Kita merasa semua yang kita dapat sudah selayaknya menjadi hak kita. 
Karena itu, ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita 
inginkan, kita menjadi kesal mungkin juga kecewa lalu mencela.. Kita 
sering memusatkan perhatian pada keinginan kita, meski sebenarnya 
apa yang kita inginkan itu tidak kita butuhkan. Perhatian kita tidak 
berpusat pada apa yang telah menjadi milik kita, akibatnya kita 
masih merasa kurang dengan apa yang kita miliki. Selain itu, kita 
cenderung membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita 
menganggap orang lain lebih beruntung. Kita akan bahagia kalau 
mempunyai sesuatu yang dimiliki orang lain, namun begitu 
mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat trus kita 
tetap tak puas dan menginginkan yang lebih lagi. Kita tak pernah 
merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Saudaraku dalam hidup ini, 
kita tak selalu mendapatkan apa yang kita sukai, karena itu kita 
mesti belajar menyukai apapun yang kita dapatkan. Orang kaya 
bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tapi orang yang dapat 
menikmati apapun yang kita miliki. Hidup akan lebih bahagia kalau 
kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Dengan bersyukur, 
perasaan damai dan tenteram akan senantiasa meliputi diri kita. 
Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita 
dan kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Hidup ini bukan 
untuk mencari harta, membahagiakan orang tua, isteri, anak dan 
menyenangkan diri sendiri tapi hidup ini hanya untuk Allah SWT yang 
telah menciptakan kita. Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Wallahu 
a'lam bishshawab.(Republika)

Kirim email ke