--- Ngomong2 soal uang nggak bener, sebelumnya saya ingin mengucapkan
terima kasih sebesar2nya buat senior2 anggaran'95 yang telah mengajak
saya pembekalan pra PKL di Hiu Raya. Dari Anda sekalian saya tahu
tentang seluk beluk kantor, mana yg boleh & yang tidak. Tentang amplop
haram, lembur fiktif, dana taktis dsb. Juga tak lupa buat kampus
jurangmangu yg telah membuat saya berhijab, berusaha u/ qonaah thanks
untuk semua meskipun saya hanya mendapat "celupan" selama setahun.
Buat teman-teman sefikrah semoga tetap tabah biarpun grade dapat yg
terendah, tetap istiqomah meski lembur fiktif naik tarifnya.
Ada satu cerita tentang keistiqomahan. Waktu itu di ibukota propinsi
Jateng, ada sebuah cerita meluncur dari KARIKPA Smg I tentang ikhwan
yang sederhana bahkan sering minjam uang ke temannya padahal waktu itu
kalau gak salah karikpa gudang duit, satu waktu tibalah si ikhwah kena
mutasi, tahukah kawan apa yang ada di lacinya? Amplop yang kalau
ditotal mencapai 30 juta rupiah! uang betulan itu! Dan yang perlu
diingat waktu itu sebelum krismon sekitar awal 96-an.
Itulah salah satu contoh nyata dari kesabaran dari senior2 kita alumni
STAN/Prodip yang pernah menguatkan saya di awal2 kerja di KPPN yang
saat itu begitu memuakkan. Masih banyak kisah2 lain tentang orang2
bersih seperti si ikhwah tadi, semoga kita dapat mengikutinya, dapat
memperpanjang barisan orang2 istiqomah.
Buat Nung & Hang gimana setelah adanya KPPN Prcontohan? kalau gak
salah kalian dulu pernah ngomong seanainya saja ada KPPN Khusus Prodip
(maksudnya yang bebas uang siluman gitu loh). Aq cuma bisa melihat
dari jauh saja nih, maklum di daerah terpencil jangankan masuk
percontohan, tes aja ndak mungkin ikut. Selamat buat teman 2 di kppn
percontohan semoga dapat menjaga nama baik DJPBN, almamater meski
ndak semua yang lolos selama ini benar2 "bersih". Minimal lingkungan
yang baik insya allah akan membuat kita bersemangat untuk menjadi
lebih baik pila. Dan buat teman2 yang gak lolos percontohan juga tdk
usah patah arang, karena saya baca di milis banyak jga rekan2 idealis
yg belum beruntung masuk. Bagaimanapun juga materi test kan cuma salah
satu "tool" buatan manusia. Yang penting kebersihan hati & niat yang
tetap terjaga. Segala sesuatu hanya atas nama Alloh semata.