Waalaikum salam Pak Zam-Zam,

Wah, sudah lama rupanya, kita tidak berduet di milist ini.

Begini Pak Zam-Zam, saya justru merasa sangat senang dengan kritikan-kritikan 
tersebut. Itu tandanya, kita sudah mulai matang. Ibarat orang bertinju, tentu 
lebih seru dong, kalau tangannya di tinjukan ke arah yang berbeda. Kalau semua 
searah, ntar dikira menari dong...Ha ha ha..ha...
Hasil bertinju pun, tidak selalu kalah vs menang. Bisa saja draw. 

Dalam sebuah persidangan, ada terdakwa, ada saksi, ada jaksa penuntut umum, ada 
pembela, ada panitera. Nha, dari bukti-bukti dan kesaksian yang ada, juri, atau 
hakim ketua akan lebih mudah menimbang dan memutuskan sesuai dengan asas 
keadilan. Saya berharap begitu. Saya tidak ambil pusing, apakah saya yang 
salah, atau saya yang benar.

Tahu tidak Pak Zam-Zam, kalau saya menulis, itu sudah saya pikirkan 
kemungkinan-kemungkinan tanggapan yang akan muncul. Saya juga paham, semakin 
banyak saya menulis, akan semakin besar kemungkinannya salah. Tapi itu risiko 
sebuah pilihan dan perjuangan. Saya juga tidak akan menjelaskan secara rinci, 
kecuali ada yang bertanya. Dengan saling bertanya dan menanggapi, kita bisa 
makin mendalami dan memperkaya wawasan kita. Sekaligus menambah sahabat.

Mungkin, Pak Zam-Zam pun pernah menyimpulkan sesuatu tentang saya secara salah, 
sebelum membaca seluruh buku saya. Bener, tidak? Saya maklum, karena kita tidak 
pernah bertemu secara dekat. Boleh jadi, saya sedikit lebih tahu tentang Pak 
Zam-Zam daripada Pak Zam-Zam tahu tentang saya (sebelum ada milist ini lho. 
Sekarang, saya sudah telanjang 99%). Jangankan teman, istri kita saja mungkin 
tidak tahu semua diri kita. Ibu, mungkin lebih banyak tahu, tapi tetap saja 
tidak semua. Hanya Tuhanlah yang tahu....sama psikolog yang mengetes 
psikometrik, kali ye he he he...

Sekurang-kurangnya, apabila saya nanti pulang, rekan-rekan sekerja saya sudah 
mengetahui siapa saya yang sesungguhnya. Atasan saya, juga lebih mudah 
bagaimana cara "memanfaatkan" , memotivasi, dan mengendalikan saya. Demikian 
pula, seandainya saya nanti punya anak buah, mereka akan lebih mudah 
berinteraksi dengan saya, begitu. Saya ingin diterima apa adanya saya. Saya 
tidak ingin di "over-estimate" atau di"under-estimate". 

Saya hanya ingin mengajarkan kepada para junior dan kepada siapa saja, 
bagaimana proses menemukan kebenaran. Selain itu, saya juga ingin memberi tahu, 
bagaimana cara berdiskusi dan berpendapat secara baik.

Pak Zam-Zam memangnya kita mau, mengulang sejarah kelam orde-orde terdahulu? 
Yang semua harus seragam. Satu kesatuan gerak langkah dan bahasa, tetapi di 
dalamnya mematikan hak-hak dasar manusia, bahkan terkadang benar-benar 
mematikan orang? Serem, khan?

Saya yakin dan percaya, orang-orang yang mengerti, akan dapat memilih dan 
memilah, mana informasi dan pendapat yang benar dan masuk akal dan mana yang 
tidak.

Ngomong-ngomong, salah saya di mana ya?...Ha ha ha.ha..

Haiyah.., kayaknya kok nggak asyik ya kalau ngobrol sama Pak Zam-Zam terlalu 
serius...Enakan sersan. Serius tapi santai. Sok barewok Aa' keripiknya...Atos 
digigit apa atosan?


Atur nuhun,
Always loving you,

Kobir

----- Original Message ----
From: jm_hndsm <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, 4 July, 2007 11:29:26 AM
Subject: [Perbendaharaan List] Re: to Iwan H.-PESAN-PESAN SAYA PADA DUNIA

salam alaikum pak kobir,
halo wan, ini iwan handoko yang ganteng itu kan, maaf kalo baru nyapa
takutnya salah wan, baru aja aku baca pak kobir bilang elo dari blitar
kayaknya emang iwan handoko yg sy kenal. ya elo juga sih nggak nyapa2
abang lo yg gila ini... yg pernah lo ikutin gilanya.. hehehe...
jangan bilang siapa siapa ya wan ...

pak kobir, sebenernya pak kobir dulu pernah minta kritik, 
kritik kentang atau kritik pisang...
nah sekarang banyak tuh yang ngirim ..
ane ucapin selamat menikmati heheheh... ati ati sakit gigi...

yg aku liat gini pak kobir, kalo yg nulis minta syarat itu bukan
selebritis milis kaya pak kobir mungkin nggak akan banyak yg nanggepin
tuh banyak yang minta kebijakan kayak begitu rata rata disetujuin aja
ama rekan milis laennya... nah pas kena ente hihihih jadi banyak yg
protes ya... emang salah satu cobaan jadi selebritis itu nggak boleh 
salah ... ( pengalaman saya..halah. .)
kalo yg cerai tetangga sebelah kagak rame di tipi ... 
tapi pas om bambang yg cerai.. istri saya ikut2an komentar... 

jadi fren dinikmati aja yaa kritiknya
apalagi kritik singkong dari padang... biasanya disambelin balado..

salam buat adin kalo japri ya...
zamzam
> 
> 
> 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited
storage on all webmail accounts.
> http://au.docs. yahoo.com/ mail/unlimitedst orage.html
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke