Yup betul dan suangat setuju banget atas usul-usulnya. Berdasarkan penerawangan 
saya (bukan ghoib lho) terhadap pola mutasi yang selama ini terjadi, sebagian 
besar mutasi berdasarkan angkatan lulusan deh (koreksi kalau salah) meskipun 
tidak sedikit yang nyelip-nyelip. Jadi kalau misalnya angkatan kakak kelas kita 
belum mutasi, harapan untuk mutasi masih agak jauh dari pelupuk mata 
(tergantung amalan dan doa kali hee.hee). 
  Mengenai kuesioner, menurutku penting juga karena belum tentu yang dimutasi 
dari tempat terpencil ke tempat baru (kota besar) cocok dengan prajurit yang 
bersangkutan. Misalnya ada ada prajurit asal/kelahiran Jogja penempatan di Aceh 
kemudian kena mutasi ke Jakarta. Belum tentu prajurit tersebut senang menerima 
SK tersebut karena membayangkan suasana kota Jakarta yang sedemikian rumit dan 
kompleks malah jadi pening, mungkin akan lebih senang ditempatkan di deket kota 
kelahirannya seperti Wates, Klaten dan sekitarnya. Intinya adalah bisa sedekat 
mungkin dengan keluarga gitu loh.
   
  kesimpulannya banyak berdoa dan beramal sholeh, tapi ingat jangan kepanjangan 
berdoa ntar mutasinya kebablasan jauh juga (penginnya ke kota Malang karena 
kepanjangan yang berdoa jadinya malah ke Malangkaraya (baca Palangkaraya) 
hee.hee.he   kayaknya gak nyambung deh
   
  Just kiding 
   
   
   
   
          Kita semua mengharapkan kebijakan yang lebih dapat menyentuh 
keseluruhan aspek kehidupan bagi pegawai. Apa yang mas2 omongkan tentu ada 
buktinya dan saya rasakan banyak benarnya. Tentu kita tahu bahwa biaya hidup di 
tiap-2 wilayah di Indonesia berbeda. Dengan gaji + tc sekarang ini ( belum 
renumerisasi) untuk rekan2 di wilayah Solo / Jogja ( P. Jawa umumnya- Jakarta 
ga masuk donk.......), bisa dikatakan lebih dari cukup karena biaya hidup di 
solo relatif lebih murah dibanding dengan rekan2 kita yang berada di daerah 
luar pulau jawa. Dengan adanya kepastian dimana nanti akan menetap ( mungkin 
setelah beberapa kali diputer2...) kita lebih bisa untuk menentukan langkah 
kedepan. Tolong yang sekarang udah merasa hidup enak Jangan berkata : Kamu aja 
yang ga bisa, buktinya saya bisa koq!!!! Ingat....tiap2 pegawai mempunyai 
kebutuhan yang berbeda-beda. Ada diantara rekan kita mungkin menjadi anak 
sulung dan menjadi tumpuan ekonomi keluarganya. sebagai contoh rekan saya
 satu
ruangan sampai sekarang belum memutuskan untuk ber-RT dikarenakan mengutamakan 
membiayai berobat ibu kandungnya yang sakit. Walaupun akhirnya Allah 
menghendaki sang ibu kembali kepada-Nya. 

Kepada para pimpinan diharapkan untuk dapat mengeluarkan kebijakan yang lebih 
bijak lagi. Kita tentu bisa melihat fakta dilapangan dan hal itu tidak bisa 
dipungkiri. Semoga dengan bergulirnya reformasi di dep.keu ini akan membawa 
perubahan yang lebih baik kepada kita semua.

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



         


       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke