Nyuhunkeun hapunten .. Assalamualaikum wr.wb..
Subject diatas "Mulutmu Harimaumu" sengaja saya sampaikan, inspirasi dari
iklan sebuah perusahaan telekomunikasi di republik ini, mungkin sebagian milisi
sering nonton iklannya..
Bukan tentang cerita membuka borok (bukan borokokok ...dodol !!) atau
kelemahan kantor kita tapi ini kisah dari pengalaman sehari-hari yang
ringan..itung-itung pengantar liburan lah..gara-gara mulutmu hariamaumu...
(ngak ada hubungannya dengan pak hari ..he..he, hari-hari mau.. ngak pak.. ngak
ada hubungannya.., kisah ini menurut saya sih cukup menarik, lucu dan sekaligus
pelajaran yang berharga tentang budaya dan adat istiadat suatu daerah..)
Ketika saya bertugas di KPPN Watampone, SulSel. kira2 300-an km dari Makassar
(Tahun 2000 s/d 2005.... lima taun coooy), sekitar tahun 2003-an, saya dan
Kasubag Umum (yang kebetulan sama-sama orang sunda) di ajak oleh KK (ngak usah
disebut namanya, beliau dari Batak) dan satu lagi teman saya asli lokal,
berempat jalan2 ke Makassar untuk mengisi hari libur, ditengah perjalanan
rombongan istirahat di kedai kopi untuk menghilangkan lelah.. ketika itu kami
lihat kondisi kendaraan dalam keadaan oke-oke aja.. hanya kelihatannya plat
nomor polisi didepan mobil yang kami tumpangi agak sedikit miring, mungkin
karena goncangan jadi mur nya yang satu agak kurang kuat dan kendur.. ketika
itu kami pikir ngak masalah.. No problema..
Singkat cerita perjalanan dilanjutkan menuju Makassar ... dalam perjalanan..
yang berkelok-kelok dan sempit di tengah hutan di malah hari itu, kok
seharusnya kami lancar lancar saja di setiap tikungan pas kalau ketemu mobil
yang tidak searah kami harus sedikit mengalah...kalalu berpapasan dengan mobil
tersebut.. baru lancar... kalau tidak bisa didamprat diomelin oleh si empunya
pengemudi mobil.....
Herannya, ada mobil truk yang kebetulan berpapasan dengan kami tiba2
berhenti.. dan kami pun mengalah (kami pikir untuk memberi jalan mereka supaya
bisa pas lewat).. si supir truk teriak .. Pak!!! Pak!!! De..de.. na ...??
(bahasa bugis...Maksudnya DD nya..) iya...iya.. Jawab pak Kasubag Umum
(kebetulan beliau yang bawa mobil agak sedikit kaget...) wah bos... kita
kurang minggir tuh... jadi si supir marah..(guman pak subbag umum) Akhirnya
supir truk melanjutkan perjalanan lagi.. setelah kami beri jalan.. agak luas..
Baru berjalan beberapa meter.. tiba-tiba muncul lagi mobil dari arah
berlawanan berhenti juga... (Mobil truk lagi...) dia bilang sama persis dengan
supir pertama.. "Pak!!! Pak !!! De de na" sambil tunjuk-tunjuk mobil kita,
begitu pula kita jawab "iya.. iya tar kita minggir dikit....." Begitu
selanjutnya sampai pada mobil yang kelima yang berpapasan selalu hampir sama
mereka teriak.." Pak!!!.. Pak !! de..de..na." Kepala kantor yang Batak mulai
kesel juga "wah cilaka kita bakalan masuk jurang nih kalau terus minta minggir"
(Nih teman yang orang asli kebetulan dia lagi ngorok alias tertidur di Mobil
pada peristiwa itu.. kita bangunin (di bangunkan ...do......eh ngak cing))
"Pak..pak bangun.. nih kita dapat masalah.. selalu di omelin sama supir-supir
yang ketemu dan berpapasan,"
"memang kenapa pak..." tanya si Bapak dengan santainya
Kenapa mereka selalu bilang "de..de.. na..." , "de..de..na.. terus.."
"Ooohhhh itu pak artinya... Nomor Plat Mobil yang tadi miring itu mau lepas..
makanya mereka pada teriak..teriak... memberitahukan kita bahwa plat nomor
mobil mau jatuh.. (plat nomor polisi di SULSEL adalah DD (dede) makanya mereka
selalu menyebutkan namanya de..de... )
Huuuuwahahaha... (dasar oon) kita tertawa lepas semua.. Maklum di jawa kan
tau nya "plat nomor"... uupss untung aja di sulsel ngak pake plat nomor "T"
(kaya di kampung saya) kan nyebutnya ngak enak gitu...lho....
Wassalam
Dedi ti Mamuju
(Purwakarta-Jakarta-Watampone-Makale-Mamuju)
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]