Bila renumerasi jadi diterapkan, secara pukul rata (untuk kemudahan 
perhitungan), pegawai golongan II akan mendapatkan kenaikan take home 
pay per bulan Rp1,5jt.

Sebagaimana diketahui, pegawai tugas belajar D3khusus/D4 STAN tidak 
akan mendapatkan kenaikan tersebut, malah penurunan penghasilan 
secara nyata.

Kalo dihitung2, opportunity lost yang dialami pegawai tugas belajar 
STAN untuk 4 semester kuliah (2thn=24bln)= 24 X 1,5jt = Rp36jt,-

#Bila lulusan D1, maka untuk kuliah saya akan menempuh pendidikan 
dengan jalur mandiri sbb:
-Rp10jt untuk menyelesaikan S1 di perguruan tinggi swasta (tentu saja 
pilih yang terakreditasi dan yang mudah lulusnya), paling lama 2th.
-Tamat S1, saya akan melanjutkan S2 ke perguruan tinggi swasta (tentu 
saja pilih yang terakreditasi dan yang mudah lulusnya seperti 
IPW...... or institut lain semacam STIE ....) biayanya berkisar 
Rp15jt s.d. 25jt. Waktunya kurang lebih 1 th.

So, saya sudah punya gelar sarjana + master dalam waktu singkat 
dengan upaya yang relatif lebih mudah/santai. Hal ini sudah cukup 
memberikan pengaruh positif dalam kenaikan pangkat/jabatan saya:)

#Bila saya lulusan D3, maka untuk kuliah saya akan menempuh 
pendidikan dengan jalur mandiri sbb:
-Rp5jt s.d. Rp10jt untuk menyelesaikan S1 di perguruan tinggi swasta 
(tentu saja pilih yang terakreditasi dan yang mudah lulusnya), paling 
lama 1th.
-Tamat S1, saya akan melanjutkan S2 ke perguruan tinggi swasta (tentu 
saja pilih yang terakreditasi dan yang mudah lulusnya seperti 
IPW...... or institut lain semacam STIE ....) biayanya berkisar 
Rp15jt s.d. 25 jt or mungkin lebih lagi untuk memudahkan kelulusan. 
Waktunya kurang lebih 1 th.

So, saya sudah punya gelar sarjana + master dalam waktu singkat 
dengan upaya yang relatif lebih mudah/santai. Hal ini sudah cukup 
memberikan pengaruh positif dalam kenaikan pangkat/jabatan saya:)

#Tetapi tugas belajar STAN mungkin saja masih menarik bagi mereka 
yang bertugas di daerah2 yang tidak mempunyai perguruan tinggi 
terakreditasi, kecuali mereka lebih memilih kuliah di UT (walaupun 
lulusnya susah dan biayanya sudah relatif tinggi, tetapi UT adalah 
perguruan tinggi jarak jauh yang terbaik di ASIA dan telah memperoleh 
sertifikasi internasional. Kalo gak salah sampai dengan tahun 2006 
Cuma ada 2 universitas di Indonesia yang memperoleh sertifikasi 
internasional yaitu UGM dan UT).

#Berdasarkan pengalaman masa lalu (gak tahu kalo masa kini), kuliah 
dengan modus seperti ini cukup populer dan sangat efektif untuk 
mengejar karir/jabatan.

#Salah seorang pejabat kepegawaian sadar akan bahayanya model kuliah 
seperti ini bagi masa depan SDM DJPBN. Mudah2an ada cara yang adil 
dan terhormat untuk menyelamatkan masa depan SDM DJPBN, bukannya 
malah membatasi/mempersulit keinginan kuliah khususnya kuliah mandiri 
pegawai DJPBN. Mudah2an jalan yang diambil adalah membebaskan 
keinginan kuliah, tapi dengan syarat untuk pemakaiannya pada 
kepegawaian dan syarat jabatan harus melewati assesment kompetensi.

Notes: Tetap semangat belajar dengan rajin dan jujur. Hanya proses 
pendidikan yang jujur dan kompeten yang akan memberikan gelar-gelar 
kesarjanaan yang membanggakan:)

Just 4 better DJPBN:)

Kirim email ke