memang benar mas fidey alquran merupakan gudang ilmu yang tak akan habis dipelajari...semua ada disitu
maha suci allah dengan segala firmannya On 6/28/07, fridey4486_alpha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > gue baru baca juga nih artikel, semoga menarik... maaf kalo pernah > dipost sebelumnya > > -------------------------------------------- > NAMA Albert Einstein melekat dengan dunia fisika dan menjadi ikon > fisika modern. Rumus E = mc2 dianggap sebagai rumus Einstein yang > dalam pandangan awam merupakan "rumus" untuk membuat bom atom. Albert > Einstein memang pantas dianggap sebagai tokoh utama yang memimpin > revolusi di dunia fisika. > > Salah satu teorinya yang mendobrak paradigma fisika > berbunyi "kecepatan cahaya merupakan tetapan alam yang besarannya > bersifat absolut dan tidak bergantung kepada kecepatan sumber cahaya > dan kecepatan pengamat". > > Menurut Einstein, tidak ada yang mutlak di dunia ini (termasuk waktu) > kecuali kecepatan cahaya. Selain itu, kecepatan cahaya adalah > kecepatan tertinggi di alam ini. Artinya, tidak mungkin ada (materi) > yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Pendapat Einstein ini > mendapat dukungan dari hasil percobaan yang dilakukan pada akhir abad > ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Michelson-Morley, Fizeu, dan Zeeman. > > Di mata awam, postulat Einstein ini memunculkan banyak keanehan. > Misalnya, sejak dulu logika kita berpendapat bahwa jika kita bergerak > dengan kecepatan v1 di atas kendaraan yang berkecepatan v2, kecepatan > total kita terhadap pengamat yang diam adalah v1 + v2. Tetapi, > menurut Einstein, cara penghitungan tersebut salah karena dapat > mengakibatkan munculnya kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. > Oleh karena itu, menurut Einstein, formula penjumlahan kecepatan yang > benar adalah sebagai berikut: > > (v1 +v2) / (1+(v1 x v2 / c2 )). > > Sinodik dan Siderial > > Dalam menghitung gerakan benda langit, digunakan dua sistem yaitu > Sinodik dan Siderial. Sistem Sinodik didasarkan pada gerakan semu > Bulan dan Matahari dilihat dari Bumi. Sistem ini menjadi dasar > perhitungan kalender Masehi di mana satu bulan = 29,53509 hari. > > Sistem Siderial didasarkan pada gerakan relatif Bulan dan Matahari > dilihat dari bintang jauh (pusat semesta). Sistem ini menjadi dasar > perhitungan kalender Islam (Hijriah) di mana satu bulan = 27,321661 > hari. Ahli-ahli astronomi selalu mendasarkan perhitungan gerak benda > langit (mechanical of Celestial) kepada sistem Siderial karena > dianggap lebih eksak dibandingkan sistem Sinodik yang mengandalkan > penampakan semu dari Bumi. > > Sinyal dari Alquran > > Mengetahui besaran kecepatan cahaya adalah sesuatu yang sangat > menarik bagi manusia. Sifat unik cahaya yang menurut Einstein adalah > satu-satunya komponen alam yang tidak pernah berubah, membuat > sebagian ilmuwan terobsesi untuk menghitung sendiri besaran kecepatan > cahaya dari berbagai informasi . > > Seorang ilmuwan matematika dan fisika dari Mesir, Dr. Mansour Hassab > Elnaby merasa adanya sinyal-sinyal dari Alquran yang membuat ia > tertarik untuk menghitung kecepatan cahaya, terutama berdasarkan data- > data yang disajikan Alquran. Dalam bukunya yang berjudul A New > Astronomical Quranic Method for The Determination of the Speed C, > Mansour Hassab Elnaby menguraikan secara jelas dan sistematis tentang > cara menghitung kecepatan cahaya berdasarkan redaksi ayat-ayat > Alquran. Dalam menghitung kecepatan cahaya ini, Mansour menggunakan > sistem yang lazim dipakai oleh ahli astronomi yaitu sistem Siderial. > > Ada beberapa ayat Alquran yang menjadi rujukan Dr. Mansour Hassab > Elnaby. Pertama, "Dialah (Allah) yang menciptakan Matahari bersinar > dan Bulan bercahaya dan ditetapkannya tempat bagi perjalanan Bulan > itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan " (Q.S. > Yunus ayat 5). > > Kedua, " Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari > dan bulan masing-masing beredar dalam garis edarnya" (Q.S. Anbia ayat > 33). > > Ketiga, "Dia mengatur urusan dari langit ke Bumi, kemudian (urusan) > itu kembali kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun > menurut perhitunganmu" (Q.S. Sajdah ayat 5). > > Dari ayat-ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jarak yang > dicapai "sang urusan" selama satu hari adalah sama dengan jarak yang > ditempuh > Bulan selama 1.000 tahun atau 12.000 bulan. Dalam bukunya, Dr. > Mansour menyatakan bahwa "sang urusan" inilah yang diduga sebagai > sesuatu "yang berkecepatan cahaya ". > > Hitungan Alquran > > Dari ayat di atas dan menggunakan rumus sederhana tentang kecepatan, > kita mendapatkan persamaan sebagai berikut: > > C x t = 12.000 x L ...............(1) > > C = kecepatan "sang urusan" atau kecepatan cahaya > > t = kala rotasi Bumi = 24 x 3600 detik = 86164,0906 detik > > L = jarak yang ditempuh Bulan dalam satu edar = V x T > > Untuk menghitung L, kita perlu menghitung kecepatan Bulan. Jika > kecepatan Bulan kita notasikan dengan V, maka kita peroleh persamaan: > > V = (2 x x R) / T > > R = jari-jari lintasan Bulan terhadap Bumi = 324264 km > > T = kala Revolusi Bulan = 655,71986 jam, sehingga diperoleh > > V = 3682,07 km / jam (sama dengan hasil yang diperoleh NASA) > > Meski demikian, Einstein mengusulkan agar faktor gravitasi Matahari > dieliminir terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih eksak. > > Menurut Einstein, gravitasi matahari membuat Bumi berputar sebesar : > > a = Tm / Te x 360° > > Tm = Kala edar Bulan = 27,321661 hari > > Te = Kala edar Bumi = 365,25636 hari, didapat a= 26,92848° > > Besarnya putaran ini harus dieliminasi sehingga didapat kecepatan > eksak > Bulan adalah > > Ve= V cos a. > > Jadi, L = ve x T, di mana T kala edar Bulan = 27,321661 hari = > 655,71986 > jam > > Sehingga L = 3682,07 x cos 26,92848° x 655,71986 = 2152612,336257 km > > Dari persamaan (1) kita mendapatkan bahwa C x t = 12.000 x L > > Jadi, diperoleh C = 12.000 x 2152612,336257 km / 86164,0906 detik > > C = 299.792,4998 km /detik > > Hasil hitungan yang diperoleh oleh Dr. Mansour Hassab Elnaby ternyata > sangat mirip dengan hasil hitungan lembaga lain yang menggunakan > peralatan sangat canggih. Berikut hasilnya : > > Hasil hitung Dr. Mansour Hassab Elnaby C = 299.792,4998 km/detik > > Hasil hitung US National Bureau of Standard C = 299.792,4601 km/ detik > > Hasil hitung British National Physical Labs C = 299.792,4598 km/detik > > Hasil hitung General Conf on Measures C = 299.792,458 km/detik > > Penutup > > Lepas dari benar tidaknya interpretasi yang dilakukan oleh Dr. > Mansour Hassab Elnaby, usaha demikian menunjukkan betapa kitab suci > Alquran memiliki tantangan bagi para ilmuwan untuk lebih kreatif dan > tajam dalam mengungkap fenomena-fenomena alam. > > Boleh jadi, apa yang disajikan Dr. Mansour Hassab Elnaby merupakan > bukti tambahan bahwa Alquran benar-benar datang dari Sang Khalik.*** > > > [Non-text portions of this message have been removed]
