Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat siang miliser di manapun anda berada. Hatur nuhun Kang Dedi salam buat semua alumni CKC Parepare, Pak Maryono dll atas segala doa dan dukungannya, mudah-mudahan Alloh SWT senantiasa melindungi segenap langkah saya dalam mengemban amanat (cerita ttg selembar SKPP-nya belum mendapatkan momentum untuk dirilis), mohon bersabar...halah...(M. Kobir, 2007)
Selamat dan sukses untuk semua ujiannya Kang Kobir, saya seolah dimabuk rindu tulisan akang, tapi jangan panjang-panjang yah, maklum lagi mumet. Beberapa bulan yang lalu, terjadi lonjakan luar biasa atas jumlah message yang masuk di milis tercinta ini. Mungkin rekor yang paling tinggi adalah dua atau tiga bulan terakhir. Saya sempat melontarkan ide ke Kang Kobir untuk memetakan topik apa yang paling diminati di milist ini, eh belum sempat selesai karena kesibukan dan bolak-balik ke Jawa tahu-tahu saya dapat amanat yang lebih besar dari saat ini. Saya terkagum-kagum mendapati apresiasi miliser atas rencana implementasi KPPN Prima. Mulai dari rekrutmen, ujian sampai dengan hasil bocoran SMS orang kedua DJPB yang membuat heboh milis ini beberapa saat yang lalu. Itu semua menunjukkan bahwa semangat perubahan sudah begitu menggelora di hati miliser semua. Ibarat sebuah 'klimaks' yang ingin diraih, transparan dan akuntabel (dan renumerasi yang profesional)adalah cita-cita mutlak. Dari kacamata saya (koreksi kalau saya salah), semua ingin menjadi contoh (role model) bahwa saya 'prototype model employee', saya memenuhi kriteria, saya punya keinginan berubah, saya nggak mau di daerah (loh!), saya 'bersih' (nggak GR loh!) atau ide saya banyak diterima di milis dsb. Tapi jangan dilupakan bahwa ada juga pegawai yang memenuhi kriteria dan kompeten tetapi malah : tidak mendaftar, tidak ingin dimutasi ke daerah (Jawa-luar Jawa, luar Jawa-Jawa...sama aja), atau sedang menimba ilmu, atau bahkan sedang menunggu 'penawaran' lebih baik dari instansi lain. Ketika ada bocoran bahwa yang memenuhi 'prototype model employee' hanya sedikit, hiruk pikuk tambah mendera. Kok bisa? Ah cuek aja, wong yang dibutuhkan banyak kok, ntar kita juga dimasukkin ke KPPN Prima (iiiih, ini baru GR!). Tapi itulah potret riel wajah kita saat ini, sebuah cermin jangan dibelah hanya karena wajah yang bercermin buruk rupa. Apakah ekspektasi dan harapan Bapak Setditjen yang 'over estimate' sehingga menetapkan standar demikian tinggi, atau memang kualitas 'bahan baku' sudah banyak yang terkontaminasi sehingga tidak lolos 'Quality Inspection' proses. Perlu kajian mendalam dari setiap Kantor Wilayah (jangan membebani pusat terus dong, mohon dibantu) Banyak yang harus dipelajari, tapi mestinya kita bersyukur bahwa potret riel wajah kita bisa segera kita ketahui bahkan langsung oleh orang nomer dua di DJPB tercinta ini. Bukan dari orang lain atau dari survey TII dan MTI. Lalu bagaimana agar ekspektasi dan kondisi riel tidak mendapatkan gap seperti saat ini. Tentu saja kerja keras untuk memetakan pegawai harus sudah dirintis sejak saat ini. Sekarang dan bukan nanti!!! Misalnya banyak pegawai yang kompeten dan memenuhi syarat menjadi pegawai KPPN Prima tetapi malah tidak ikut ujian (sengaja atau tidak sengaja)harus digali apa keinginannya agar bisa ikut terlibat dalam KPPN Prima. Kalau tidak dapat menggunakan kuesioner lewat kepegawaian, mungkin bisa via milis ini. Di bawah ini ada wawancara 'imajiner' dengan pegawai yang tidak ikut tes KPPN Prima. Question (Q) : Mengapa tidak ikut ujian KPPN Prima? Answer (A) : Ga ah, toh semua juga nanti di-Primakan.. Q : Barangkali takut nanti dipindah dari sini yah kalao masuk KPPN Prima? A : Itu juga iya, apa bisa dijamin saya tetap di Jawa, wong nggak pernah ditanya pilihan. Coba diumumkan, 5o besar lulusan tebaik boleh meminta ditempatkan di KPPN Prima di mana saja sesuai keinginan. 50-100 besar berikutnya, sesuai keinginan tetapi dengan pertimbangan pusat. 100-200 besar berikutnya sesuai keinginan, pertimbangan pusat dan melihat kebutuhan dst. Q : Kalau anda ikut ujian, ternyata mendapatka nilai yang rendah, bersediakah di tempatkan di mana saja? A : Yahhhh, beri opsi dong, apa kita mau ambil atau diganti oleh pegawai dengan nilai yang lebih baik pada ujian tahap berikutnya. Dan yang sudah ikut, sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang lain yang belum ikut...Adil untuk semua dong... Q : Sejujurnya, apakah anda tidak ingin terlibat dalam KPPN Prima padahal ada rencana renumerasi yang sangat 'layak' di sana? A : Iya, kalau di KPPN yang reguler saja kita semua sudah bermental kerja dan melayani secara prima dan mensyukuri semua nikmat, kenapa mesti terjebak untuk 'wara-wiri' merasa pantas jadi 'role model', biarlah saya diberikan kepastian punishment and reward (gaji besar, tetapi kalau menerima sesuatu dari stakeholder, pecat saja) yang pantas sesuai tuntutan perubahan dan kepastian mutasi berkala yang jelas (setiap berapa tahun sekali bila di kota terpencil) dan mendapatkan fasilitas cuti yang dikompensasikan dengan satu kali gaji dan TC bila tidak diambil (karena saya di luar Jawa), itu saja...nggak neko-neko, pasti saya 'give my best punch' untuk setiap pekerjaan pelayanan... Q : Tapi anda yakin KPPN Prima bisa menjawab tantangan zaman bahwa 'birokrasi' di Departemen Keuangan harus bisa berubah? A : Eng...Gimana yah... ------------------------ Ketika semua ingin menjadi role model, lalu siapa yang akan jadi follower? Ketika semua yang merasa CUKUP menjadi follower ternyata lebih COCOK menjadi role model, lalu siapa yang benar-benar akan jadi follower? Ketika semua yang merasa CAKAP menjadi role model ternyata lebih cocok jadi follower, lalu siapa yang sesungguhnya COCOK menjadi role model? Ketika leader bisa jadi role model dan follower juga bisa jadi role model, maka stakeholder pun bisa jadi role model partnership. Semoga... Sebuah kalimat bijak dari Majalah Hidayatullah yang baru saya kutip : "Hendaklah saat menerima suatu tanggungjawab dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang Alloh perintahkan. Lalu iringi hal itu dengan mengharapkan keridhoan-Nya saja. Kepemimpinan atau jabatan adalah sebuah tanggungjawab dan beban, bukan KESEMPATAN dan KEMULIAAN" Mudah-mudahan ada hikmahnya... Salam Perubahan. Berikan yang terbaik kepada Indonesia di manapun anda bekerja dan berada... Adin-Somewhere at Gorontalo
