Menurut penerawangan saya... ( gaya Republik Mimpi nih )... Anda lagi kesel..( halah ya jelas nggak usah diterawang juga) dan asyiknya lagi kesel itu manusiawi sekali, coba kalo nggak kesel pasti banyak bangsa yang belum merdeka sekarang... inget GAM? katanya mereka mau kesel pengen merdeka karena nggak pernah tau kompor gas itu kayak apa padahal gas nya di ambil di halaman mereka atau mungkin amerika masih dijajah inggris.. ( halah makin ngelantur aja ...) banyak yang bilang padaku dulu kalo nggak cocok ama sistem leave it, tapi gw bilang no man gw mau fix it..., tapi gimana coba fix dari tempat terpencil di puncak gunung, jauh dari peradaban, boro boro hp atau internet kaya jaman sekarang, mobil aja ngga mau pergi kesana lewat jam 6 sore... tapi gw nggak mau kaya emak yang bilang kamu ini sekarang enak udah banyak kendaraan, dulu emak kemana mana jalan kaki. nggak gw nggak bermaksud gitu, tapi dari cerita itu elo mesti percaya bahwa perubahan itu akan selalu ada.. mungkin bukan jaman gw yang ngalamin mimpi gw tentang kppn fillial, sepuluh taun setelah gw pikirin baru terwujud satu di lokseumawe nggak jauh dari tempat gw bermimpi dulu di takengon... elo pernah nggak nyoba nanam pohon tanpa pernah merasakan hasilnya, cobalah tanam pohon di sekitar rumah lo skarang atau di kantor lo biar keurus ama OB, kalo bisa yang umurnya lama, lima taun kemudian elo mutasi dan lima taun kemudian ada cerita dari temen elo disana, eh jamie pohon yang elo tanem udah berbuah loh, gila nggak kalo mereka masih inget kita yang nanam, dan manisnya nggak sampai di lidah man, tapi di hati, ( masih ngelantur gw ya, tapi pointnya mesti lo dapet )
di jaman instant ini / di jaman persaingan yang kadang nggak sehat ini kadang susah sekali kita sabar bro, jadi inget tukang kopi di cemoro sewu ( kaki Gn Lawu Red.)saat bermalam disana, bapak satu ini peace banget hidupnya, lo bayangin berapa banyak sih orang yang lewat ke situ dalam satu bulan ? kalo dipikir dari mana dia dapat makan. mungkin kayak cerita tukang baso nya pak hari eh pak Sobary, dia tuh nothing to loose , semua ya ada ngatur katanya, itu kata kunci hidup sebenernya men, entah dia muslim, kejawen, kresten, jewish atau apalah tapi keyakinan itu membuat ia peace.. oke lah kita sementara ini bisa maki maki orang yang rekrut test kppn prima ngga adil, yg bikin undangan diklat nggak punya data apa, yang nempatin kita di negrei yang kita sendiri nggak pernah baca di peta adalah orang gila..oke lah bro, masih ada kambing hitam yg merumput di lapangan, masih ada orang yang bisa disalahin untuk hal yang kita alami, tapi buat renungan gw sumpah nggak minta dilahirkan kedunia untuk hidup kayak gini maunya sih mungkin jadi pangeran monaco nggak memohon kepada yang kuasa untuk jadi pegawai djpb, nggak juga minta sama yang ngatur hidup buat pergi dari adat dan peradaban gw. kaya tapol aja di buang ke pulau terpencil, ada misteri yg menyelubungi kehidupan dan pastinya datang dari langit, gw pernah di posisi elo tp gak melakukan hal yang sama ky elo.. satu lagi kata kuncinya, kali aja bikin lo agak damai, ini ayat sering diulang tapi kali aja bikin hati lo damai.. Ada hal yang sangat elo cintai tapi Alloh benci, ada hal yang sangat elo benci padahal didalamnya Aloh memberi kebaikan dan itu semata rahasia yang hanya Dia yang tau... ( benerin om kobir masalahnya koboy jarang baca ayat ) ok brother, the only thing you should kiss is sajadah and never kiss somebody ass cause its jorok pisan... zamzam with peace of mind > --- In [email protected], "remote_area" > <remote_area@> wrote: > > > > Woiii tok tok tok .Ngapain bahas Amin dan SBY dll, Aksi mereka itu > kan > > DRAMA POLITIK TINGKAT TINGGI.!!! Malah ada tembako segala halah > > halaaaahhh . Fokus ke Dirjen Kita dong kalo gak keberatan Mohon > > perhatian sebentar!!! Gue sekedar ingin ngungkapin beberapa argumen > > dari letupan2 hati dan fikiran guwe, tetapi bukan untuk para anggota > > milis, ini adalah ungkapan pribadi atas sistem kepegawaian DJPBN dan > > pengembangannya, yang ingin saya ungkapkan adalah : F#^k'>([EMAIL > > PROTECTED], > > $$%*Bstd Sh##it .. Them All,.. haaaaaaaahhh legaaaa rasanya > > Mohon maaf sebelumya pasti rekan2 milist dapat ambil kesimpulan > bahwa > > ini adalah ungkapan dari orang Freak Sick Bastard Maniak, mungkin > > kesimpulan sodara2 ada benarnya juga, dan mohon tanggapannya / urun > > rembugnya atas kengerian MISTERI ASAL REKRUT / ASAL PILIH yang guwe > > terawang berhari2 : > > > > 1.KPPN Prima, kriteria penunjukan peserta tes gak jelas, jika > kriteria > > yang diikutsertakan adalah pegawai yang mendapatkan volume diklat > > lebih banyak lalu dimana NILAI KOMPETENSI nya? Apakah Pegawai yang > > tidak pernah mengikuti Diklat adalah merupakan KESIALAN mereka > > sendiri, karena ingin mengikuti Diklat tetapi tidak pernah > > diikutsertakan dari kantor yang bersangkutan? > > > > 2.Beberapa macam Diklat, salah satu contoh Bimtek mySQL, sebagian > > besar peserta Diklatnya adalah pegawai2 yang sudah sering mengikuti > > bermacam2 Diklat, lha terus dimana data2 pengembangan pegawai? > Adakah > > FUCKING DATA mengenai FREKUENSI PEGAWAI dalam MENGIKUTI > > PELATIHAN/BIMBINGAN/DIKLAT tidak diperhatikan? Coba lihat dampaknya > > pegawai yang pinter tambah pinter (banyak koleksi diklatnya) dan > yang > > belum pernah ikut diklat (terutama pegawai di daerah sulit / > pelosok) > > tetap saja gaptek dan katro? Dalam hal ini mohon sesama pegawai yang > > sudah sering ikut pelatihan / diklat jangan MARUK dong!!!karena akan > > berdampak pada keluarg anda!!! Ingatlah teman2 disekitar anda yang > > sangat minim (bahkan belum pernah) dapat kesempatan Diklat / > Pelatihan > > / Bimbingan di DJPBN. Nah, dimanakah Fungsi PENGEMBANGAN nya? Ingat > > ketidakadilan adalah kedzaliman, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu!!! > > > > 3.Mutasi ke kantor pusat (ke Favorite Area) ..,sama-sama 1 angkatan > > tetapi ada yang sudah dimutasikan ke kantor pusat duluan, ada juga > > yang masih terpuruk di daerah sulit / pelosok, sekali lagi > kriterianya > > apa? Lha wong kita juga berhak untuk mendapatkan lokasi tugas yang > > lebih baik dan familiar Apakah semua ini tergantung KEBERUNTUNGAN > dan > > KESIALAN atau PERSEKONGKOLAN ? Dimana nilai KOMPETENSI yang > dijunjung > > tinggi oleh Sistem Kepegawaian DJPBN itu? Mana!!! Mana!!! > > > > Bertugas di daerah sulit / terpencil / pelosok adalah AMANAT bagi > > kami, akan tetapi KOMPETENSI yang SEHAT, ADIL dan TRANSPARANSI di > > Kepegawain pada hakikatnya adalah kebanggaan, sandaran vertikal dan > > harapan atas KINERJA kami di DJPBN. PRIMA!!PRIMA!!PRIMA!!! > > > > Remember-Remember the V Of Remote Area > > >
