedaan  pelayanan antara KPPN 1 dan 2 (satu prima
yang satu tidak), 
>   Satker di wilayah pembayaran kppn 1 akan protes dong minimal
keberatan lah... kalau mereka di bedakan dengan KPPN 2, Rekanan pun
demikian seandainya dia memiliki tagihan ke Negara di kedua KPPN
tentunya akan beda pelayanannya  pasti  akan protes ( jadi tanda
tanya). Kok di KPPN 1 pake ada "high Cost"ya "Jatah Preman", dibelat
beulit dipersulit, dan dilayani dengan dengan perasaan penuh derita
(ini mah contoh seandainya ada yang kaya begitu ... mudah2an ngak ada
seperti itu), lantas di KPPN Prima tidak banyak embel gembel nya,
kalau begitu bisa ngak pindah pengajuan tagihannya  ke KPPN Prima
(Bisa ngak ya... kaya kita nasabah Bank kan bisa Setor dan Ambil dana
dimana saja Cabang nya.. )
>    
>   Bagaimanapun juga satker tentunya kepengen di layani dengan prima
apa lagi satu kota dan apakah mereka mempertanyakan dan menanyakan 
atas dasar apa pembayaran di KPPN 1 kenapa tidak di KPPN 2, (ayo
satker.... berani ngak ngomong begitu... pindah aja tagihannya ke KPPN
Prima). Rugi lho kalau tidak di KPPN Prima.
>    
>   Tentunya buat KPPN I mudah2 apa yang terjadi nanti di KPPN Prima,
tetangga sebelah nanti tidak membuat anda kalah bersaing...dalam
pelayanan adopsi yang baik2nya dari KPPN Prima  Atau jangan-jangan
KPPN Prima sami mawon dengan saudara tuanya. Ngak lah..
>    
>   Ah hanya diskusi yang ngelantur kok. 


Kirim email ke