oke banget ceritanya. cerita itu mungkin juga nyambung dengan kiat - kiat AA Gym dengan "3M" nya,: 1. Mulai dari yang kecil - kecil 2. Mulai dari diri kita sendiri 3. Mulai dari saat ini
tapi tidak mulai dengan polygami tentunya, hehehehehe --- In [email protected], "mks19okt" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. > Sekedar berbagi cerita dari milis tetangga, mudah2an bisa berguna buat > kita semua. > > Kasus 1 > Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, > yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di > Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang > mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan > kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah > tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua > kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu > alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian > pengepakan dalam keadaan kosong. > > Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. > Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin > sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua > orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan > memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, > mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak > sedikit. > > Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan > pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang > rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah > kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar > dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin > tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin > tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari > jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang > ringan. > > Kasus 2 > Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka > menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, > karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. > Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu > dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang > dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, > dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat > temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 > derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka > menggunakan pensil! > > Kasus 3 > Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. > Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa > lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) > mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini. > > Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan > bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta > pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin > cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang > tidak sedikit. > > Tetapi, seorang doorman (penjaga pintu) apartemen tersebut hanya > menyarankan satu hal, "Inti dari keluhan pelanggan kita adalah mereka > merasa lama menunggu". Doorman tadi hanya menyarankan untuk > menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan > perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift". > > Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It > Simple Solution), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga > bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun > solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah > yang ada. > > Memang lebih baik kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada > berfokus pada masalah. > > Salam dari BUMI NUSA INA. > Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. >
