Wah, saya masih yakin..kita tetap jalan dengan 30 KPPN itu.. Yang kita hadapi sekarang, adalah kenyataan bahwa yang lulus itu kurang dari kebutuhan.
Karena itu ada ‘batch2’ Kemudian, saya bingung..rekan2 ini kadang mengikuti kabar atau tidak sih ? Lha kok pertanyaan dan komentar2nya kadang ndak penting gitu yah ? Ndak penting artinya udah jauh dari konteks pembahasan, Kenapa harus ada KPPN Percontohan ? kenapa Kanwilnya ndak sekalian ? Terus knapa kok tidak ada pegawai kantor pusat yang lulus ? Ini permainan orang-orang kantor pusat ? STOP !!! Buang pikiran negatif rekan2 sekalian.. Pahami konteksnya, kemudian monggo..silahkan komentar yang ‘agak mutu’ jangan cuman jadi ONE-LINER (reply cuman 1 baris !!) Rekan saya ngomong : “kita itu terlalu banyak dan terbiasa dengan ISU” Lha iya..dulu waktu sampeyan di STAN juga banyak isu. Sekarang udah jadi PNS juga masih percaya isu. Sehari itu, email yang lalu lalang >100 biji di milis ini, sekian persen (detilnya belum saya teliti, mungkin ada yang bisa bantu?) itu hanya kabar angin, black-campaign, fitnah dsb. Pembatasan tidak perlu dilakukan, tapi yang perlu justru kedewasaan rekan-rekan. Saya bersyukur, ada perbedaan pandangan, antara sebelum TEST dan SESUDAH PENGUMUMAN Kok banyak juga yang legowo ndak lulus… Ndak perlu dicari2 alasan kenapa sampeyan lulus, kenapa sampeyan ndak lulus. Kalo’ mau feedback, yang Prodip.. dulu sampeyan tahu, kenapa sampeyan lulus masuk Prodip ? Terus yang sarjana, sampeyan tahu alasan kenapa sampeyan bisa diterima jadi PNS ? Itu loh yang musti kita perbaiki..jangan2 justru karena sikap sampeyan2 yang ndak gampang legowo yang bikin ketahuan sifat asli sampeyan waktu psikometrik kemaren.. Monggo.. PS : Malam ini dan besok, rekan2 di sekretariat akan mulai berangkat, membawa soal untuk test BATCH2 Semoga yang ikut BATCH2 bisa lebih siap.. ---- jamur_kuping h4nafi [at] depkeu.go.id ym : h4nafi ---- PENGIRIM SPAM, JUNK dan SEJENISNYA, AKAN DI BANNED TANPA PERINGATAN ---- This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, or otherwise confidential information. If you have received this e-mail in error, you are hereby notified that any review, copying, or distribution of it is strictly prohibited. Please inform us immediately and destroy the original transmittal. Thank you for your cooperation. From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of dedi cahriadi Sent: 21 Juni 2007 18:31 To: [email protected] Subject: [Perbendaharaan List] haruskan kita mundur karena 30 KPPN tidak realistis Apakah kita akan mundur dan merubah haluan untuk mengejar realistis seperti yang disampaikan Bapak Budisan, dengan hanya 15 KPPN dulu...??? Apakah kita akan menelan air liur sendiri apa yang telah disamapaikan kepada Ibu kita tercinta dan harus bilang "mohon maaf bu di ralat bukan 30 tapi 15 dulu" marahkah bu Menteri ??? … Jadi.... Terus !!!... tidak ada kata mundur, masih banyak pekerjaan kita yang harus diurusin dengan Prima yang lain, masalah pegawai yang mulai gelisah nanyain tiap hari, "mas ada kabar TC naik ngak?" atau "mas yang tua bagaimana nih nasibnya, yang tua yang tidak dipercaya" atau Masalah Mutasi, "Mundur lagi..mundur lagi..." [Non-text portions of this message have been removed]
