Apa kabar semuanya milisers tercinta?
Luar biasa baik, itu harapannya...

Eh, adik-adik praja junior, Astri Amalia, Yekti Pratiwi, Bu Marlina, Ibu-ibu, 
dan milisers semuanya..Zam-zam kangen?Kenapa, Acep Hadinata sekarang gak muncul 
di milist ya? Kenapa saya kemarin pedes sekali nulisnya pakai huruf kapital 
banyak-banyak waktu jawab imilnya Amir ya..?

Ada yang suka gossip, nggak? Ada yang suka browsing 100% naked dan buka-bukaan 
aurat, nggak? Ini, kami berdua punya hal pribadi, tanpa sensor sama 
sekali...Daripada nggosipin orang dosa, mending nggosipin diri sendiri aja....

Saya ndak tahu, apa gosip ini ditayangkan di "check& ricek" dan "kabar-kabari" 
Indonesia.

Tapi jangan coba-coba buka imil japri  atau surat pribadi tanpa seizin kedua 
belah pihak ya...Itu bisa mendapatkan sanksi pidana. Tau, ah. Saya khan cuma 
belajar buku ijo "Pengantar Ilmu Hukumnya-CST Kansil, Burgerlijk van 
Koophandel, Hukum Administrasi Keuangan Negara, sama ICW pasal 25. Kalau kurang 
jelas, tanya saja 4 tahun lagi sama D1 yang lulus SH di Unair...

Okey? Buat yang di bawah 17 tahun tutup mata ya...

Buat Acep, saya sudah kirim bukunya 4 buah, tentang Public Administration. 
Semoga bermanfaat. Kata Pak Pos, minggu ini bakal sampai. Kalau boleh tukeran, 
minta dikirimin "Majalah Treasury" bisa, nggak? Ke alamat saya:

MOCH. ABDUL KOBIR
21/74 McMaster Street Victoria Park
Western Australia 6000

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Jangan khawatir, alamat rumahmu ditampilin di milist. Semoga, ntar seluruh 
pegawai KPPN Purwakarta kalau perlu pembersihan karang gigi, beli dental flosh, 
dan tambal gigi ke rumahmu. Sekalian jagain mereka.

Saudara-saudara, inilah kami, atas persetujuan berdua untuk milisers, terutama 
praja junior:

 Original Message ----
From: acep hadinata [EMAIL PROTECTED] 
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, 16 June, 2007 11:27:09 AM
Subject: Mohon Doa dan Bimbingannya!

Assalamualaikum Wr.Wb

Apa kabarnya kang? Sehat2 aja kan? Syukur deh, mudahan senantiasa diberikan 
kesehatan dan keselamatan oleh Alloh SWT..Hatur nuhun iye bukunya kang, maklum 
saya belum bisa ke luar negeri, jadi kerjanya nitip mulu ke teman-teman yang 
lagi jadi 'imternational student' seperti akang, Rahmat Mulyono atau yang baru 
nyampe ke Melbourne, Ira Meilani Alwi. 

Kirim ke kontrakan saya aja yah kang, 

ACEP HADINATA
d/a. Drg. NANAN BADRIAH
GG. H. FIRDAUS NO. 15, RT/RW : 44/05
NAGRI KALER, PURWAKARTA
JAWA BARAT
INDONESIA

Sekali lagi mohon doanya kang. Saya sebenarnya sudah berada pada 'titik' tidak 
memikirkan karir. Saya ingin dekat aja dengan keluarga, sembari ngajar di PTN 
atau PTS yang masih memerlukan tenaga saya kang. 
Saya tidak pernah merasa 'melambung' karena saya tidak pernah merasa 
'terhinakan', tetapi buat saya sangat prinsipil untuk tidak meminta jabatan, 
karena bila saya memintanya, saya akan sendirian menghadapi pekerjaan. Bila 
amanat itu datang kepada saya, saya pantang menghindar, karena akan banyak 
orang yang bersedia membantu segala pekerjaan anda, InsyaAlloh. 

Ohya, saya sering cerita sama isteri saya tentang akang, saya bilang : saya 
ingin jadi seperti Mas Kobir, Ilmunya banyak. Semakin banyak ilmunya, seseorang 
akan dapat melihat sesuatu persoalan dari banyak 'sudut'. Malah isteri saya 
sampai kaget ketika saya bilang, bagaimana kalau si kecil (isteri saya sedang 
mengandung 5 bulan) ternyata laki-laki ada sisipan kata 'Khobir' nya, isteri 
saya cuma ketawa-ketawa. Kalau mampir ke Purwakarta, jangan lupa mampir ke 
tempat saya dan kang Zam-zam. Saya tunggu di gubug kontrakan saya, Pintu saya 
selalu terbuka untuk akang. 

Terima kasih yah kang, mudah-mudahan bukunya bermanfaat. Saya lebih suka 
memberikan kado buku atau sesuatu yang dapat memberikan pengetahuan, karena 
bila saya atau akang lebih dulu 'menemui' Sang Maha Pencipta, ternyata ilmu 
dari buku yang kita beri/hadiahkan kepada orang lain bermanfaat untuk 
'membantu' orang lain, woow luarbiasa 'Multiplier Effect Pahala' nya, mengalir 
terus terus dan terus... 

Hatur nuhun sekali lagi, Semoga Alloh SWT membalas apa yang telah akang 
kerjakan, dan menjaga silaturahmi ini sampai ajal datang menjelang..

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Don't Call me Sir, 
just call me Acep, Big Bro.... 


Acep Hadinata
NIP. 060084387
Somewhere at Celebes Island.

alternatif email saya kang : [EMAIL PROTECTED] (YM)

----- Forwarded Message ----
From: moch kobir <[EMAIL PROTECTED]>
To: acep hadinata <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, 16 June, 2007 9:01:20 PM
Subject: Re: Mohon Doa dan Bimbingannya!

Waalaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh,
 
Akhi Acep, Alhamdulillah, nahnu bikhoir wa 'aafiyah. Wa antum? Kaifa haalukum? 
Hal anta al'aan fil Marissa auw fil Manado?
 
Insya Allah kalau sudah saya kirim akan saya kabari lagi. Sebenarnya, ada 2 
pilihan buku, yang saya pikir bagus buat Acep. Tadinya saya mau inisiatif 
langsung kirim buku "Manajemen" yang saya sudah ada yaitu: "Frontiers of 
Leadership, an Essential Reader" edited by Michel Syrett & Clare Hogg" atau 
"How Managers Motivate: the imperatives of supervision" by Dowling and Sayles, 
waktu saya belum tahu bahwa Acep ingin buku "Public Management". Confirm dulu, 
abis klo gak dijapri plis japri plis gak sending. Mau tahu judulnya? Rahasia 
dong judulnya... Yang jelas, bukan judul-judulan.
 
Acep, kalau saya menulis di milist itu, tidak selalu semata-mata saya tujukan 
kepada seseorang, walaupun saat itu saya tujukan ke Zam-Zam, Acep, Pak Hari, 
Amir, atau siapa saja. Saya tujukan untuk semua orang, dan pastinya untuk 
memperbaiki diri saya juga."Saya lagi main bilyard". Dan karena saya yakin Acep 
yang tahan saya sodok, ya saya coba. Saya juga sering mencoba sebagai 
wasilah(perantara) dengan memakai pikiran dan bahasa berbagai macam orang. Saya 
cuma menjaga "nawaitu" saya saat menulis. Lillaah..untuk kebaikan bagi semua. 
Titik. Nothing else.
 
Kalau mengenai ilmu saya, apalagi amalan saya, masih jauh sekali saya pikir. 
Saya masih belajar. Swear! Acep lebih baik dalam banyak hal. "Ghiroh" Acep, 
harus saya timba, de el el deh. Kalau saya baca tulisan Acep, saya selalu tidak 
bisa komentar apa-apa. Pasrah bongko-an pokok'e..
 
Soal nama, tafadhol saja kalau mau ada Khobir-nya. Memang bagus kok. (Sayang, 
di ijazah dan dokumen resmi jadi Moch. Abdul Kobir (hamba kuburan?, tapi itulah 
hasil kebodohan jaman SD. Diambil hikmahnya saja, kuburan jadi takut sama saya, 
lha wong mau mati 2x nggak jadi..hi hi hi..Semoga malaikat Munkar Nangkir ntar 
juga jadi temen-an ama saya..Amiin).Tapi tolong, jangan semata karena saya klo 
ngasih nama itu. Acep dijamin bakal kecewa! O ya, al-Khobir itu salah satu 
asmaul husna, setelah al-Latif, sebelum al-Halim. Salah satu dari 99 nama 
Allah. Jadi, harus diberi ABDUL (hamba) di depannya, biar nggak menjadi nama 
Allah.
 
Nama itu, diberikan oleh almarhum ayah saya. Muhammad Abdul Khobir yang 
artinya, "Orang Terpuji, Hamba dari yang Maha Mengetahui". Semoga saya bisa 
seperti nama itu. Amin.
 
Ayah saya bercerita, Muhammad Abdul Khobir itu, diilhami oleh nama seorang 
ulama Hafidz 30 juz di Tulungagung. Beliau bernama lengkap: Muhammad Abdul 
Khobir Sirodj. Beliau hafal Alqur'an 30 juz beserta artinya! Kalau macam kakak 
saya, hafal bilghoir (tanpa melihat), tapi tidak menghafal semua artinya. 
Bahkan, Muhammad Abdul Khobir Sirodj, bisa membaca, menghafal, dan mengajarkan 
seluruh kitab-kitab yang dipelajarinya, padahal......beliau BUTA! Masya Allah. 
Saya baru bertemu dengan beliau, sekali. Orangnya, amat sangat sederhana sekali 
nian. Lebih sederhana daripada Pak Tyas barangkali. Tapi jangan tanya 
jamaahnya, buuanyak, dan dari berbagai kalangan. Paling atas sampai paling 
bawah. Oya, kalau tidak salah, beliau tidak menikah sampai akhir hayatnya.
 
Saya juga kurang tahu lebih detil tentang beliau. Mungkin, bisa tanya SYAHRUL 
FATTAH NAWAWI, prodip Anggaran lulus 1996. Syahrul, kayaknya sekarang 
penempatan di Kantor Pusat (Sekditjen), mutasi dari KPPN Pacitan. Kemarin saya 
lihat dia nominator S2 DJPB. Ortu Syahrul tinggal di depan pesantren itu. 
Mungkin, masih ada darah yang turun ke dia.
 
Sebagai alternatif untuk belajar, coba kirim email ke M. Dul Arief di [EMAIL 
PROTECTED] Dia anak DJP lulus 1995, the best DIII Pajak, the best DIV, aktif di 
MBM pula, dan hafal alqur'an 30 juz! Kalau saya khan cuma hafal juz 30, he he 
he. Dia sedang menempuh S2 ANU dalam Master of International Economic and 
Development, kayak mas Mahdum. Orangnya helpful kayak Pak Saiful..he he 
he..Saya sudah konfirmasi ke dia, kalau alamat ini dan beberapa pikirannya saya 
lansir di milist perbendaharaan.
 
Siapa tahu, kita bisa memperbaiki Depkeu. Saya perbaiki DJPB, Acep bangun DJKN, 
Mas Dul jaga di DJP. Yang penting jaga niat..sekali lagi jaga niat...Untuk 
kebaikan Indonesia Raya tercinta. Biarlah kita "mati" untuk perjuangan ini. 
Insya Allah, Tuhan bersama kita.
 
Oya, ini nomor hp-ku: +61431136573. Email japri saya juga terbuka bagi siapa 
saja kalau malu dan ewuh lewat milist. Masih di [EMAIL PROTECTED] Silakan 
konsultasi, tanya apa saja, atau mengabari apa saja. Pribadi? Cinta? Korupsi? 
Depresi? Religi? Studi? apa aja deh... Open untuk siapa saja yang memerlukan. 
Soal yang paling pribadi dan krusial sekalipun. Rahasia akan saya jamin. Acep 
bisa cek. Di milist, tak satu pun saya mau buka aib orang. Pantangan! 
 
Acep, saya sampai saat ini belum bisa "gembar-gembor" berantas korupsi dan 
berantas kasta 3. Bukannya saya takut, sama sekali tidak. Karena menurut yang 
saya pelajari dan saya baca, semakin di koar-koarin, korupsi dan kasta 3 akan 
makin bertambah. Mereka jalan terus. Coba lihat kanan kiri, depan belakang, 
atas bawah. Ketawa-ketiwi, EGP. Bener, nggak? Kalau kasta 2, relatively easy 
jika sistemnya bagus. Di Australia saja, yang ke gereja cuma orang-tua, bahkan 
banyak yang gak peduli Tuhan, hampir ndak ada "amplop2-an", apalagi korupsi. 
Lha kita? Malu aku, Cep...
 
Saya lebih berpikir untuk tenang, senyap, tapi langsung bertindak. Misalnya, 
yang tahu kasta 3 baik yang pengacau muda maupun siapa saja, kirim sms ke hp 
saya atau email japri saya, tapi harus ada identitas jelas pelapor dan 
terlapor. Terus langkahnya:
1. Saya akan mendoakan dia biar dibalikkan hatinya dan segera sadar -dalam 
sebulan; if not.
2. Saya say hello lewat sms atau japri; artinya lampu kuning, hati-hati cepat 
sadar -dalam sebulan; if not.
3. Saya secara persuasif mengingatkan lewat sms, japri, atau empat mata jika 
sudah pulang-dalam sebulan; if not.
4. Saya lapor ke yang berwenang di DJPB untuk membinanya-dalam sebulan; if not; 
5. Saya akan lapor Itjen, KPK, Polisi, Kejaksaan, dan Kehakiman. Kebetulan, 
saya punya banyak teman di sana yang punya tekat sama, dan bersih. 
 
Kumaha, A'? Efektif nggak, legal nggak? Ada masukan? Kalau pilih enaknya, emang 
jauh lebih enak mengajak kebaikan daripada mencegah kemunkaran. Bener, nggak?
 
Segitu aja dulu ya, saya serahkan ke Acep dan Teh Nanan Badriah wae soal nama. 
Kalian lebih tahu urusan kalian.....
 
Kalau menurut Acep tulisan ini ada baiknya di forward ke milist perbendaharaan, 
sook-lah. Boleh diedit, boleh juga tanpa sensor. Saya percayakan Acep 
sepenuhnya. It is totally up to you.
 
Doaku telah mengalir untukmu, bahkan sebelum Acep memintanya. Doaku terus 
untukmu Indonesiaku, agar menjadi "Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghoffuur" 
(menjadi negara Indonesia yang Sejahtera dalam Ampunan Allah). Amiin 3x. Semoga 
Allah mengabulkan permohonan kita semua.
 
Ilal liqo'! (Sampai Jumpa)
 
Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
 
Your big brother,
 
Muhammad Abdul Khobir
 
  

Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all 
webmail accounts. Find out more.


      
____________________________________________________________________________________
 Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all 
webmail accounts.
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke