Assalamu'alaikum wr wb

:) alhamdulillah udah di'colek' ama ustadz khobir... jangan bosen
bosen colek saya yah mang hehehehehe

masalah percaya ga percaya (kayak acara tv aja), insya Allah saya
yakin dan sangat percaya dengan program bapak2 di Kan pus untuk
membuat perubahan pada DJPB ke arah yang lebih baek dengan dibukanya
KPPN Prima. keyakinan itu begitu besar sampe pas saya di tawari ikut
tes, begitu antusias dan ga mikir macem macem (banyak temen saya yang
takut kalo ikut tes nanti tambah lama di daerah, ga pindah pindah
hehehe trus isu kalo tes ini cuma proyek kantor pusat?? macem macem
deh padahal ikut tes pun belum tentu lulus hehehe) istri saya sampe
takut denger kabar kabar miring tentang KPPN PRima. saya diberi
kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam gerbong perubahan itu,
masih banyak temen temen yang ingin ikut berpartisipasi dalam
perubahan tapi ga bisa (karena terbentur faktor usia), sebaik baik
manusia adalah yang senantiasa berubah ke arah yang lebih baek.
saya juga yakin dan percaya bapak2 dan temen2 yang lulus, bener bener
melalui tahapan tes yang transparan, yang berkualitas dan bisa
dipertanggung jawabkan, yakin dan sangat percaya mereka semua yang
akan membawa amanah buat menjalankan KPPN Prima, akan membawa
perubahan yang lebih baek untuk organisasi DJPBN ini.

saya hanya tergelitik aja ketika pak Hari (maaf pak sebelumnya)
menuliskan bahwa :

"maksudnya cadangan adalah hasil psycho menunjukkan orang ini mau
mendukung perubahan.. namun hasil IT tidak terlalu bagus (dibawah
standar yang ditentukan)." 

hati saya berkata "saya ga lulus seleksi, apakah saya tidak mendukung
perubahan????" mungkin temen2 yang tidak lulus psycho begitu membaca
tulisan ini akan berpikiran semacam itu.

tapi mungkin benar seperti yang pernah di posting dalam milist ini bahwa 

"mungkin saja seseorang menginginkan dan mendukung perubahan, antusias
dan memiliki tekad yang kuat untuk berpartisipasi dalam perubahan,
tapi padahal secara psikologi dia belum siap bahkan mungkin tidak siap
ikut serta dalam perubahan itu.." 

jadi, kita husnudzon terus, ambil hikmahnya aja (buat yang mendukung
perubahan tapi ga lulus tes kayak saya), "apakah kita bener bener
ikhlas mendukung perubahan itu?? apakah sekedar partisipasi doank???"

yang jelas saya yakin dan percaya temen2 yang ikut tes KPPN Prima,
mereka mendukung perubahan (baek yang lulus maupun yang tidak). mereka
insya Allah percaya akan adanya perubahan yang lebih baek dengan KPPN
Prima. 

yang perlu dipertanyakan adalah temen2 yang memiliki kesempatan untuk
ikut tes KPPN Prima (tidak terbentur usia, tidak ikut beasiswa, D3/D4)
tapi tidak mau ikut tes dengan alasan macem macem :) (semoga mereka
tetep percaya dengan perubahan yang akan terjadi lewat KPPN Prima)

sekali lagi syukron buat mas khobir
buat temen temen milist mohon maaf jika ada salah kata

salam damai dan perubahan

Wassalamu'alaikum wrwb


--- In [email protected], moch kobir <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh,
> 
> Akhi Irhas,
> 
> Sejak diciptakannya makhluk oleh Allah swt., selalu ada
sekurang-kurangnya 2 atau 3 golongan ciptaan:
> 1. Yang Percaya.
> 2. Yang Percaya kalau sudah ada Bukti.
> 2. Yang Tidak Percaya.
> 
> Saya yakin, Akhi Irhas tahu. Allah swt. saat di surga, telah
menciptakan Malaikat, Adam, dan Setan.
> Malaikat masuk kategori 1.
> Adam masuk kategori 2.
> Setan masuk kategori 3.
> 
> Malaikat, dia diciptakan dari cahaya dan langsung membenarkan
perintah Allah. "Always say yes" but they has no "akal". Ora lanang
ora wadon (tapi bukan banci). Dia cuma ngerjain "Tupoksi" saja. Ada
Jibril, Mikail, Izroil, Isrofil, duet maut Munkar-Nangkir, Rokib-Atid,
Ridwan (halo Bulluck..gimana di DJA? ada VPN?), dan terakhir yang
paling saya takuti, Malik as. Mereka langsung percaya disuruh bersujud
sama Adam, karena Allah swt. gitu loch yang nyuruh, bukan Sekditjen.
> 
> Setelah Adam melanggar larangan Allah swt. karena bujuk rayu
Hawa/Eva (bukan Eva Maria lho..), untuk makan buah kuldi, dia
diturunkan ke dunia yang penuh kesengsaraan karena harus muter-muter
cari pasangannya. Baru ketemu di "makkatul mukarromah". Adam as. dan
Hawa baru nyaho' bahwa dia perlu diberi pelajaran atas ketidaktaatannya.
> Adam, baru percaya kalau ada bukti.
> 
> Setan, jenis makhluk yang tidak mau percaya sama sekali. Namun,
Allah mengizinkan, karena ciptaan khan macam-macam. Setan ini nggak
bakal bisa ngalahin malaikat. Setan hanya bisa menggoda manusia yang
mau "dibodohin orang bodoh" dan "dipinterin orang pinter". Buat apa?
Buat dijadiin temen di neraka.
> 
> Masih kuat lanjut?
> Setelah turun di dunia. Mempelai adam dan hawa punya anak. HABIL dan
QOBIL. Salah satu dari mereka, ada yang Percaya pada Tuhan, sementara
yang lain tidak. Pasti akhi tahu dong ceritanya...
> 
> Turunan Nabi Adam as. dan Siti Hawa, 25 di antaranya berhasil
menjadi Rasul (utusan Allah). Antara lain: Idris as., Nuh, Hud,
Sholeh, Ibrahim, Ismail, Musa, Yahya, Yusuf, Yunus, Zakaria, Ilyas,
Ilyasa', Isa as., (hayo..Nabi siapa yang belum aku sebutin?) dan yang
terakhir, tentu saja, junjungan kita, Nabi besar Muhammad saw.
> 
> Pada saat para rasul menyampaikan sabda Allah, ada golongan yang
langsung PERCAYA, BARU PERCAYA KALAU ADA BUKTI, dan TIDAK PERCAYA.
> Kita cari contoh gampang Nabi Muhammad saja ya....oke?
> 
> Satu, Yang percaya di antaranya adalah Khulafaurrasyidin: Abu Bakar
Asshiddiq, Umar Al-Farruq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib
karomallohu wajhah (ini lho, sahabat Rasul yang pinter, apa-apa tahu).
Disusul para tabiit tabiin (yang tidak mengetahui kehidupan rasul
secara langsung), para ulama warosatul anbiya (orang berilmu, pewaris
para nabi), dan semoga juga Akhi Irhas, saya, dan seluruh milisers. Amiin.
> 
> Dua, Yang baru percaya kalau ada bukti. Itulah mengapa Allah memberi
para nabi MU'JIZAT. What is that? Mu'jizat adalah senjata yang
diberikan kepada para rasul, agar orang-orang yang tadinya tidak
beriman menjadi beriman. For example: Tongkat Nabi Musa jadi ular.
Nabi Ibrahim dipanggang masih hidup. Nabi Isa menghidupkan orang mati.
Nabi Muhammad punya ALQUR'AN. Apa milisers? Alquranul karim (bacaan
yang mulia).
> 
> Nha, yang ketiga, Yang Tidak Percaya. Dalam bahasa arab biasa
disebut KAFIR. Orang Kafir itu sendiri, ada 2 golongan:
> 1. KAFIR DZHONNI: Tidak percaya, tetapi tidak memerangi yang beriman.
> 2. KAFIR DZIMMI: Tidak percaya, tetapi diam saja.
> Orang-orang kafir dzonni yang aktif memerangi kita duluan itu, yang
harus kita lawan! "Asyidaau alal kuffar...ruhamaa..terusin sendiri ya...
> Sementara yang kafir dzimmi, tidak beriman, tetapi nyante-nyante
aje...yaa jangan diperangi. Kasihan lagi. Orang dia sudah gak beriman,
masih diperangi. Kasih aja bukti nyata, kalau orang percaya dan
mengikuti, bakal selamat. Kalau mereka orang yang berakal, pasti gak
usah disuruh juga udah ikut.
> 
> To sum up, dalam kaitan dengan organisasi DJPB yang sedang berubah
ini, maka juga ada 3 kategori pegawai:
> 1. Percaya
> 2. Percaya kalau sudah ada bukti.
> 3. Tidak percaya.
> 
> Akhi termasuk yang mana?
> Kalau saya, mungkin termasuk yang percaya dan langsung membenarkan
(ceilee..kaya Abu Bakar Ashiddiq aja,..gak pa pa khan mirip? Asal
jangan abu gosok...).
> 
> Orang-orang yang Percaya inilah yang saat ini bisa diajak bekerja
mencapai tujuan organisasi dalam jangka pendek. Yang lain, sesuai
analisis Pak Hari, Pak Sis, dan psikolog2 itu.
> 
> Yang lain, boleh-boleh aja ikut kapan saja, terserah. Nggak masalah.
Senyadarnya. Kalau bisa dipersuasi, kalau tidak ya monggo...gitu aja
kok refot.
> 
> Masalah hasil? Eit!! Jangan tanya saya. Bu Ani yang Doktor saja
bilang, wallahualam bishowab (hanya Tuhanlah yang tahu, jerit tangis
di hatiku...Mirnawati Dewi, kale!). Nggak pake jilbab kok percaya
Allah juga ya? Apalagi kalo pake jilbab kayak akhwat MBM atau Bu
Anandy, pasti Ibu Ani lebih segeran, kayak Bu Anandy. Setuju ora sons?
> 
> Saudara-saudara, Allah itu ndak pernah lihat hasil. Allah itu lihat
proses dan usaha manusia! Karena soal hasil, itu urusan Allah. ALLAH
MAHA TAHU.
> 
> Paham? Ada pertanyaan?
> 
> Afwan akhi Irhas ya, kalau ana salah. Syukron.
> 
> 
> Cherioo!
> Wassalamualikum warahmatullahi wabarakatuh,
> From Perth with Love,
> 
> Abu Farhan
> NIP 060082152
> 
> 
> > ----- Original Message ----
> From: irhas <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, 25 June, 2007 8:34:02 AM
> Subject: Re: [Perbendaharaan List] buat pak Yohan dan Pak Mamat Bowo
yang tua telah membu
> 
> Assalamu'alaikum wr wb
> 
> Maaf sebelumnya pak Hari, sekedar mengomentari tulisan bapak : 
> 
> "cadangan .. 
> maksudnya cadangan adalah hasil psycho menunjukkan orang ini mau
> mendukung perubahan.. namun hasil IT tidak terlalu bagus (dibawah
> standar yang ditentukan).
> orang dengan hasil spt ini.. walau tidak dinyatakan lulus, tetap di
> perkenankan untuk masuk cadangan.. karena merubah seseorang dari tidak
> terlalu mengerti IT menjadi mengerti IT tdk akan terlalu memakan waktu
> (satukali dua kali di training oke) 
> sedangkan menciptakan seseorang yang ingin mendukung perubahan dari
> semula tidak mau mendukung perubahan.
> merubah sikap mental seseoang yang sudah tertanam sejak lahir..tentu
> saja sulit, dan pasti akan memakan waktu yang panjang (tidak bisa
> sekedar satukali duakali training)... "
> 
> sepertinya bukan jaminan pak (ini cuma pendapat saya aja pak, semoga
> saya salah) mungkin ada pendapat dari temen lain??
> 
> --- In perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com, Hari Ribowo
> <hari_ribowo@ ...> wrote:
> >
> > pak Yohan Gaol, dan Pak Mamat Bowo..
> > saya sudah baca permintaan maaf pak Yohan.. 
> > tapi sebetulnya saya sama sekali tidak merasa tersinggung akan
> tulisan2 itu
> > sama sekali tidak akan dendam kepada pak Yohan Gaol dan Pak Mamat
> Bowo, 
> > dan teman teman lain..yang telah menulis mengenai topik ini. 
> > kalau saya salah, saya siap menerima sanggahan, protes dan lain
> lain.. 
> > dari teman teman di milis ini.. 
> > 
> > memang betul saya yang memintakan dispensasi ke kantor pusat.
> > agari pak Maryono dan pak Muldiono yang sudah lewat usia nya 
> > untuk dapat ikut test. karena lewat nya baru satu bulan, 
> > ternyata di kabulkan.. 
> > sebetulnya ada lagi satu orang eselon iii yang saya mintakan
> dispensasi, 
> > namun karena sudah lewat terlalu jauh tidak disetujui oleh bagian
> kepegawaian.
> > dengan demikian ada 4 pejabat dari jawa tengah yang ikut test..
> > dua orang yang masih dibawah 35 th
> > dua orang yang lewat 1 bulan .. 
> > 
> > dan kita lihat hasilnya.. 
> > yang saya usulkan itu tidak semua nya lulus. 
> > lebih tua itu malah yang lulus
> > 
> > maka muncullah di milis kita ini sebuah topik rame dibicarakan. . 
> > judulnya "yang tua telah membuktikan"
> > 
> > pada kesempatan ini saya ingin menginformasikan 
> > bahwa kedua pejabat tersebut lulus bukan karena ada KKN lho. 
> > saya memang kenal lama dengan pak Maryono, ketika beliau masih di
> PPDIA.. 
> > tapi saya sama sekali tidak pernah kenal sebelumnya dengan pak
> Muldiono.. 
> > saya jamin tidak ada unsur KKN di dalam penentuan kelulusan kedua
> pejabat ini
> > demikian pula tidak ada soal jasa jasa an bagi orang pusat.. 
> > bukan karena yang satu pernah berjasa di ACEH.. 
> > bukan karena yang satu lagi pernah berjasa di POSO, atau di mana.. 
> > bukan karena itu.. 
> > 
> > kalau ada yang bilang .. 
> > waktu dulu mau masuk ke depkeu.. 
> > umur lewat 1 hari aja tidak bisa ikut testing..
> > 
> > kalo boleh saya jawab melihat situasi yang berkembang akhir akhir
> ini.. 
> > mungkin kedepan, sebaiknya diusulkan ke Sekjen.. 
> > bikin kriteria yang baru untuk penerimaan pegawai. 
> > kalo usia lewat satu dua bulan tidak apa apa.. ikut saja test
> > tapi yang ditest itu psycho tes dulu.. 
> > hanya yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan saja (dilihat dari
> psycho test) maka orang tersebut baru boleh ikut test TPA dan test
> yang lain..
> > 
> > konon ada dua sisi didalam otak 
> > ada otak kiri ada otak kanan.. 
> > ternyata yang ditest kemarin itu kedua sisi otak tersebut.. 
> > otak kiri psycho.. otak kanan IT (atau sebaliknya). . 
> > 
> > yang diinginkan oleh bagian kepegawaian. . 
> > otak kiri dan otak kanan itu berimbang.. 
> > tidak terlalu njomplang.
> > nah kemarin itu banyak yang njomplang.. 
> > bagian otak yang digunakan untuk IT membuktikan hasil jauh diatas.. 
> > otak yang di Psycho test hasilnya jauh dibawah.. 
> > 
> > cadangan .. 
> > maksudnya cadangan adalah hasil psycho menunjukkan orang ini mau
> mendukung perubahan.. namun hasil IT tidak terlalu bagus (dibawah
> standar yang ditentukan).
> > orang dengan hasil spt ini.. walau tidak dinyatakan lulus, tetap
> di perkenankan untuk masuk cadangan.. karena merubah seseorang dari
> tidak terlalu mengerti IT menjadi mengerti IT tdk akan terlalu memakan
> waktu (satukali dua kali di training oke)
> > 
> > sedangkan menciptakan seseorang yang ingin mendukung perubahan
> dari semula tidak mau mendukung perubahan.
> > merubah sikap mental seseoang yang sudah tertanam sejak
> lahir..tentu saja sulit, dan pasti akan memakan waktu yang panjang
> (tidak bisa sekedar satukali duakali training) 
> > 
> > jadi kedepan sebaiknya di lakukan psycho test dulu.. 
> > sebelum menentukan sesuatu.. sebelum test yang lain lain..
> > penerimaan sarjana S1 untuk jadi pegawai .. psycho test dulu.. 
> > baru ikut test yang lain lain.. 
> > 
> > lulusan prodip yang mau masuk DJPB.. psycho test dulu.. 
> > khabarnya ada beberapa lulusan yang tidak diterima di DJPB karena
> psycho test.
> > 
> > begitu juga penerimaan mahasiswa di BPPK..
> > konon menurut pejabat BPPK penerimaan mahasiswa
> > tergantung pesanan dari masing masing unit..
> > misalnya Bea Cukai pesan 400.. Pajak pesan 500.. perbendaharaan
> pesan 400.. Itjen pesan 400.. dst
> > tapi sudah salah kaprah.. tidak dipesan pun.. BPPK sudah menyiapkan.. 
> > khabarnya pesanan DJPB untuk tahun ini sudah dimintakan psycho test
> > tapi BPPK masih belum siap.. 
> > maka baru tahun 2008 akan diberlakukan psycho test saat penerimaan.. 
> > 
> > demikian dulu dari saya pak Yohan dan pak Mamat Bowo.. 
> > salam buat teman teman yang lain.. 


Kirim email ke