Waalaikumsalam Wr. Wb. dan Salam Sejahtera miliser... Benar Mas Rahman, saya hanya ingin menunjukkan kepada milisers bahwa setiap orang ada setannya. Termasuk saya. Kemarin-kemarin itu, rupanya saya bisa mengalahkan setan, terus sama pimpinan Iblis Ifrit dikirimkan pasukan setan yang lebih hebat dan lebih banyak buat menyerang saya. Saya kalah. Saya juga bisa marah. Dalam kemarahan itu, meskipun ada benarnya, tetapi lebih banyak salahnya.
Namun, saya juga ingin menyampaikan kepada milisers bahwa orang "semacam Amir" pada saat ini, boleh dikategorikan dalam Kafir Dzonni (tidak percaya dan memerangi) dalam agenda reformasi birokrasi yang sedang benar-benar kita lakukan. Jadi, orang semacam ini, harus kita perangi. Meskipun saya tahu, Daeng Amir punya tujuan dan niat baik saat menulis sama halnya juga saya. Bukan kafir dalam arti sesungguhnya lho Daeng Amir, ya..."Memerangi secara tegas tetapi dengan cinta"...Wuih, filsafatnya tinggi, tuh. Di sisi lain, kita juga masih memerlukan orang-orang "semacam Amir" ini pada saat ini karena selain organisasi kita memerlukan orang-orang yang mau bersungguh-sungguh bekerja, perlu juga orang yang mengajak ke kebaikan (amar ma'ruf), pun kita perlu orang yang masih punya nyali dan berani mencegah kepada kemungkaran (nahi munkar). Untuk saling melengkapi. Kita perlu berbagai teknik, cara, dan strategi untuk mencapai tujuan reformasi birokrasi dengan cara kita masing-masing. Kebetulan, cara saya lewat milist ini karena hanya media ini yang saat ini bisa saya pakai. Kalau kita menilik di negara maju, mereka hidup sejahtera, teratur, tingkat korupsinya rendah, meskipun mereka bukan orang yang beragama Islam, tidak beragama, dan sebagian hanya merayakan kegiatan agama saat Easter (Paskah) dan Natal. Tapi, mereka bisa menciptakan sistem yang baik. Sebenarnya, kita bisa melebihi mereka. Sumber daya alam kita melimpah. SDM kita juga banyak. Kita terkenal dengan negara yang mayoritas Islam di seluruh dunia. Tetapi kenapa kita miskin dan tidak sejahtera? Salah satu faktornya karena "korupsi" dan "poor public management". Saya paham. Amat sangat paham sekali. Melakukan reformasi birokrasi tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan orang-orang yang cerdas, tangguh lahir batin, dan....kompak! Terburu-buru pun juga bukan hal yang baik. Saya bersaksi bahwa orang-orang semacam Bu Ani, Pak Mulia, Pak Herry Purnomo, Pak Siswo, Pak Hari Ribawa, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu adalah orang-orang terbaik yang kita miliki, dan kita yakini mereka sangat bersungguh-sungguh dan akan mampu melakukan agenda reformasi birokrasi. Namun, di dalam diri mereka, boleh jadi juga ada setan. Lebih parah lagi, mereka juga punya "setan-setan yang berupa manusia", baik itu rekan sesama eselon II, maupun anak buahnya eselon III yang sulit dikendalikan. Inilah, yang membuat laju reformasi birokrasi, menurut Pak Budi, "terkadang terhenti", terkadang melambat, terkadang mbulet. Saya hanya menunjukkan kegemasan saya untuk "percepatan" perubahan yang lebih baik dan segera terwujud. Saya mendoakan semoga Ibu/Bapak pejuang reformasi birokrasi Di Depkeu diberi ketabahan, kekuatan, dan umur panjang serta segera mengalahkan hawa nafsunya, hawa nafsu rekannya, dan hawa nafsu anak buahnya. Ini jauh lebih lebih lebih berat dari PERANG BADAR. Allaahu Akbar! Allaahu Akbar! Allaahu Akbar! Merdeka! Salah khilaf mohon maaf. Terima kasih untuk kiriman blognya ya, Mas. Rupanya Mas Rahman bukan cabe rawit, cabe besar....tapi sedap tuh, pancingannya. Belas kasihnya juga terasa dari Perth. Saya ikan Mas, bisa "dipancing" siapa saja yang membutuhkan. Terima kasih. Saya tunggu buat yang hobby memancing! Wassalam, Moch. Abdul Kobir NIP 060082152 ----- Original Message ---- From: arahman231 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, 25 June, 2007 9:30:49 PM Subject: [Perbendaharaan List] SUMPAH ?????? to Mas Kobir (Ada Apa dengan Mas Kobir???) Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera para miliser.... Baru kali ini saya membaca postingan Ustad Gaul kita yang berbeda dengan postingan 2x sebelumnya. Ada nuansa yang berbeda pada postingannya di bawah ini. Ada apa sebenarnya Mas? Moga gak ada apa-apa ya... Masalah SUMPAH jabatan yang dilanggar oleh si pengambil sumpah, jelas itu adalah urusan pribadinya masing-masing, kembali ke hati nuraninya masing-masing. Apa kita bisa memaksa, "Hey... Bapak/Ibu kan sudah disumpah, tolong dong patuhi isi sumpahnya!". Tapi sumpah yang mereka lakukan untuk saat di dunia tetap harus dikontrol oleh pihak yang berwenang terhadap pejabat tersebut. Juga oleh kita-kita bawahannya. Untuk di akhirat, jelas ada lagi perhitungannya dari Sang Maha Penghitung. Oleh karena itu, mari kita awasi pejabat-pejabat yang telah bersumpah, baik yang kita dengar langsung, atau pun tidak (tapi kita tahu bahwa ia telah bersumpah untuk jabatannya). Apa yang kita lakukan setelah kita awasi dan kita dapati pejabat ybs melanggar sumpahnya? Untuk hal ini saya merujuk pada 'prophetic tradition' yang terjemahannya sbb: "barang siapa ada diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan menggunakan tanganmu (kekuasaan). Jika kamu tidak mampu (atau tidak mempunyai kekuasaan) maka gunakanlah lidahmu (ucapan). Dan jika tidak mampu juga maka gunakanlah hatimu (dengan meniatkan diri bahwa kita tidak akan termasuk pihak yang melakukan kemungkaran) . Karena sesungguhnya (upaya dengan) hati itu selemah-lemahnya iman". Koreksi saya untuk hadits ini Ustadz. Semoga kita bisa diberi amanah memiliki "tangan" dan dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya. Demikian... Rahman, From Selayar visit my blog at : http://arahmanblog. blogspot. com/ --- In perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com, moch kobir <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > Daeng Amir, mari kita coba positive thinking dulu dalam hal ini. > ITU DULU! ITU JADUL! > > Orang bego aja yang mau terperosok dalam lubang 2 kali. > > Taruhlah kita semua ini diasumsikan sedang dalam kondisi BERDOSA BESAR. Termakan sumpah palsu. Semua! Termasuk kamu. > > Kalau detik ini, saat membaca milist ini, orang itu langsung berubah, gimana? > > Orang NIKAH itu Mas, juga melakukan Ijab Kabul, berjanji di hadapan Tuhan. > > Tapi kalau mereka TALAK dan RUJU' kembali, mereka Ijab Kabul Ulang. > > Jadi, ceritanya yang kita mau, SUMPAH ULANG. Sumpah Pocong kalau perlu. > > Kenapa kita perlu sumpah "billah" yang konon kabarnya kita "religius" ini. > > Karena SISTEM KITA MASIH BELUM SEBAGUS DI NEGARA MAJU, tahu! > > Di Australia itu, yang ke gereja orang-orang tua saja yang sudah hampir "dut!". Sebagian besar malah gak percaya Tuhan. Mereka juga banyak yang "kumpul kebo". Banyak orang telanjang. Pestanya minum Bir. > > TAPI GAK SEPARAH KITA KORUPSINYA! > > Swear! Aku ujian nyetir mobil, gak lulus ya gak lulus. Di imigrasi Australia ya gak bayar apa-apa. Coba, di kita. > > Kenapa? Beberapa faktor di antaranya karena: > 1. SISTEM BURUK > 2. REMUNERASI GAK MASUK AKAL > 3. PUNISHMENT GAK JELAS > 4. MORAL RENDAH > > Klo saya sekarang, khan bisanya cuma point ke 4. TERIAK-TERIAK. Lha point 1,2, dan 3, khan urusan KHOLIFAH-KHOLIFAH itu. > > Tahu deh, kenapa banyak orang lulusan luar negeri di Depkeu dari Amerika, Australia, Jepang, Inggris, Perancis, dll. kok masih gitu-gitu aja kondisinya. Semoga cepat insyaf. Mulai besok pagi! Jangan ditunda. Keburu maut menjemput baru tahu rasa. Heh! > > Aku gak bilang sorry untuk yang satu ini! > > ----- Original Message ---- > From: amir syah <amirsyahya@ ...> > To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com > Sent: Monday, 25 June, 2007 2:53:23 PM > Subject: [Perbendaharaan List] SUMPAH ?????? > > Pernah lihat pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat, misalnya menteri or pejabat lainnya? > Pernah baca naskah sumpah jabatan? > > Dalam sumpah jabatan untuk Islam ada kata-kata "DEMI ALLAH" dan dalam prosesi sumpahnya AL-QURAN ditaruh diatas kepala kita. > > Tetapi kok KKN dan penyalahgunaan wewenang tetap jalan ya??? > > Mungkin itu tandanya kita sudah tidak takut ama TUHAN lagi, karena Tuhan bisa dibohongi dan dikhianati. Toh nanti kalo udah kaya tinggal tobat, nyumbang sana-sini, naik haji berkali-kali and Tuhan pun Maha Pengampun:) > > atau itu tanda sebagian kita udah gak percaya ama TUHAN lagi???? > > ------------ --------- --------- --- > Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all webmail accounts. > http://au.docs. yahoo.com/ mail/unlimitedst orage.html > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ____________________________________________________________________________________ Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all webmail accounts. http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html [Non-text portions of this message have been removed]
