Saya juga cukup prihatin mendengar kabar ini, sebagaian besar Pegawai DJPBN ternyata memang masih diragukan integritasnya (tidak layak untuk menunjang perubahan di DJPBN).
Kalau memang mau diadakan lagi Tes Tahap II, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan oleh Kantor Pusat: 1. Pengumuman kelulusan harus segera diumumkan secara luas dan terbuka, kalau perlu dicantumkan Nilainya sehingga bagi yang tidak lulus bisa menerima dengan legowo dan menyadari kekurangannya. 2. Bagi yang tidak lulus Tahap I dilarang mengikuti Tes Tahap II 3. Penetapan persyaratan Tes Tahap II, tidak ada lagi pembatasan Kuota dan Usia, sehingga benar2 bisa mencerminkan keadilan. 4. Untuk mengejar "Jam Tayang", bagi yang lulus Tahap I sebaiknya ditempatkan lebih dulu di KPPN Prima tertentu yang Volume Kerjanya Cukup Tinggi. 5. Adanya jaminan bahwa penempatan di KPPN Prima, betul2 berdasarkan kriteria tertentu (mis. ranking) bukan karena koneksi dan loby meloby. Demikian Tanggapan saya... Mari kita dukung Perubahan DJPBN menuju kondisi yang lebih baik... lusmasaduh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Nah, barulah ketahuan belangnya !! Pantes aja banyak yang tidak lulus ! Rekan yang masih punya paradigma begini yang menghambat reformasi di perbendaharaan yang didengung"kan selama ini. Di saat perbendaharaan menuntut integritas moral dan komitmen para punggawanya, rekan malah masih memikirkan diri sendiri. Egois gitu loh.. ! Sebagai bahan renungan, tak sengaja saya dapat bocoran SMS Sesditjen yang disampaikan ke beberapa kakanwil di daerah, yang kutipan lengkapnya sebagai berikut : " Pak Kanwil, hari ini saya merasa sangat sedih & kecewa, karena saya menemukan fakta bahwa dari seluruh pegawai yang diuji untuk KPPN percontohan total <50% yang berhasil, es 3<30%, es 4<25%, staf<50%. Staf yang canggih selama ini, memang memperoleh nilai technical competence yang relatif tinggi, nilai test psikometrik tidak sebagaimana yang diharapkan untuk menunjang perubahan di DJPB, sehingga tidak boleh lulus. Sedih aku pak. untuk itu, test batch 2 segera kita laksanakan sangat2 segera. Wass <SS>. Oc, selamat merenungi diri kita, perbendaharaan kita ! mengakibatkan perbendaharaan t --- In [email protected], "quick_spiker" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > betul banget, walaupun gak semuanya begitu sih, jadi misalnya kalau > disuruh milih lulus tapi pindah ke luar jawa atau gak lulus tapi tetep > di jawa, pastinya banyak yang milih opsi kedua. > Semakin tua kayaknya lebih penting kemapanan daripada uang lebih. > jadi gak heran banyak teman-teman kita yang loncat ke pemda, > prinsipnya gak ada TC gak papa yang penting hati tenteram, toh > nantinya tabungan dari TC (ini juga kalau bisa nabung lho) juga habis > dipakai untuk ongkos pulang kampung jenguk keluarga hanya sekedar > untuk say hello aja. > tapi paling enak emang diterima, tetap di jawa dan dapet TC,naek lagi > (kalo ini mungkin opsi yang limited edition, susaaaaaah banget). > amin.... > > --- In [email protected], "pasti_cuma_abdi" > <pasti_cuma_abdi@> wrote: > > > > wah.. informasi ini betul enggak mas? pasti semua peserta test sedang > > menunggu... tapi yang pasti (kalau mau jujur) kegundahan sebagian > > besar peserta bukan lulus apa tidaknya, tapi pindah apa enggaknya?? > > betul ? > > > --------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed]
